Home Anak Susah Makan Tips Menghadapi Anak yang Menolak Makanan

Tips Menghadapi Anak yang Menolak Makanan

2017-03-02 08:59:39 Tips Menghadapi Anak yang Menolak Makanan

“Waktu makan” bagi si kecil mungkin menjadi salah satu waktu paling dramatis. Kenapa? Pasalnya, tidak jarang anak rewel tak karuan dan lari-larian karena tidak mau makan?

Pernahkah Bunda mengalami hal ini?

Terlebih untuk balita, momen makan biasanya membutuhkan waktu yang lama. Yang jadi perkaranya ia harus dibujuk dulu dengan seribu rayuan agar ia mau membuka mulut dan memasukkan sesuap nasi kemulutnya. Kalau sudah begini, Bunda harus sabar, karena meskipun Bunda memarahinya, toh ia tidak paham akan hal ini.

Jika anak melakukan serangkaian hal di atas, sebenarnya bisa dikatakan normal sesuai tahap perkembangannya. Sangat wajar melihat anak susah makan. Hanya saja, banyak Bunda yang mengambil tindakan cerdas untuk menyelesaikan perkara ini, sisanya, Bunda hanya mengandalkan nafsu makan anak membaik dengan sendirinya, seiring dengan pertambahan kegiatannya hingga ia akan lebih sering merasa lapar dan meminta makan.

Pada usia ini, banyak pula anak yang menolak untuk makan sayur, buah, maupun daging yang sehat. Sekalinya ia suka pada satu jenis makanan, maka ia cenderung ingin makan makanan yang sama setiap kali makan. Jika demikian, maka jangan dituruti ya Bunda. Karena meksipun ia menolak untuk makan, ia tetap membutuhkan asupan makanan yang sehat dan juga seimbang untuk jadikan tumbuh kembangnya optimal.

Tips bagi Bunda cerdas untuk anak yang sulit makan sehat

  • Jika Si Kecil menolak makan daging

Banyak anak usia balita yang menolak untuk makan daging. Padahal, daging merupakan makanan dengan kandungan protein yang tinggi dan berbagai zat yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang Si Kecil. Jika demikian maka Bunda bisa menggunakan trik mudah untuk membuatnya suka makan daging.

Bagaimana caranya? Bunda bisa mencincang daging dan menyajikannya dengan menu yang lebih kreatif. Menyajikan menu yang berbeda setiap saat bisa jadi solusinya. Jika menyajikan daging dalam potongan seperti orang  dewasa mungkin ia tak tertarik dengan penampilannya, dan ia bisa saja mengalami kesulitan ketika mengunyahnya.

Jika ia tetap menolak makan daging, maka sajikan alternatif lainnya, seperti telur, sayuran seperti  buncis, atau makanan yang berasal dari produk susu, untuk memenuhi kebutuhan akan proteinnya.

  • Jika Si Kecil menolak makan sayur

Banyak kasus dimana Si Kecil menolak makan sayur. Bisa saja karena rasanya yang cenderung kurang familiar di lidah atau pengolahannya yang kurang indah dan menarik, hingga Si Kecil tidak mau menyentuh atau memakannya.

Jika ia menolak makan sayur yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya, maka Bunda harus segera mencari jalan keluarnya. Ada tips yang bisa Bunda aplikasikan untuk membuat sayuran yang bermanfaat ini bisa masuk ke perut anak. Caranya yaitu dengan memarut atau mencincang kecil sayuran, masukkan sayuran ini ke dalam pancake, sup, pizza, atau ke dalam makanan kesukaan Si Kecil.

  • Jika Si Kecil menolak minum susu

Sebagai alternatif jika Si Kecil menolak susu yang mengandung cukup kalsium, maka Bunda bisa sajikan alternatif lainnya. Salah satunya yakni dengan menawarkan untuknya milkshake, smooties buah, atau yoghurt. Bisa pula menambahkan keju pada makanan anak.

  • Jika Si Kecil tidak lapar saat waktunya ia makan

Bunda mengharap bahwa Si Kecil akan mudah makannya saat waktunya sudah tiba untuk makan. Anak yang lahap makan menjadi anak dambaan Bunda. Namun, bagaimana jika saatnya ia makan, namun ia tidak merasa lapar. Jawabannya, jangan dipaksa ya Bunda. Karena ia bisa menganggap kalau waktu makan itu adalah saat yang tidak menyenangkan. Nah, barulah ketika Si Kecil merasa lapar, Bunda bisa menambah porsinya menjadi lebih banyak. Lalu, bagaimana jika Si Kecil merasa lapar saat belum waktunya makan? Pada kasus seperti tersebut di atas, maka jangan tawarkan snack kepada anak, apalagi snack tidak sehat

 

Government of Western Australia, Department of Health. Child and Antenatal Nutrition Manual. Toddler 1-3 years. May 2010. Page 7-9.

Tags:

Artikel Terkait