Home Anak Susah Makan Penggunaan MSG pada makanan Anak, Kenali Resikonya

Penggunaan MSG pada makanan Anak, Kenali Resikonya

2017-02-07 04:11:57 Penggunaan MSG pada makanan Anak, Kenali Resikonya

Bunda tentu sudah mengenal yang namanya MSG (Monosodium Glutamate). Penyedap makanan ini sukses bikin masakan Bunda menjadi makanan dengan cita rasa yang enak dan bikin nagih. Selain dampaknya yang bisa buat makanan makin enak, ternyata ada resiko tersembunyi di dalamnya.

MSG ini juga bisa ditemukan dalam makanan yang Bunda beli, seperti makanan cepat saji dan juga berbagai snack kesukaan si kecil. Paling banyak, makanan dengan MSG banyak ditemui pada jenis makanan Chinese, sayuran kaleng, dan juga daging olahan.

Inilah beberapa resiko dari penggunaan MSG pada makanan dilansir dari mayoclinic.org:

  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Rasa ketat atau kaku di wajah
  • Rasa terbakar di wajah, leher, dan beberapa area tubuh
  • Jantung berdetak kencang
  • Sakit pada dada
  • Perasaan tidak nyaman di perut
  • Mudah lelah

Reaksi yang ditimbulkan ini tidak serta merta bisa dirasakan dalam waktu singkat. Ada yang merasakannya dalam waktu yang relative lama. Untuk menghindari beberapa gejala di atas, langkah paling tepat yang bisa Bunda lakukan adalah menjauhi makanan  mengandung MSG. Namun, ditengah maraknya berbagai  makanan fast food dan juga snack yang beredar sekarang ini, akan sangat susah untuk benar-benar menghindarkan anak dan keluarga dari MSG. Maka berikut ini yang bisa Bunda lakukan untuk mengurangi konsumsi MSG bagi anak dan keluarga tercinta, menurut Dr. Edward Group:

  1. Berhati-hatilah membaca label produk ketika membeli makanan. Jika Bunda melihat ada kandungan MSG  pada label makanan, maka jangan membeli produk tersebut.
  2. Ketika makan di restoran, maka  tanyalah apakah makanan yang disajikan mengandung MSG atau tidak.
  3. Jauhi sebisa mungkin  makanan cepat saji. Karena kebanyakan makanan jenis tersebut menggunakan MSG pada makanan dan minuman untuk meningkatkan rasa hingga membuat kita ketagihan ingin memakannya kembali.
  4. Konsumsi MSG bisa menyebabkan pembengkakan membrane mucus pada gastrointestinal tract.

 

Makanan dengan MSG pun makin mudah ditemui di masyarakat. Mulai dari makanan di warung hingga supermarket, hingga bagi Bunda yang ingin menerapkan gaya hidup sehat bagi anak akan lebih sulit mengendalikan apa yang dikonsumsi anak. Apalagi jika berada di sekolah, maka orangtua pun akan lebih sulit mengontrol makanan apa yang dibeli oleh anak.

Selain beberapa bahaya di atas, ada pula akibat lain yang bisa ditimbulkan oleh MSG, seperti timbulnya alergi. Pada beberapa orang, konsumsi MSG bisa memicu alergi. Khususnya untuk bayi, makanan dengan tambahan MSG bisa membuat anak menjadi hiperaktif.

Di satu sisi, makanan dengan MSG akan membuat selera makan anak membaik. Namun di sisi lain, anak akan kecanduan makanan yang rasanya enak, hingga pada saat Bunda menyajikan makanan tanpa MSG, wajar jika ia menolak untuk makan. Hal ini karena lidah anak sudah terbiasa mengkonsumsi makanan dengan penguat rasa, Apalagi hal ini sudah menjadi kebiasaan sejak ia dari bayi.

Karena berbagai hal tersebut, untuk mencegah bahaya MSG yang mengancam anak-anak kita, alangkah bijaknya jika Bunda menerapkan pola hidup sehat dengan makanan tanpa MSG yang diterapkan sejak anak masih bayi. Meksipun rasa dari makanan tidak seenak bila penggunaan MSG, namun nyatanya, akan jauh lebih sehat, kan?

 

Sumber:

http://www.mayoclinic.org. “What is MSG? Is it bad for You?”. Diakses pada 4 Februari 2017.

http://www.globalhealingcenter.com. “The Harmful Effects of Monosodium Glutamate (MSG)”. Dr. Edward Group (19 Juni 2014). Diakses pada 4 Februari 2017.

http://www.klikdokter.com. “Efek MSG Bagi Bayi” (19 Oktober 1014). Diakses pada 4 Februari 2017.

Tags:

Artikel Terkait

Belum ada komentar

Bergabung sekarang untuk memberikan komentar