Home Fakta Ilmiah Ikan Gabus | Ikan Air Tawar Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan !

Ikan Gabus | Ikan Air Tawar Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan !

2016-06-20 00:00:00 Ikan Gabus | Ikan Air Tawar Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan !

Bunda pernah mendengar ikan gabus? Atau justru ikan ini adalah salah satu menfavorit keluarga Bunda? Ternyata tidak hanya enak, ikan gabus punya banyak manfaat lo untuk kesehatanYuk baca lebih lanjut untuk tahu lebih dalam tentang ikan gabus dan manfaat baiknya Bunda ! :)

Apa itu ikan gabus ?

Ikan gabus adalah salah satu jenis ikan karnivora air tawar yang menghunkawasan Asia Tenggara. . Ikan jenis ini dikenal sebagai ikan konsumsi dan banyak ditemui di pasaran. Dalam ukuran kecil (anakan) ikan gabus terlihat eksotis sehingga banyak dimanfaatkan sebagai ikan hias dalam akuarium (Listyanto dan Andriyanto, 2009).

Menurut Asfar (2012) dan Tawali et al (2012) nama ilmiah ikan gabus adalah Channa striata, dan mempunyai sinonim Ophiocephalus striatus.     Ikan gabus bersifat predator (memangsa ikan-ikan lain yang lebih kecil dari ukuran badannya), dan ikan asli perairan Indonesia.


Tempat tumbuh (habitat) ikan gabus

Ikan gabus (Channa striata) adalah ikan air tawar yang umum dijumpai di perairan antara lain rawa, sungai, danau, bahkan dapat hidup di perairan yang kandungan oksigen rendah (Yulisman et al., 2012).

Ikan gabus juga merupakan salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi (Muchlisin, 2013) baik saat berbentuk segar, awetan maupun kering (Augusta, 2011).

Ikan gabus dapat hidup pada perairan payau dan perairan tawar bahkan pada kondisi perairan yang kering, ikan ini dapat bertahan hidup dengan cara mengubur diri dalam lumpur (Muslim, 2012)

Penyebaran ikan gabus di Indonesia hampir merata di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Ikan gabus ini juga memiliki banyak sebutan di berbagai daerah di Indonesia seperti ikan kutuk (Jawa), bale salo/bale bolong (Bugis), kanjilo (Makassar), ikan bocek (Riau), haruan (Kalimantan), Gastor (sentani,papua), haruan (Banjarmasin, Banjarnegara), kocolan (Betawi), bayong, licingan (Banyumas), bogo (Sidoarjo), kutuk (Jawa) dan lain-lain.

Selain itu, ikan gabus tumbuh di Negara Malaysia dan dikenal sebagai ikan haruan (Asfar,2012; Tawali et al, 2012; Listyanto dan Andriyanto, 2009)   Dalam bahasa Inggris antara lain common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, dan stripped snakehead (Listyanto dan Andriyanto, 2009)

Ciri-ciri ikan gabus yaitu umumnya memiliki tubuh berwarna coklat sampahitam pada bagian atas dan coklat muda sampai keputih-putihan pada bagian perut. Kepala agak pipih dan bentuknya seperti ular dengan sisik-sisik besar di atas kepala, oleh sebab itu, dijuluki sebagai snake head”.

Sisi atas tubuh ikan gabus dari kepala sampai ke ekor berwarna gelap, hitam kecoklatan ataupun kehijauan. Sisi tubuh bagian dagu ke belakang berwarna putih. Sisi samping bercoret tebal (striata, bercoret-coret) dan agak kabur, warna tersebut seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya.

Mulut ikan gabus besar dan memiliki gigi-gigi yang tajam. Sirip punggung memanjang dengan sirip ekor membulat di bagian ujungnya (Listyanto dan Andriyanto, 2009) Ikan sejenis yang memiliki kemiripan dengan ikan gabus dari Genus Channadalah Channa micropeltes atau ikan toman dapat ditemui di pulau Kalimantan.

Ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar yang mengandung albumin tinggi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia (Firlianty et al., 2013).




