Home Tumbuh Kembang Anak Bunda, Jauhkan Gadget Saat Bersama Si Kecil

Bunda, Jauhkan Gadget Saat Bersama Si Kecil

2017-02-15 23:28:32 Bunda, Jauhkan Gadget Saat Bersama Si Kecil

Dear Bunda,

Saat sedang asyik bermain bersama Si Kecil, pernahkah Bunda melirik smartphone hanya sekedar untuk mengecek notifikasi yang masuk dari akun media sosial Bunda? Tentu semua Bunda pernah mengalami hal ini ya. Memang, smartphone bisa menjadi teman bagi Bunda ketika Bunda sedang senggang sejenak di lantai setelah bersih-bersih rumah, atau setelah Si Kecil tertidur. Kadang, smartphone juga ampuh memberi hiburan di saat Bunda sedang mengalami stress atau kejenuhan terhadap rutinitas sehari-hari.

 

Namun, kehadiran smartphone ternyata ada sisi negatifnya lho Bunda. Berikut beberapa penelitian yang menyatakan dampak negatif penggunaan smartphone saat mengasuh anak :

  1. Mengaburkan peran dalam keluarga

Dilansir dari parents.com, menurut penelitian yang dimuat dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, ketika seorang ibu menggunakan smartphone di sekitar anak-anaknya, keluarga akan lebih rentan mengalami konflik dan ketegangan. Mengapa? Karena akan mengaburkan peran seorang wanita dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, atau sosialnya.

  1. Perhatian beralih pada smartphone

Dilansir dari parents.com, penelitian dilakukan pada 35 responden yang berprofesi sebagai pengasuh anak. Hasilnya, penggunaan smartphone saat mengasuh anak ternyata berdampak negatif pada pola pengasuhan. Saat pengasuh mengambil smartphonenya untuk fokus membaca berita atau email yang masuk, sementara Si Kecil meminta perhatian pengasuh tersebut, Si pengasuh cenderung membentak anak asuhannya. Si Kecil merasa berkompetisi dengan gadget milik pengasuhnya untuk mendapatkan perhatian.

  1. Mengganggu perkembangan otak Si Kecil

Dilansir dari merdeka.com, sebuah penelitian yang dilakukan di University of California menyarankan pada ibu untuk menjauhkan smartphone ketika sedang merawat bayi. Penggunaan smartphone tersebut dapat membuat perhatian dari ibu menjadi teralihkan dari bayi dan dapat berakibat buruk terhadap perkembangan otak si buah hati. Pada penelitian tersebut Tallie Z. Baram dari University of California menemukan bahwa ritme dan pola perawatan dari ibu ke bayi yang konsisten merupakan salah satu hal penting dalam perkembangan otak bayi. Penelitian tersebut dilakukan dengan eksperimen menggunakan bayi tikus. Terdapat dua bayi tikus dengan perlakuan dan perhatian yang sama dari induk mereka. Hanya saja terdapat perbedaan terhadap gangguan yang diberikan terhadap induk tikus. Pada bayi tikus yang induknya banyak mengalami gangguan, ketika telah tumbuh dewasa mereka cenderung mengalami kesulitan untuk merasakan dan mendapatkan kesenangan. Perkembangan otak yang terjadi pada tikus disebut memiliki banyak kesamaan dengan yang terjadi pada manusia.

 

Lalu, bagaimana sebaiknya?

  1. Hindari menggunakan smartphone saat bersama Si Kecil seperti di meja makan, saat menemaninya bermain, atau saat di tempat tidur membacakan cerita tidur untuknya. Karena waktu-waktu tersebut sangat berharga untuk mendekatkan ikatan batin Bunda dan Si Kecil.
  2.  Memberlakukan aturan mengenai tidak bolehnya menggunakan perangkat elektronik pada waktu-waktu tertentu atau tempat tertentu di rumah.

 

Nah, itulah Bunda bagaimana menyikapi kehadiran smartphone di tengah-tengah keluarga. Di zaman dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini smartphone seakan menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Namun, jangan berlebihan menggunakannya ya Bunda agar tidak menganggu interaksi Bunda dan Si Kecil. Jika penggunaan perangkat elektronik sudah menjadi berlebihan dan menggantikan interaksi langsung dalam kehidupan sehari-hari, maka Si Kecil menjadi tidak terbiasa dengan berbincang, mengobrol atau bersosialisasi secara langsung. Mereka cenderung tidak peka terhadap berbagai aspek sosial dan bagaimana cara merespon dengan tepat terhadap hal-hal yang diekspresikan orang lain kepadanya.

 

 

Sumber :

http://www.parents.com

http://www.merdeka.com

Tags:

Artikel Terkait