Home Daya Tahan Tubuh Sembelit Pada Anak : Penyebab dan Tips Pencegahannya

Sembelit Pada Anak : Penyebab dan Tips Pencegahannya

2017-02-16 07:45:47 Sembelit Pada Anak : Penyebab dan Tips Pencegahannya

Dear Bunda,

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah umum pada anak-anak. Dikatakan sembelit apabila BAB Si Kecil kurang dari 3 kali dalam 1 minggu disertai feses yang keluar keras, kering, dan besar sehingga menimbulkan rasa sakit pada dubur. Terkadang orang tua tidak mengontrol siklus BAB buah hatinya, karena memang Si Kecil tidak menunjukkan tanda-tanda sakit pada saat BAB.

 

Berapa Frekuensi BAB yang Normal pada Anak?

Sampai saat ini belum ada ukuran baku perihal frekuensi BAB pada anak. Hal tersebut karena memang setiap anak bisa BAB 2-3 kali dalam sehari tergantung pada pola hidup dan pola makannya. Namun, bila sampai seminggu hanya BAB 1 kali dengan kondisi feses keras dan kering, maka sudah dapat dipastikan bila Si Kecil mengalami sembelit.

 

Apa Saja Penyebab Sembelit Pada Si Kecil?

  1. Pola makan kurang air dan serat

Sebagian besar kasus sembelit disebabkan oleh pola makan yang kurang air dan serat. Padahal air dan serat berfungsi untuk membantu pergerakan usus. Serat dalam makanan akan membentuk massa feses sehingga mengembang dan mudah dikeluarkan.

  1. Terlalu dini mengajari toilet training

Terlalu dini mengajari Si Kecil toilet training ternyata juga dapat memicu timbulnya sembelit. Di saat usia Si Kecil belum genap 3 tahun, kemampuannya untuk mengungkapkan hasrat ingin buang air masih terbatas. Ditambah pola pikir yang Bunda tanamkan padanya “Dek, jangan pub di celana ya” bisa jadi ditangkap berbeda oleh Si Kecil sehingga ia lebih memilih menahan BAB.

  1. Alergi susu, produk susu, dan pengaruh obat

Alergi pada susu dan produk susu terkadang juga bisa memicu sembelit. Konsumsi obat-obatan tertentu seperti suplemen kalsium, suplemen zat besi, obat antiepilepsi, antidepresan, antipsikotik, obat-obatan diuretik, serta obat pereda nyeri juga bisa menimbulkan efek samping berupa susah buang air besar.

 

Tips pencegahan dan mengatasi sembelit :

  1. Berikan Si Kecil lebih banyak cairan.

Minum cukup air dan cairan lainnya membantu feses bergerak lebih mudah melewati usus. Jumlah cairan yang dibutuhkan Si Kecil akan bervariasi menurut berat dan usia. Untuk Si kecil yang sudah bersekolah, kebutuhan airnya bisa sampai 3-4 gelas perhari.

  1. Berikan pula makanan tinggi serat.

Mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buah, sayuran, sereal, roti gandum, dan kacang-kacangan dapat mencegah sembelit. Produk prebiotik seperti yogurt juga dapat memperbaiki kesehatan pencernaan. Bila Si Kecil melakukan penolakan terhadap makanan berserat, Bunda dapat mengkreasikan menu makanan yang disukai Si Kecil misalnya sup sayuran dipadu dengan roti. Untuk bekal sekolahnya, Bunda bisa membuat sate aneka buah atau pudding yogurt misalnya.

  1. Mengajari Si Kecil untuk rutin ke toilet ketika sudah waktunya buang air besar dan tidak menunda nunda sehingga sembelit semakin berkembang parah.

Di pagi hari atau setelah Si Kecil makan, Bunda bisa menawarkan kepadanya untuk pergi ke toilet “Adek mau pub gak?” misalnya. Hindari memaksanya sehingga membuat Bunda merasa tertekan untuk membiasakan buang air besar secara teratur, buatlah Si Kecil tenang karena perasaan stress akan mengakibatkan sembelit semakin parah.

  1. Mengajak Si Kecil berolahraga

Bila Si kecil kurang bergerak, maka sistem metabolisme tubuh akan melambat, termasuk sistem pencernaannya. Organ pencernaan yang lambat bekerja akan membuat makanan semakin lama diproses. Ajaklah Si Kecil berolahraga seperti jalan kaki ke taman atau bersepeda keliling komplek rumah secara teratur.

 

Bagaimana dengan obat pencahar?

Bunda, penggunaan obat pencahar sebenarnya tidak dianjurkan baik pada orang dewasa, apalagi untuk anak-anak karena dapat menimbulkan efek kecanduan. Sembelit akan datang lagi bila obat pencahar ini tidak digunakan. Oleh karena itu, lebih baik Bunda menggunakan obat alami, memperbaiki pola hidup Si Kecil dari mulai pola makan berserat, cukup air, membiasakan buang air besar tanpa menunda, serta menjaga aktivitas fisik Si Kecil untuk melancarkan metabolisme tubuhnya.

 

Sumber :

Chomaria, Nurul. 2015. Panduan Terlengkap Tumbuh Kembang Anak Usia 0-5 Tahun. Surakarta : Cinta

Tags:

Artikel Terkait