Kandungan gizi ikan gabus

Ikan dalam menu diet sehari-hari menjadi sumber protein. Tidak hanyprotein, tubuh kita juga memerlukan unsur lain yaitu kabohidrat, lemak, mineral, vitamin dan enzim agar tetap sehat (Hadiwiyoto, 1993) Ikan gabus memiliki kandungan gizi yang diperlukan tubuh, yang bisa dilihat pada Tabel 1:

 

Tabel 1. Kandungan gizi ikan gabus segar per 100 gram berat

 

 

 

No

Unsur

 

Gizi

 

 

Jumlah

 

 

Satuan

1

Energi

74

Gram

2

Protein

25,2

Gram

3

Lemak

1,7

Gram

4

Kalsium

62

Gram

5

Fosfor

176

Gram

6

Zat Besi

1

Gram

7

Vitamin A

150

Gram


Sumber : DKBM (2004)


Bila dilihat dari tabel di atas terlihat bahwa ikan gabus memiliki kandungan protein yang tinggi.  Bila dibandingkan dengan beberapa ikan yang cukup sering dikonsumsi masyarakat, ikan gabus termasuk yang memiliki protein paling tinggi. Bunda bisa melihatnya di Tabel 2.



Tabel 2. Kadar Protein Beberapa Jenis Ikan Per Berat 100 Gram

 

No

Jenis Ikan

JumlahProtein

Satuan

 

 

1

Ikan Gabus Segar

 

 

25,2

 

 

Gram

2

Ikan Mas

16

Gram

3

Ikan Tongkol

23,2

Gram

4

Ikan Bandeng

20

Gram

5

Ikan Mujair Segar

18,7

Gram

6

Ikan Lele Dumbo

7,8

Gram

Sumber : DKBM (2004)


Ikan gabus dengan kandungan protein yang tinggi sehingga sangat baimenjadi sumber protein dalam asupan makan sehari-hari. Ada delapan kategori fungsi protein yang terdiri atas :


1. Membangun jaringan tubuh yang baru.

Protein diperlukan untuk anabolisme karena unsur gizi ini merupakan konstituen semua sel juga jaringan tubuh. Saat pembangunan jaringan baru dibutuhkan pada pertumbuhan (masa bayi kanak-kanak, remaja dan kehamilan) di samping pada saat kesembuhan (luka atau penyakit),

2. Memperbaiki jaringan dalam tubuh.

Katabolisme yang berlangsung pada semua protein tubuh membutuhkan resintesis protein yang baru dari asam-asam amino.

3. Menghasilkan senyawa esensial.

Asam amino dan protein adalah konstituen hormon, enzim dan sekret tubuh lainnya. 

4. Mengatur tekanan osmotik.

Protein plasma (albumin) menjaga keberadaan air dalam plasma darah serta mencegah penimbunan cairan dalam jaringan (edema) atau rongga tubuh (hidrotoraks, asites dll)

5. Mengatur keseimbangan cairan, elektrolit dan asam basa.

Protein plasma merupakan zat aktif osmotik dan pendapar.

6. Menghasilkan pertahanan tubuh.

Antibodi seperti imunoglobulin dibentuk dari protein seperti arginin, glutamin, dan glutation.

7. Menghasilkan mekanisme transportasi.

Protein dapat melarutkan zat lemak untuk dibawa dalam darah, contohnya lipoprotein yang mengangkut kolesterol.

8. Menghasilkan energi.

Setelah nitrogen dikeluarkan, kerangka karbonnya dapat dioksidasi untuk memberikan 4 kcal per gram protein. Tapi, protein digunakan menjadi sumber energi hanya ketika dalam kondisi :

a. asupan hidratarang serta lemak sebagai sumber energi tidak mencukupi

b. asupan protein melebihi kebutuhan


Albumin pada Ikan Gabus

Kandungan protein ikan gabus terdiri dari asam amino penting, baik asam amino non esensialn maupun asam amino esensialnya.

Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga asam amino esesnsial didapatkan dari asupan makanan; leusina, isoleusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, triptofan, dan valina.

Sedangkan kelompok asam amino non esensial penting pada ikan gabus seperti asam glutamate , arginin , dan asam aspartat        relatif tinggi, yang juga sangat berperan penting dalam membantu penyembuhan luka (M. Shafri MA and A Mannan MJ, 2012). Kandungan asam lemak pada ikan gabus juga sangat baik untuk kesehatan.

Ikan gabus sangat kaya akan albumin. Albumin merupakan plasma protein tubuh yang jumlahnya separuh dari total protein di tubuh sebesar 7,2 9 g/dl. Albumin mengandung 16 asam amino. Sebagai plasma protein, peran albumin sangat penting yaitu mulai dari penyusun sel, antibodi, enzim, hingga hormon (Restiana et al, 2009).




