Home Anak Susah Makan Sifat dan Kandungan Kimia Temulawak

Sifat dan Kandungan Kimia Temulawak

2016-12-14 05:24:07 Sifat dan Kandungan Kimia Temulawak

Sudahkah Bunda mengetahui kandungan kimia temulawak? Rimpang yang memiliki nama latin Curcuma xanthorrhiza ini sudah dikenal berabad lalu oleh nenek moyang kita.

Pengunaan temulawak sering kita jumpai sebagai obat tradisional atau jamu yang diaplikasikan untuk anak-anak maupun dewasa. Ternyata nenek moyang kita tidaklah salah dalam memilih bahan alam ini sebagai obat maupun suplemen tubuh.

Kenapa demikian? Karena setelah dilakukan penelitian, ternyata kandungan kimia temulawak memiliki sifat yang membantu menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, Temulawak juga bermanfaat bagi kesehatan anak

Temulawak?

Rimpang temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh secara liar, banyak dijumpai di Jawa dan Madura. Rimpang ini memiliki batang semu yang terdiri dari pelepah-pelepah dan juga daun yang menyatu dengan batang.

Tanaman ini memiliki tinggi 50 hingga 200 meter. Temualwak juga mempunyai bunga lho, warnanya putih kemerah-merahan, ada juga yang berwarna kuning.

Panen tanaman ini bisa dilakukan saat umurnya 1 hingga 12 bulan setelah masa tanam (Rahardjo dan Rostiana, dalam Eni Hayani 2006). Temulawak memiliki sejarah yang cukup panjang dengan penggunaan yang kompeks, baik secara  tradisional maupun sosial sudah cukup dikenal.

Salah stau penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, menunjukkan bahwa ada senyawa tertentu yang ada di dalam temulawak, salah satunya minyak atsiri.

Penelitian ini dimulai dengan melakukan beberapa tahapan, yakni seperti pencucian temulawak, pengirisan tipis, pengeringan, analisa mutu, penyulingan, hingga mendapatkan minyak atsiri.

Setelah di analisi, kandungan kimia temulawak bisa ditunjukkan sbb:

  • Kadar air13,98%
  • Kadar minyak atsiri3,81%
  • Pati41,45%
  • Serat12,62%
  • Abu4,62%
  • Abu tak larut asam0,56%
  • Sari dalam alcohol9,48%
  • Kurkumin2,29%

Berdasarkan hasil penlitian di tas, maka dapat disimpulkan bahwa pati menunjukkan hasil yang tertinggi yang bisa digunakan untuk bahan baku baik industri makanan maupun farmasi. Sedangkan minyak atsiri, dimanfaatkan dalam dunia medis. 

Jika ada yang sering bertanya temulawak obat apa? Maka berikut komposisi kimia dalam temulawak dan manfaatnya (Sumber: BPPT, 2002 dalam Oktaviana 2010):

  1. Zat tepung
  2. Kurkumin
  3. Minyak atsiri
  4. Kurkuminoid
  5. Fellandrean
  6. Turmerol
  7. Kamfer
  8. Glukosida
  9. Foluymetikmulawa
  10. karbinol

Meningkatkan kerja ginjal, anti inflamasi (anti peradangan), acnevulgaris, antihepatotoksik (anti keracunan empedu), antikolesterol, anemia, antioksidan, antikanker, antimikroba, sakit limpa, asma, produksi ASI, meningkatkan nafsu makan, obat jerawat, sakit pinggang, sakit kepala, cangkrang, cacar air, sariawan, asma, sakit perut waktu haid.

Sumber:

Eny Hayani. Temu Teknis Nasional Tenaga Fungsional Pertanian. 2006. Analisis Kandungan Kimia Rimpang Temulawak. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Jl. Tentara Pelajar No.3, Bogor. Pusat Penleitian danPnegembangan Peternakan.

Oktaviana, Prima Riska. (2010). Kajian Kurkuminoid, Total Fenol, dan Aktivitas Antionsidan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhizaRoxb.) pada Berbagai Teknik Pengeringan dan Proporsi Plearutan. Skripsi Jurusan/ Program  Studi Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Sebelas Maret.

Tags:

Artikel Terkait

Belum ada komentar

Bergabung sekarang untuk memberikan komentar