Home Daya Tahan Tubuh Manfaat Utama Madu Untuk Kesehatan Anak

Manfaat Utama Madu Untuk Kesehatan Anak

2016-12-17 07:23:11 Manfaat Utama Madu Untuk Kesehatan Anak

Masih ragukah Bunda memberikan madu untuk anak?

Setiap Bunda pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, jadi wajar jika Bunda mempertimbangkan banyak hal sebelum memberikan makanan atau suplemen pada anak. Justru inilah yang harus dilakukan oleh  Bunda untuk memastikan bahwa yang diberikan pada anak adalah yang terbaik, sesuatu yang berasal dari sumber yang baik, diolah dengan cara yang baik, dan memberikan manfaat yang baik pula.

Lalu, bagaimana dengan madu, Bunda? Layakkah madu diberikan untuk si kecil?

Mari, kita belajar bersama di sini agar tahu apakah memang ada manfaat madu untuk anak atau tidak.

Kali ini, kita akan belajar dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sofyan Cholid dkk, bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP, Rumah Sakit Dr Karyadi Semarang, yang meneliti pengaruh pemberian madu untuk anak yang mengidap diare akut.

Dalam jurnal yang beliau terbitkan, dikemukakan bahwa diare adalah suatu masalah kesehatan utama yang ada di Indonesa. Di tahun 2003, angka kesakitan diare mencapai 374 per 1000 penduduk. Lalu, bagaimana peran madu dalam perkara ini?

Bunda, ternyata madu susah dikenal oleh penduduk dunia dari berbagai budaya dan agama yang menjadikan madu sebagai suplemen yang berharga dan bernilai tinggi. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Setelah dilakukan uji klinis, terbukti bahwa madu murni memiliki aktivitas bakterisidal yang mampu melawan beberapa organisme enteropathogenic, termasuk Salmonela, shigela, dan juga E. coli.

Uji klinis pemberian madu pada anak pun sudah dilakukan. Madu diberikan pada  anak penderita gastroenteritis, dengan mengganti glukosa di dalam cairan dehidrasi oral yang didalamnya mengandung elektrolit standar (seperti yang direkomendasikan WHO/UNICEF), yang menunjukkan bahwa rata-rata waktu pemulihan dari pasien menurun secara signifikan.

Sementara, penelitian yang dilakukan oleh Sofyan Cholid ini adalah penelitian untuk mengetahui apakah pemberian madu pada pasien anak diare akut (1-5 tahun) memberi pengaruh, baik dalam hal lama rawat, frekuensi diare, dan menilai kenaikan berat badan.

Peneliti membagi pasien yang menjadi subjek penelitian dengan memberikan madu sebagai suplemen dan juga kelompok kontrol (tanpa pemberian suplemen madu). Dalam penelitian ini, pasien juga ditimbang berat  badan setiap hari untuk mengetahui status berat badannya. Lama rawat dicatat, yakni pada saat masuk rumah sakit dan saat dinyatakan sembuh (dengan ciri feses jadi lembek dan frekuensi diare menurun hingga kurang dari 3 kali sehari). Pemberian madu dilakukan 20 g perhari, dalam 3 kali pemberian.

  • Jumlah pasien anak yang diteliti adalah 70 anak, dengan :
  • 35 anak diberikan suplementasi madu
  • 35 anak tanpa supelementasi madu (kelompok kontrol)
  • Rata-rata usia anak adalah 18,31 bulan, umur termuda 12 bulan, dan tertua 36 bulan.

*Perlu diingat Bunda, pemberian madu pada anak dibawah satu tahun tidak boleh dilakukan, untuk mencegah keracunan botulimus pada bayi.-

Penelitian ini menunjukkan: Pemberian suplemen madu dapat memperpendek rawat inap

Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh aktivitas antimikroba pada madu melalui beberapa reaksi yang terjadi akibat rendahnya aktivitas air dalam madu, pH madu rendah, adanya kandungan hydrogen peroksida. Peneliti berasumsi bahwa madu mampu membantu membentuk jaringan granulasi, memperbaiki kerusakan pada permukaan kripte usus, serta adanya efek madu sebagai prebiotic yang mampu menumbuhkan kuman komensal (tidak bersifat merugikan tubuh) dalam usus.

Penelitian lain tentang pemberian madu untuk anak:

Ada juga penelitian yang dilakukan oleh Widodo dari pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi Bogor yang meneliti pemberian madu pada 52 balita usia 13 hingga 36 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian madu memberikan efek:

  • Morbiditas terhadap demam dan pilek menurun
  • Nafsu makan meningkat
  • Frekuensi makan dan porsi makan bertambah
  • Konsumsi energi dan protein meningkat

Bunda, setelah kita membaca hasil penelitan yang dilakukan oleh para ahli, kita bisa menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan nenek moyang kita dulu dengan memberikan madu kepada anak-anak mereka bukanlah suatu kesalahan. Sebelum anak mengkonsumsi madu, Bunda perlu mengetahui ciri - ciri madu asli agar Si Kecil mendapatkan kualitas madu terbaik. Penelitian menunjukkan bahwa ada manfaat madu untuk kesehatan yang menjadikannya suplemen bernilai tinggi yang diwariskan kepada kita dan anak-anak kita, generasi penerus. 

 

Sumber:

Cholid, Sofyan dkk. 2011. “Pengaruh Pemberian Madu pada Diare Akut”. Sari Pediatri. 12 (5), 289-295.

 

Tags:

Artikel Terkait

Belum ada komentar

Bergabung sekarang untuk memberikan komentar