Home Daya Tahan Tubuh Alergi Makanan Pada Anak

Alergi Makanan Pada Anak

2020-07-10 10:53:06 Alergi Makanan Pada Anak


Food allergy atau alergi makanan pada anak merupakan reaksi alergi yang muncul setelah si kecil mengkonsumsi makanan tertentu. Gejala dari alergi makanan pada anak dapat meliputi seperti mual, muntah, wajah membengkak, sesak nafas hingga sampai hilang kesadaran. 

Alergi makanan dapat terjadi ketika sistem daya tahan tubuh menganggap protein yang ada di dalam makanan tersebut merupakan suatu ancaman bagi tubuh. Sebagai bentuk respon tubuh akan melepaskan senyawa kimia yang dapat memicu reaksi alergi. 


Gejala Alergi Makanan

Reaksi yang timbul dari alergi makanan pada anak biasanya akan ringan, namun ada juga yang beberapa kasus alergi makanan dapat sampai mengancam nyawa seseorang. 

Maka dari itu penting untuk kita mengetahui cara mencegah dan meredakan reaksi alergi yang muncul. Pada beberapa orang, alergi makanan pada anak dapat menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman walaupun tidak terlalu parah. 

Gejala akan sering kali muncul dalam waktu beberapa menit sampai dua jam setelah mengkonsumsi makanan pemicu alergi tersebut. Gejala alergi makanan pada anak yang muncul akan sama dengan reaksi alergi pada umumnya, seperti:

  • Pilek atau hidung tersumbat 
  • Ruam kulit yang terasa gatal 
  • Gatal di area mulut, tenggorokan, mata dan di bagian tubuh yang lainnya
  • Pembengkakan pada area wajah, bibir, lidah atau pun tenggorokan
  • Sulit untuk menelan dan berbicara
  • Mengalami bengek atau mengi gejala orang asma
  • Sesak nafas

Selain yang sudah disebutkan diatas, penderita alergi makanan pada anak juga dapat merasakan gejala di area saluran pencernaan seperti sakit perut, diare, mual dan juga muntah. Gejala tersebut dapat disebabkan oleh intoleransi makanan. 


Penyebab Terjadinya Alergi 

Alergi makanan terjadi ketika sistem daya tahan tubuh keliru menganggap protein di dalam makanan tertentu sebagai ancaman bagi tubuh. Guna merespon keadaan ini, tubuh akan melepaskan antibody yang disebut dengan immunoglobulin E atau sering disingkat dengan IgE yang bertujuan untuk menetralisir pemicu alergi yang ada di dalam makanan tersebut. 

Ketika seseorang kembali mengkonsumsi makanan penyebab munculnya alergi lagi walaupun hanya sedikit IgE akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan senyawa kimia yang sering disebut dengan histamin ke aliran darah. 

Histamin inilah yang menyebabkan timbulnya gejala alergi. Alergi makanan pada anak biasanya berlangsung sejak masa kanak kanak namun kadang juga baru muncul ketika seseorang sudah dewasa. 

Makanan yang dapat menyebabkan alergi akan cenderung berbeda pada orang dewasa dan anak anak. Untuk orang dewasa, reaksi alergi dapat muncul setelah mengkonsumsi makanan sebagai berikut: 

  • Udang
  • Ikan 
  • Kepiting
  • Kacang kacangan 
  • Kerrang 

Sedangkan untuk anak anak, makanan yang umum dapat menyebabkan alergi makanan pada anak ialah:

  • Kedelai
  • Telur
  • Gandum
  • Susu sapi
  • Kacang 


Faktor Risiko Alergi Makanan 

Alergi makanan pada anak akan lebih berisiko dialami oleh orang yang menderita alergi lain seperti rinitis alergi atau asma. Orang yang sudah terkena alergi dalam satu jenis makanan juga akan lebih rentan menderita alergi lagi pada jenis makanan lain. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang alergi makanan adalah sebagai berikut: 


