Home Anak Susah Makan Pembiasaan Makan yang Baik untuk Anak

Pembiasaan Makan yang Baik untuk Anak

2017-02-13 04:59:04 Pembiasaan Makan yang Baik untuk Anak

Salah satu peran orangtua adalah untuk memastikan anak memiliki kebiasaan makan yang baik. Hal ini tidak dapat disepelekan. Kenapa demikian? Karena pembiasaan itu harus dilakukan sejak dini. Jika tidak begitu, maka di masa depan, saat anak beranjak besar, ia akan sulit membentuk kebiasaan makan yang baik dan terkondisikan.

Bunda sebagai orangtua tentu tidak mau kalau anak makan sembarangan, kan? Contohnya saja anak yang gemar jajan di sekolah. Apakah Bunda yakin ia dapat hidup sehat di masa mendatang? Resikonya memang tidak kentara dalam waktu singkat, namun merupakan resiko jangka panjang yang entah kapan akan ketahuannya. Nah, sebelum hal yang tak diinginkan terjadi pada anak Bunda, maka sekarang saatnya menerapkan pembiasaan makan yang benar kepada anak.

Tahukah Bunda? Anak membutuhkan makanan yang seimbang dari 4 jenis makanan ini: buah, sayur, padi-padian (makanan pokok), susu atau alternatifnya, serta daging atau alternatifnya. Sudahkah Bunda menyajikan keempat jenis makanan ini untuk anak tercinta?

Selain jenis makanan yang baik, Bunda juga harus tahu ritme makan yang baik untuk anak, yakni: 3 kali makan dalam sehari, dan satu hingga tiga kali pemberian snack setiap harinya (pagi, siang, dan sebelum tidur). Manfaat snack sehat tak kalah pentingnya dari makanan pokok anak lho.

Lalu, jenis makanan apa yang terbaik untuk anak? Makanan yang terbaik adalah makanan yang segar, dan tidak diproses terlebih dahulu, misalnya saja buah dan sayur segar, daging, maupun makanan lain yang diolah dirumah, bukan makanan pabrikan atau kalengan. Tentu kalau dibuat di rumah dalam kondisi segar, Bunda tak akan takut akan adanya pengawet maupun bahan lain yang belum tentu baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak, bukan?

Bagi Bunda yang ingin belajar bagaimana menyajikan makanan yang baik untuk anak, berikut ini ada panduan dari Canada’s Food Guide yang merekomendasikan penyajian makanan berikut ini setiap harinya:

  • Buah dan sayur (sumber vitamin, mineral, dan serat) : pilihlah yang berwarna hijau gelap dan juga oranye, baik buah maupun sayur sebagai menu sajian setiap harinya.
  • Padi-padian (sumber energi dari karbohidrat)
  • Susu atau alternatifnya (sumber kalsium dan vitamin D, bagi anak-anak merupakan sumber yang baik untuk protein): setelah anak menginjak usia 2 tahun, maka kita bisa memberikan susu rendah lemak atau alternatifnya. Sebelum anak usia 5 tahun, maka sebaiknya Bunda tidak memberikan dahulu skim milk.
  • Daging atau alternatifnya (sumber zat besi dan protein): pilihlah daging tanpa lemak, unggas, dan ikan, telur tahu, dan beberapa jenis makanan sehat lainnya sebagai sumber protein. Disarankan untuk menyajikan menu makanan 2 kali saji untuk ikan setiap minggunya.

Lalu, bagaimana dengan lemak? Apakah harus membatasi pemberiannya pada anak?

Bunda bisa sajikan sajian makanan mengandung lemak yang sehat. Makanan ini mengandung lemak essensial lemak omega 3 dan omega 6 yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh dan harus diperoleh dari asupan makanan tertentu. Untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan zat omega 3 dan 6, maka Bunda bisa menyajikan masakan dengan kandungan minyak sayur dan juga olive oil atau soybean.

Jika sudah tahu makanan apa saja yang baik untuk anak, maka inilah tugas Bunda selanjutnya:

  • Atur waktu makan dan snack anak setiap harinya. Makan bersama menjadi salah satu pembiasaan yang positif bagi anak.
  • Sajikan ragam makanan yang berbeda dari keempat jenis makanan tersebut. Begitu pula untuk snack, haruslah dari bahan yang sehat.
  • Sajikan makanan yang mudah mereka makan, seperti dengan memotongnya menjadi bagian yang kecil untuk mencegah anak tersedak makanan.
  • Ajarkan anak menggunakan sendok atau gelas. Hal ini untuk melatihnya agar belajar makan sendiri.
  • Sajikan makanan yang sesuai umurnya
  • Hindari menyogok anak dengan makanan penutup yang manis agar ia mau makan. Pilihlah makanan penutup yang sehat, seperti buah atau yoghurt.
  • Ajarkan kepada bagaimana membaca label yang benar. Kebiasaan ini bisa membantunya memilih makanan sehat sendiri.
  • Hindari makan di restoran cepat saji, dan tunjukkan pada anak betapa pentingnya menikmati makanan bersama keluarga dan menikmati makanan yang sehat yang dimasak di rumah.

Lalu, bagaimana dengan soda? Bolehkah anak mengkonsumsi jenis minuman ini?

Sebagian besar Bunda sudah tahu bahwa soda adalah salah satu jenis minuman yang harus dihindari pada anak. Namun, karena menganggap remeh, makanya banyak yang tetap menyajikan minuman ini. padahal soda tidak memberikan nutrisi ke tubuh anak. Jika anak sulit berhenti minum soda, maka jangan sediakan minuman ini di rumah, atau perlahan, kurangi keberadaan minuman ini dirumah. Lama kelamaan anak akan meninggalkan minuman soda.

Tags:

Artikel Terkait