Home Daya Tahan Tubuh Makanan Sehat Untuk Anak Penderita Flek Paru Paru

Makanan Sehat Untuk Anak Penderita Flek Paru Paru

2016-12-15 11:26:17 Makanan Sehat Untuk Anak Penderita Flek Paru Paru

Flek Paru Pada Anak - Tuberculosis adalah salah satu penyakit flek paru-paru yang bisa diderita anak maupun dewasa. TB sendiri merupakan salah satu penyebab kematian ke-3 terbanyak di Indonesia. Penyakit ini merupakan penyakit yang mudah untuk ditularkan antara  satu orang ke orang yang lain, sehingga selain cara pengobatan untuk mengatasi penyakt ini, akan lebih penting jika kita bisa menerapkan kegiatan preventif sebagai pecegahan. Kenapa demikian Bunda? Karena ketika seseorang sudah terjangkit penyakit ini, maka akan butuh waktu lama untuk melakukan terapi pengobatan, yakni 6 hingga 8 bulan sesuai dengan petunjuk dokter.

Bagi Bunda yang memiliki anak dengan flek paru-paru, khususnya TB, pasti muncul berbagai pertanyaan, salah satunya adalah makanan sehat apa yang bisa diberikan? Pertanyaan ini sering kita jumpai, pasalnya sebagai seorang Bunda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak, bagaimanapun keadaannya selain obat dari dokter, memang ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk pasien dengan TB. Apa saja makan tersebut?

Mari Bunda, kita pelajari bersama ilmu penting berkaitan dengan cara Bunda rawat anak dengan TB, agar kita bisa memberikan yang terbaik untuk pemulihan anak yang lebih ceat agar ia bisa segera aktif bermain dan belajar!

Berdasarkan Buku Saku Kader Program Penanggulangan TB, 2009 disebutkan bahwa seorang yang terjangkit TB harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian makan yang baik termasuk di dalamnya:

  1. Biasakanuntuk menjemur alat tidur
  2. Biasakan membukapintu dan juga jendela setiap pagi. Hal ini dilakukan untuk membuat matahari dan udara bisa masuk. Ternyata Bunda, sinar matahari dapat mematikan kuman TB.
  3. Memberikan makanan yang bergizi. Makanan sehat untuk anak yang kaya gizi menjadi salah satu yang bisa Bunda sajikan untuk anak yang menderita TB untuk memperkuat daya tahan tubuhnya.
  4. Menghindarkan rokok dan minuman keras
  5. Olahraga yang teratur. Bagi anak-anak, olahraga bisa dilakukan dengan melakukan olahraga permainan yang bukan hanya baik untuk kesehatan, namun juga membantu perkembangan motoriknya.
  6. Biasakan mencuci pakaian hingga bersih
  7. Buang air besar di tempatnya, yakni jamban/ WC
  8. Biasakan mencuci tangan hingga bersih dengan air yang mengalir, baik setelah buang air besar maupun sebelum dan sesudah makan.
  9. Cukup istirahat
  10. Tidak menukar alat mandi

Bunda, dalam buku kader ini juga disebutkan bahwa TB sebenarnya dapat disembuhkan asalkan pasien mengkonsumsi obat yang dianjurkan secara teratur hingga tuntas. Selain itu, peran makanan di sini juga sangat penting. Kenapa? Pemberian makanan yang bergizi dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak maupun pasien TB ada umumya.

Lalu, apakah ada pantanagn manan bagi penderita TB?

Bunda, pada umumnya, tidak ada pantangan makanan bagi pasien TB. Justru, pasien Tb disarankan untuk makan yang bergizi serta beragam.

Apa makanan yang disarankan untuk pasien TB?

Dalam majalah Jendela Husada, Edisi 2 tahun 2012, dijeaskan bahwa: Asupan mikronutrien sangat penting bagi pasien TB. Begitupun makanan yang mengandung kadar vitamin A dan juga zink yang tinggi juga disarankan untuk mereka. Pasien TB ternyata juga membutuhkan vitamin B6, juga penting yang bisa diberikan lewat makanan atau supelemen tertentu.

Selain itu, asupan cairan tidak boleh dilewatkan, karena pasien TB disarankan minum 10 hingga 12 gelas perhari, akibat kebutuhan cairan yang harus dipenuhi ketika sakit. Selain itu, alasan minum banyak air putih adalah juga untuk memlihara fungsi klirens ginjal tehadap obat-obatan TB yang harus dijaga agar tetap lancar.

Dalam pemeberian makanan, Bunda juga perlu memperhatikan beberapa hal, seperti:

Mengetahui tahapan atau fase seberapa dibutuhkan makanan tersebut dan kemampuan pasien dalam menerima makanan yang diberikan. Kenapa hal ini penting? Hal ini untuk menghindari terjadinya refeeding syndrome khususnya bagi pasien TB yang mengawali terapi TB dengan status nutrisi yang buruk (Alfian Destiadi dalam Jendela Husada 2012).

 

Sumber :

Buku Saku Kader Program Penanggulangan TB, yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Ligkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2009.

Jendela Husada, Edisi 2 tahun 2012. Konseling Gizi bagi Penderiat TB.

Tags:

Artikel Terkait