  • Berusia dibawah lima tahun
  • Memiliki keluarga yang menderita riwayat alergi seperti asma atau biduran
  • Pencegahan Alergi Makanan 
  • Dalam cara mencegah reaksi alergi makanan pada anak ialah dengan menghindari makanan yang dapat memicu terjadinya alergi. 
  • Hal ini mungkin akan sedikit merepotkan bagi penderita namun tetap harus perlu dilakukan untuk menghindari kondisi yang lebih serius. 
  • Langkah berikut berguna mencegah reaksi akibat dari alergi makanan pada anak: 
  • Membaca kandungan apa saja yang ada di setiap kemasan makanan yang hendak dikonsumsi oleh si kecil
  • Membawa makanan ringan bebas alergi jika ingin ke luar rumah. Dengan cara ini dapat membantu bila anda sulit menemukan makanan yang bebas dari alergi
  • Bila ingin makan di restoran, beritahu pelayan atau juru masak restoran tentang makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi
  • Pastikan makanan yang dibeli di luar tidak diolah dan disajikan di tempat yang sebelumnya digunakan untuk mengolah makanan pemicu alergi
  • Pada bayi, pengenalan makanan penyebab alergi seperti kacang dapat membantu menurunkan risiko terjadinya alergi makanan pada anak di kemudian hari. 



Cara Mencegah Anak Terkena Alergi 

Sampai saat ini memang penyakit alergi belum dapat disembuhkan secara total. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mencegah si kecil terkena alergi terlebih pada anak yang memiliki risiko alergi dan belum pernah mengalami alergi, yaitu sebagai berikut: 


  • Mendeteksi Risiko Alergi Makanan Pada Anak 

Langkah pertama yang dapat dilakukan oleh para orang tua dalam mencegah si kecil terkena alergi ialah dengan menentukan seberapa besar risiko si kecil terkena alergi. Langkah ini penting dilakukan agar si kecil tidak mengalami reaksi alergi di kemudia hari nanti. Karena si kecil dapat terkena alergi bila kedua orang tua nya memiliki riwayat alergi atau penyakit terkait alergi seperti asma, eksim dan rhinitis. 


  • Memberikan ASI eksklusif 

Dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama usia si kecil dapat mengurangi risiko si kecil terkena alergi. Hal ini dapat terjadi karena kandungan nutrisi dan antibodi yang ada di dalam ASI dapat membantu mencegah munculnya reaksi alergi. 


  • Memberikan susu formula khusus 

Selain memberikan ASI eksklusif, para orang tua juga dapat memberikan si kecil susu yang diformulasikan secara khusus untuk mengurangi risiko munculnya alergi makanan pada anak.

Salah satu jenis susu formula yang direkomendasikan untuk si kecil yang menderita alergi ialah susu formula hidrolisat parsial, yaitu susu formal dengan kandungan protein yang telah diolah secara khusus agar tidak memicu reaksi alergi.

Selain itu juga kandungan protein dalam susu ini lebih mudah dicerna oleh si kecil. Ketika memberikan produk susu formula untuk si kecil yang memiliki risiko alergi, ibu dapat memilih susu formula yang diperkaya akan kandungan sinbiotik yaitu prebiotik dan prebiotik yang memiliki fungsi dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik yang ada di dalam usus si kecil. Contoh dari probiotik yang baik untuk si kecil ialah bifidobacterium breve (B. breve). 


  • Memberikan MPASI secara bertahap susuai usia 

Pengenalan makanan pendamping ASI atau sering disebut dengan MPASI pada bayi perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan usianya. Bila dilakukan terllau dini atau terlambat, risiko terjadinya alergi pada anak dapat meningkat.

Memberikan MPASI pada umumnya disarankan ketika bayi memasuki usia enam bulan. Faktor pemicu alergi pada setiap anak dapat berbeda beda, walaupu  alergi dapat diturunkan dari orang tua pemicu alergi pada anak belum tentu sama dengan pemicu alergi pada orang tua mereka.

Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya alergi pada si kecil lebih baik para orang tua membawa si kecil ke dokter anak untuk menjalani tes alergi.

Tags:

Artikel Terkait

Beli Vitabumin

Nikmati kemudahan berbelanja online produk Vitabumin
Beli Vitabumin di apotek terdekat Anda
Anda dapat membeli melalui LINE dengan chat ke alamat berikut

VITABUMIN

Anda dapat membeli melalui Telepon/Whatsapp/SMS ke nomor berikut
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Vitabumin dan belanja Vitabumin bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)