Home Cerita Bunda Fakta- Fakta Tentang Kecerdasan Anak, Bunda Perlu Tahu.

Fakta- Fakta Tentang Kecerdasan Anak, Bunda Perlu Tahu.

2016-12-05 11:12:39 Fakta- Fakta Tentang Kecerdasan Anak, Bunda Perlu Tahu.

Dear Bunda, Perkenalkan namaku Bunda Devi, Pada artikel sebelumnya, saya telah menjelaskan 9 jenis kecerdasan majemuk atau multiple intelligent menurut Howard Gardner, (Klik disini untuk membaca artikel 9 Jenis Kecerdasan), diantaranya cerdas alam (naturalis), cerdas gambar dan ruang (visual-spasial), cerdas gerak (kinestetik), cerdas eksistensial, cerdas matematis-logis (kognitif), cerdas bahasa (linguistic), cerdas musik (musikal), cerdas diri (intrapersonal), dan cerdas bergaul (interpersonal).

Dan ternyata, 9 jenis kecerdasan ini juga diteliti oleh Thomas Armstrong selama 20 tahun loh Bunda! Armstrong mempelajari dan mengaplikasikan teori multiple intelligences pada sebuah kelas. Dan muncullah fakta-fakta berikut tentang kecerdasan anak.

  1. Semua kecerdasan itu sederajat, meskipun masing-masing kecerdasan memiliki kriteria yang berbeda. Sebenarnya tidak ada kecerdasan yang lebih unggul, lebih baik, atau lebih penting daripada kecerdasan lainnya. Maksudnya, jika Si Kecilnya Bunda memiliki kecerdasan matematis-logis, bukan berarti Si Kecil memiliki kecerdasan yang lebih hebat daripada kecerdasan yang lain, misalnya kecerdasan interpersonal. Sehingga, tidak ada tingkatan dalam kecerdasan Si Kecil.
  2. Kecerdasan tersebut bersifat dinamis. Hal tersebut berarti, anak memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi, menumbuhkan, dan mengembangkan kecerdasannya tersebut. Jika seandainya Si Kecil memiliki kecerdasan tertentu yang lemah, bukan berarti kelemahan tersebut akan terus dimiliki oleh Si Kecil. Dan Bunda disini berperan penting untuk membantu Si Kecil dalam proses belajar dan memberikan stimulus yang tepat untuk membantu mengembangkan kecerdasan yang lemah tersebut.
  3. Setiap anak dapat memiliki lebih dari satu jenis kecerdasan. Misalnya nih Bunda, Si Kecil hebat banget dalam kemampuan kinestetiknya, tapi boleh juga kok kalo Si Kecil juga dengan mengembangkan kemampuan bermusiknya.
  4. Setiap jenis kecerdasan memiliki banyak indikator. Contohnya, kecerdasan bahasa (linguistic) memiliki indikator berupa kemampuan untuk berbicara, mendengar, membaca, dan menulis. Nah, jika Si Kecil kurang pandai dalam menulis puisi atau cerita, tetapi jika Si Kecil pandai saat berbicara di depan orang banyak, maka Si Kecil dapat dikatakan memiliki kecerdasan linguistic.
  5. Indikator kecerdasan yang berbeda-beda ini akan saling bekerjasama hampir di setiap aktivitas Si Kecil. Ketika Si Kecil memiliki kemampuan dalam menggambar, maka indikator kecerdasan kinestetik berupa gerakan jari jemari secara otomatis juga akan berkembang, sehingga Si Kecil pun akan menghasilkan lukisan yang indah. Selain itu, hasil gambar atau lukisan yang detail dari Si Kecil ini pun juga termasuk salah satu indicator kecerdasan naturalisnya. Wah ternyata bisa dobel gitu ya Bunda!

Melihat fakta-fakta diatas, sangat mungkin jika Si Kecil memiliki banyak kecerdasan ya Bunda. Namun, terkadang, muncul pertanyaan, mengapa kecerdasan tersebut justru tidak muncul dalam kehidupan sehari-hari Si Kecil?

Menurut Gardner, kecerdasan anak sangat dipengaruhi oleh stimulus lingkungan, termasuk Bunda. Stimulus tersebut akan membentuk pengalaman dalam otak Si Kecil. Dan ternyata, ada dua jenis pengalaman yang berasal dari stimulus lingkungan, seperti:

  1. Crystallizing experience. Pengalaman berupa apresiasi atau motivasi akan memberikan kekuatan positif pada Si Kecil. Pengalaman positif tersebut akan mengkristal dalam diri Si Kecil, sehingga crystallizing experience akan menjadi pengalaman yang dapat mendorong munculnya kecerdasan Si Kecil.
  2. Paralyzing experience. Pengalaman negatif berupa tekanan psikologis yang tidak mendukung proses belajar dan tidak pernah menerima apresiasi atas apa yang telah dilakukan Si Kecil, secara tidak langsung akan menghentikan semangat dan motivasi belajarnya. Sehingga, paralyzing experience ini justru dapat menghambat munculnya kecerdasan Si Kecil.

Oleh karena itu Bund, mari kita berikan stimulus terbaik untuk membantu menumbuhkan kecerdasan Si Kecil. Pahami juga jenis kecerdasan yang dimiliki Si Kecil sehingga Si Kecil dapat fokus pada bakat dan kemampuannya. Mari optimalkan kecerdasan Si Kecil Bund! ;)

Sumber: Chatib, M. 2012. Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak. Bandung: Kaifa.

Ditulis oleh Bunda Devi (Karanganyar, Solo)

Tags:

Artikel Terkait