Albumin juga merupakan protein utama dalam plasma hewan dan menyusun sekitar 60 % dari total protein plasma. Sejalan dengan hal tersebut, Salasia dan Hariono (2010:1) menegaskan bahwa protein utama dalam plasma adalah albumin.

Albumin dengan berat molekul (BM)+69.000, menduduki 40-60% dari total protein serum tergantung dari jenis spesies, umur, lingkungan, dan status gizi.

Albumin mempunyai peranan penting dalam memelihara tekanan osmose darah, sebagai cadangan asam amino untuk protein jaringan, dan pengikat berbagai zat, misalnya penisilin, aspirin, barbiturate, histamin, bilirubin, porfirin, dan ketosteroid (Salasia dan Hariono, 2010:6).

Ikan gabus memiliki kandungan protein yang tinggi terutama albumin 15-20% (Tawali, et al 2012) dan asam amino esensial, lemak yang khususnya asam lemak esensial, mineral yang khususnya seng (Zn) serta beberapa vitamin yang bermanfaat baik bagi kesehatan tubuh.

Kandungan asam amino esensial protein ikan gabus lebih lengkap dan kadarnya lebih tinggi dibandingkan dengan protein telur (A. Mustafa, 2012). Kandungan asam lemak ikan gabus berupa omega 9 , omega 6, dan omega 3 yang sangat baik bagi kesehatan (Zuraini et al.,2012).

Ikan gabus memiliki kandungan mineral yang tinggi sebab ikan gabus termasuk ikan yang suka berada di dasar atau lumpur. Ikan ini memiliki kandungan mineral berupa ZnFe, (Marimutu et al., 2012).


Manfaat Ikan Gabus Bagi Kesehatan

Albumin adalah protein utama dalam plasma di tubuh manusia. Albumin menyusun sekitar 60 % dari total protein plasma. Albumin khususnya diproduksi di hati, menyediakan 75-80% tekanan osmotik koloid plasma, penting dalam menjaga cairan dalam rongga vascular (Tilley and Smith, 2000).

Hati menghasilkan 12 gram albumin perhari yang merupakan 25 % dari total sintesis protein hepatik dan separuh dari seluruh protein yang disekresikan organ (Restiana et al, 2009).

Sebagai sumber bahan makanan yang mengandung protein dan albumin, ikan gabus dibutuhkan dalam jumlah yang banyak, hal ini dikarenakan kebutuhan akan filtrat albumin di rumah sakit yang semakin meningkat. (Santoso, 2009).

Albumin mempunyai banyak gugus sulfhidril (-SH).        Fungsinya sebagai pengikat radikal, dan dengan adanya gugus tiol ini memiliki fungsi penting dalam penanganan kasus sepsis.

Albumin dapat berperan sebagai antioksidan. Albumin berperan dalam pembersihan radikal bebas oksigen yang diimplikasikan pada pathogenesis inflamasi. Larutan fisiologis albumin manusia dapat menghambat produksi radikal bebas oleh leukosit polimorfonuklear.




Menurut Sunatrio (2003) kemampuan pengikat ini berhubungan dengan melimpahnya gugus sulfhidril (-SH) di dalam albumin. Protein yang kaya dengan gugus –SH akan mampu mengikat logam-logam berbahaya dan juga senyawa-senyawa yang bersifat efek antioksidan (Santoso, 2009).

Pasien pasca operasi juga memerlukan albumin. Pemberian ekstrak ikan gabus untuk pasien pasca operasi mempercepat proses pembentukan jaringan. Tingkat serum albumin secara signifikan berkorelasi dengan tingkat penyembuhan pada luka.

Penyembuhan pada luka sangat mungkin memerlukan protein, antara zat penting lainnya, sebagai dasar untuk pembentukan jaringan kolagen. Fungsi albumin sebagai mengikat dan transportasi zat, pengaturan tekanan osmotik, penghambatan pembentukan trombosit dan anti-trombosis, meningkatkan permeabilitas sel, dan sebagai antioksidan (Sunatrio, 2003; Maryanto, A., 2004)

Penelitian lain menunjukkan bahwa bubuk albumin ikan gabus lebih efektif untuk menyembuhkan luka wistar putih (Rattus novergicus) dibandingkan dengan bubuk yang didapat darikan mas (Cyprinus carpio), bandeng (Chanos chanos), dan ikan lele (Clarias gariepinus) (Suprayitno, E., 2003)

Beberapa nutrisi penting yang terkandung dalam ekstrak ikan gabus, seperti asam amino dan asam lemak, memainkan peran penting dalam sintesis serat kolagen selama proses penyembuhan luka. Ekstrak ikan gabus memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan centrimide yang lebih umum bila digunakan sebagai obat untuk mengobati luka.

