Home Cerita Bunda Apapun Kondisinya, Tidak Ada Manusia yang Bodoh

Apapun Kondisinya, Tidak Ada Manusia yang Bodoh

2016-12-05 11:27:12 Apapun Kondisinya, Tidak Ada Manusia yang Bodoh

Dear Bunda,

Meskipun judul diatas termasuk ekstrim, tapi perlu Bunda ketahui memang hal tersebut benar adanya. Bagaimana bisa?

Pemahaman tersebut memang bergantung pada sudut pandang mana Bunda memaknai arti kata bodoh ataupun cerdas. Kami menggunakan sudut pandang terbalik, seandainya Si Kecil memiliki hambatan dalam belajar, apa pun penyebabnya dan Si Kecil diberi label “bodoh”, maka kami akan mencari kondisi terbaik Si Kecil.

Kondisi terbaik Si Kecil yaitu ketika Si Kecil memiliki manfaat dalam kehidupannya, minimal untuk dirinya sendiri, lalu kemudian bergerak ke lingkungan yang lebih luas, misalnya keluarga, masyarakat, hingga manfaat untuk dunia. Bunda pun harus mengartikan manfaat ini secara luas, mulai dari memunculkan ide yang brilian, menghasilkan karya yang hebat, atau minimal Si Kecil diakui keberadaannya.

Jika ada seseorang yang memiliki banyak hambatan, dan kemudian ia menemukan kondisi terbaiknya, maka hipotesis kami benar, bahwa memang tidak ada manusia yang bodoh di dunia ini. Bunda juga setuju? Jika Bunda belum setuju, mari kita baca satu per satu kisah hebat dari orang-orang istimewa ini.

  1. Muhammad Ammar: Penulis Kamus Bergambar 3 Bahasa
    Ammar lahir sebagai penyandang autisme pada tahun 1993 di Purwokerto. Di tengah keterbatasannya, Ammar mampu membuat kamus bergambar dengan 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Arab. Saya rasa, hanya seseorang yang memiliki kecerdasan di tingkat professorlah yang mampu membuat kamus seperti ini!
  2. Kharisma Rizki Pradana: Sang Kamus Berjalan
    Bunda dari Kharisma pernah jatuh dari loteng ketika sedang mengandung Kharisma. Alhamdulillah Kharisma lahir dengan selamat. Namun ternyata, dalam perkembangannya, Kharisma dinyatakan mengalami autism.
    Orangtua dan guru-guru Kharisma terus membina dan mendidik Kharisma, hingga akhirnya potensi besar Kharisma pun ditemukan. Kharisma ternyata memiliki daya ingat yang sangat kuat. Saat kemampuan Kharisma terus dilatih, Kharisma pun memperoleh prestasi yang luar biasa membanggakan loh Bund!
    Kharisma berhasil memecahkan rekor MURI dengan menghafalkan 250 lagu bagi penyandang autism. Wow keren banget ya Bund!
  3. Jamaludin Cahya: Lumpuh yang Jago Mendesain
    Cahya, menderita lumpuh layu dan tinggi badannya hanya sekitar 75 cm. Selain itu, Cahya ternyata juga penyandang autism. Namun, Cahya memiliki kemampuan yang hebat sekali dalam mendesain.
    Selain itu, Cahya juga menyabet Juara I Desain Grafis Tingkat Karesidenan Pati, Juara I Desain Grafis Tingkat Jawa Tengah, dan Juara I Desain Grafis Tingkat Nasional. Dan ternyata, semua prestasi Cahya tersebut ia raih ketika tahun 2009 untuk kategori tingkat siswa SLB.
    Cahya sekarang dipercaya menjadi desainer sampul sebuah majalah loh Bund. Wihh hebat banget ya Bunda! Karena kehebatannya tersebut, Cahya kini tengah dilirik sebuah majalah anak di Jakarta untuk mendesain sampul majalah.
  4. Delly Meladi: Hafal 650 Lagu dengan Suara Bunglon
    Delly Meladi merupakan seorang tunanetra yang memiliki kelebihan dalam menirukan suara seseorang, atau biasanya disebut dengan “Suara Bunglon”. Jika Delly menyanyikan lagu Iwan Fals, maka Delly pun bisa menirukan suara Iwan Fals, jika ia menyanyikan lagu dari Ungu maka suara Delly akan mirip dengan Pasha Ungu, begitu juga dengan lagu lainnya. Dan perlu Bunda ketahui, kemampuan tersebut sangat langka loh Bund!
    Delly pun juga berhasil memecahkan rekor MURI Bund! Ia mampu menyanyikan 650 lagu selama 5 hari di Mall Ciputra. Dan sekarang ini, Delly memiliki kesibukan menghibur di acara-acara spesial, seperti pesta dan acara pernikahan.
  5. Alit Agung Wijaya: Tunarungu Pemecah Rekor MURI
    Pada tahun 2009, Alit yang memiliki keterbatasan dalam mendengar, mampu memecahkan rekor MURI loh Bund, dengan melukis 100 sketsa wajah dalam 6 jam. Selain itu Alit juga prestasi lain, seperti Juara Lomba Desain Animasi dan Juara Nasional Lomba Komik (2008), Juara II Ajang Coverstar (2009), menjadi Bintang Elmosta Semarang (2010), serta menjadi coverboy di majalah Aneka Yess (2011).

Wah ternyata hebat-hebat ya Bund potensi dari anak yang memiliki kekurangan tersebut. Bunda hanya perlu menggali “harta karun” dari Si Kecil dan membantu untuk mengembangkannnya agar Si Kecil dapat bersinar ketika ia tumbuh dewasa.

Mari semangat membantu Si Kecil untuk mengeksplorasi, menumbuhkan dan mengembangkan potensi Si Kecil yuk Bund ;)

Sumber: Chatib, M. 2012. Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak. Bandung: Kaifa.

Ditulis oleh Bunda Devi (Karanganyar, Solo)

Tags:

Artikel Terkait