Home Anak Susah Makan Berikan Makanan Sehat Untuk Anak dan Batasi Konsumsi Pangan Manis, Asin, dan Berlemak

Berikan Makanan Sehat Untuk Anak dan Batasi Konsumsi Pangan Manis, Asin, dan Berlemak

2017-02-07 05:04:13 Berikan Makanan Sehat Untuk Anak dan Batasi Konsumsi Pangan Manis, Asin, dan Berlemak

Menteri Kesehatan sudah mengeluarkan aturan tentang pencamtuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak pada makanan olahan siap saji. Hal ini dicantumkan pada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 30 tahun 2013. Tentunya, adanya aturan ini bukan tanpa alasan, karena kadar berlebih dari gula, garam, dan juga lemak pada makanan bisa menimbulkan efek yang merugikan bagi tubuh. Beberapa resiko yang perlu dihindari, yaitu stroke, diabetes, hipertensi, dan serangan jantung.

Resiko ini bukan hanya mengintai orang dewasa saja. Makanan dengan kandungan berlebih dari bahan di atas bila dikonsumsi oleh anak kecil, juga akan meningkatkan resiko akan beberapa penyakit di atas. Oleh karena itu, bagi Bunda yang memberikan makanan cepat saji, ada baiknya untuk menilik kembali angka yang menunjukkan besaran kandungan dari makanan tersebut.

Nampaknya masyarakat perlu sadar bahwa membaca label pangan sangat penting. Pilihan terbaik makanan yang layak konsumsi bagi keluarga tercinta adalah yang rendah gula, lemak, dan juga garam. Berikut ini ada informasi penting mengenai penggunaan ketiga bahan tersebut, serta cara mengurangi konsumsinya agar tercipta  gaya hidup sehat:

  1. Konsumsi gula

Sepertinya semua Bunda sudah paham bahwa konsumsi gula yang berlebihan akan menyebabkan peningkatan berat badan serta meningkatkan kadar gula darah (bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama) menimbulkan resiko pada osteoporosis, jantung, dan kanker.

Begini cara Bunda membatasi gula pada si kecil, perlu diterapkan perlahan:

  • Kurangi secara perlahan penggunaan gula pada anak dan keluarga, baik pada minuman maupun pada makanan yang disajikan.
  • Membatasi minuman bersoda
  • Bunda bisa mengganti makanan penutup yang biasanya manis, seperti kue atau es krim. Sebaiknya ganti dengan buah atau sayur sayuran segar
  • Kurangi konsumsi es krim
  • Baca informasi gula dan kandungan kalori total serta garam pada setiap makanan kemasan yang dibeli.
  • Mengurangi konsumsi coklat yang mengandung gula.

 

  1. Konsumsi garam

Kandungan NaCl atau garam pada makanan adalah salah satu pemikat rasa yang ada pada makanan kemasan. Konsumsi natrium pada makanan atau minuman yang berlebih bisa mempengaruhi kesehatan, salah satunya adalah meningkatkan tekanan darah.

Maka dari itu, Bunda yang selalu menyajikan makanan untuk keluarga, dianjurkan untuk mengurangi kandungan garam dalam makanan. Beberapa cara yang bisa ditempuh adalah:

  • Menggunakan garam beriodium untuk konsumsi harian pada bahan makanan yang dimasak.
  • Saat membeli makanan kemasan kaleng,  berupa  sayuran, kacang-kacangan, ikan, maka bacalah label informasi nilai gizi terbih dahulu, dan pilih  yang rendah natrium.
  • Jika memang tidak ditemui makanan kaleng rendah natrium, maka makanan tersebut perlu di cuci terlebih dahulu, untuk membuang sebagian garam yang ada pada makanan.
  • Gunakanlah mentega atau margarin tanpa garam
  • Bagi yang masih mengkonsumsi mi instan, gunakan sebagian saja bumbu dalam sachet yang tersedia pada kemasan.
  • Untuk meningkatkan rasa, maka bisa menggunakan bumbu makanan yang berbeda. Jadi tidak harus memberikan garam berlebih. Bisa menggunakan jahe, dan juga bawang putih.

Untuk menurunkan tekanan darah, maka konsumsi makanan sumber kalium seperti berikut ini :

  • kentang
  • kismis
  • pisang
  • kacang
  • yoghurt
  1. Konsumsi lemak

Lemak dibutuhkan tubuh. Namun penggunaannya harus dibatasi dan tidak boleh berlebihan. Lemak sendiri beguna untuk meningkatkan jumlah energi, dan juga membantu penyerapan berbagai vitamin, seperti A, D, K, E, serta menambah kelezatan hidangan.

Konsumsi lemak yang ideal tidak boleh lebih dari 25 persen kebutuhan energi. Lemak berlebih dapat mengakibatkan penurunan konsumsi makanan lain. Hal ini karena, lemak cukup lama dicerna tubuh hingga bisa berada di saluran cerna cukup lama jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Sehingga lemak menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

Begitulah, salah satu tips penyajian makanan sehat anak dan keluarga yang perlu Bunda ketahui. Kesehatan keluarga itu tergantung dari apa yang disajikan oleh Bunda di meja makan, dan bisa mempengaruhi pola hidup di masa yang akan datang. Misalnya seorang anak yang terbiasa konsumsi MSG, maka ketika ia sampai dewasa, makanan yang ia pilih akan cenderung berupa makanan yang memiliki rasa yang kuat, yang gurih, dan enak. Namun, jika dari kecil ia dibiasakan untuk makan makanan yang tidak terlalu asin, maka ketika ia dewasa akan lebih mudah baginya untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, dan mengandung natrium atau garam rendah.

 

Sumber:

PEDOMAN GIZI SEIMBANG. KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2014. DIREKTORAT JENDERAL BINA GIZI DAN KIA.

Tags:

Artikel Terkait