Glisin terkandung yang kaya akan asam arakidonat berfungsi sebagai prekursor prostaglandin, dan poli asam lemak tak jenuh mempromosikan sintesis prostaglandin dan dapat meningkatkan kekuatan tarik (Baie H and Sheikh KA, 2000)

Hasil penelitian lain juga melaporkan bahwa penggunaan ikan gabus sebagai sumber protein dapat mempertahankan jumlah albumin pasien rawat inap di rumah sakit sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan pasien (Taslim NA, 2004).

Dalam aspek klinis, ikan gabus telah diasosiasikan sebagai obat karena telah terbukti secara klinis membantu proses penyembuhan pada pasien pasca operasi (Suprayitno dkk, 2009; Hidayanti, 2006; Taslim, NA., 2004) dan pasien luka bakar (Midu, A., 2012; Sofyan, 2013; Suma, 2014.).

Albumin dari ikan gabus baik untuk penderita hipoalbuminemia (rendah albumin) Hipoalbuminemia terkait dengan berikut tiga penyebab umum: kurangnya bahan baku untuk sintesis protein (asam amino dari makanan), gangguan hati, dan hilangnya albumin melalui pembuangan atau ekskresi (Kusumobroto, 2002).



Hipoalbuminemia umumnya ditemukan di gizi buruk, kelaparan dan kasus patologi gastrointestinal dalam kaitannya dengan daya cerna dan protein disfungspenyerapan. Tingkat albumin yang rendah menyebabkan tekanan darah osmotik menurun, dapat menyebabkan rembesan cairan melalui pembuluh darah yang dapat menyebabkan edema (Winarno, 1993.)

Pemberian Ekstrak ikan gabus dalam diet pasien hipoalbuminemia secara signifikan meningkatkan kadar serum albumin pasien. Pemberian ekstrak ikan gabus diperoleh dari 2 kg ikan gabus setiap hari selama lima hari berturut-turut untuk hipoalbuminemia, meningkatkan kadar albumin dari 1,8 g / 100 ml ke kondisi normal,> 3,5 g / 100 ml (Suprayitno, E., 2003)

Kandungan protein dari ekstrak ikan gabus adalah 3: 37% dan sebanding dengan kandungan protein susu sapi (3,2%) (Mahmud et al., 2009).

Penelitian lain yang dilakukan dengan memberikan kapsul tepung ikan gabus pada penderita malnutrisi ODHA. Perlakuan tersebut dapat meningkatkan asupan zat gizi dari penderita tersebut, hal ini menunjukkan adanya perbaikan gizi penderita malnutrisi ODHA dengan adanya pemberian kapsul tepung ikan gabus (Salma, 2007)

Hasil penelitian yang melaporkan bahwa terjadi peningkatan albumin darah pada pasien pasca bedah di RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar. Pasien tersebut diberikan kapsul konsentrat ikan gabus selama 14 hari yaitu sebesar 0.7 g/dl dan mempercepat penyembuhan luka operasi (Hidayanti, 2007).

Hal yang sama ditunjukkan pada pemberian kapsul ikan gabus pada pasien ODHA yang dirawat di RSU Wahidin Sudirohusodo Makassar di mana terjadi peningkatan kadar albumin darah sebesar 0.6 g/dl (Salma,2007).

Selain itu, telah pula dilakukan penelitian dengan pemeberian ekstrak ikan gabus pada penderita stroke (Naomi, 2009; Muliati, 2008; Vivien, 2012; dan Faradillah, 2012), penderita HIV/AIDS (Salma, 2006; Restiana, 2010; Ashari, 2010), penderita TBC dan luka dekubitus pada penyakit paru-paru (Taslim, N., 2005; Malle, D.,2007; Arifin, 2014), penderita liver / gangguan fungsi hati/sirosis hepatis (Rosa, 2011), pada ibu hamil penderita tekanan darah tinggi/preeklampsia (Meuia, 2011), dengan adanya peningkatan albumin darah, perbaikan status gizi pasien, dan membantu mempercepat penyembuhan.

Tags:

Artikel Terkait