Home Anak Susah Makan Bahayakah Makanan Cepat Saji untuk Si Kecil?

Bahayakah Makanan Cepat Saji untuk Si Kecil?

2016-12-30 07:40:08 Bahayakah Makanan Cepat Saji untuk Si Kecil?

Makanan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sangat penting. Pasti Bunda setuju bukan bila anak-anak kita harus diberikan makanan yang baik?

Makanan yang baik berarti makanan tersebut baik untuk kesehatan tubuh dan bergizi. Mengandung zat -zat yang diperlukan tubuh untuk tumbuh dengan baik dan sehat. Maka orangtua perlu memilih makanan yang tepat dalam menu harian anak.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisi sosial ekonomi dan norma-norma budaya masyarakat pun berubah, termasuk kebiasaan makanan anak-anak pun turut berubah. Banyak anak-anak yang gemar makan makanan cepat saji daripada makanan sehat. Bahkan para orangtua pun enggan mengubah kebiasaan mereka.

Tidak semua makanan cepat saji (fast food) adalah junk food, terutama bila disajikan bersama makanan bergizi lain. Junk food sering disebut "makanan sampah" karena buruk untuk kesehatan. Kebanyakan junk food adalah makanan cepat saji karena memang disiapkan secara cepat.

Junk food memiliki kandungan tinggi gula/ lemak/ garam serta rendah zat gizi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral. Namun, karena proses penyediaannya yang cepat, rasa yang enak, ditambah lagi orang tua yang sibuk hingga tidak sempat menyediakan makanan sehat untuk anak, juga strategi pasar membuat makanan ini populer di kalangan anak-anak. Salah satu aspek penting dari restoran cepat saji adalah memaksimalkan kecepatan pelayanan dan meminimalkan waktu tunggu konsumen, sehingga para konsumen bisa hemat waktu saat menerima pesanannya.

Seperti halnya yang terjadi di Amerika Serikat, sekitar 30  % dari anak berusia 4-18 tahun mengkonsumsi makanan cepat saji.

Efek Bila Terlalu Banyak Mengkonsumsi Makanan Cepat Saji

Konsumsi makanan cepat saji jelas berbahaya bagi kesehatan anak. Anak yang mengkonsumsi makanan cepat saji memilki energi, lemak, lemak jenuh, dan sodium,lebih tinggi. Namun, mereka mendapat asupan kandungan nutrisi seperti vitamin A dan C, susu, buah-buahan, serta sayuran lebih rendah daripada anak - anak yang tidak mengkonsumsi makanan cepat saji. Diet tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan kalori dapat menyebabkan obesitas, hipertensi, dislipidemia, dan gangguan toleransi glukosa

Terdapat korelasi positif antara frekuensi mengkonsumsi makanan saji dengan indeks massa tubuh, yang artinya semakin sering mengkonsumsi makanan cepat saji akan menyebabkan kenaikan berat badan. 

Tingginya lemak trans di makanan cepat saji komersial bisa meningkatkan risiko penyakit jantung di masa depan (Asgary S et al, 2009). Jumlah energi di makanan cepat saji bahkan lebih tinggi dari dua kali lipat jumlah energi yang dibolehkan untuk anak-anak (Printice AM et al, 2003). Selain itu kandungan mikronutrien yang ada di makanan cepat saji seperti karoten, vitamin A, dan  vitamin C juga rendah (Bowman and Vinyard, 2004).

Wah ternyata banyak sekali efek buruk bila mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu banyak ya Bunda.

Lalu bagaimana solusinya?

Bunda bisa menghidangkan makanan siap saji yang sehat untuk Si Kecil. Bunda juga bisa coba resep makanan cepat saji sehat di bawah ini :

Fried Apple Pie

Hidangan ini sama sekali tidak menggunakan tambahan gula tetapi  rasanya dijamin legit. Resep ini bisa untuk 10 potong  :)

Bahan-bahan :

  • Susu kedelai tawar / susu cair rendah lemak, digunakan untuk olesan
  • Minyak untuk menggoreng

Isi pai :

  • 100 gram apel malang/manalagi, kupas, buang bijinya, potong-potong bentuk dadu dengan ukuran 1/2 cm
  • 50 gram sultana/kismis
  • 100 ml air
  • 2 sdm tepung maizena, larutkan dengan 5 sdm air
  • 2 cm kulit kayu manis

Adonan kulit pai :

  • 220 gram tepung terigu
  • 70 gram mentega
  • 1/2 sdt garam
  • 5 sdm susu kedelai / susu cair rendah lemak

Cara Pembuatan :

  1. Isi pai : Air, sultana/kismis, dan kulit kayu manis dimasak hingga mendidih. Masukkan apel dan masak hingga apel menjadi setengah matang. Kemudian tuangkan larutan maizena, aduk sampai mengental, angkat.
  2. Adonan kulit pai : Campurkan garam dan tepung terigu, masukkan mentega. Campurkan dengan menggunakan pisau pastry, atau bisa juga dengan ujung jari tangan, sampai menjadi adonan remah. Gunakan garpu untuk meratakan sambil perciki susu kedelai/susu cair. Bulatkan adonan dan tutup dengan plastik. Simpan selama 30 menit di dalam lemari es. Adonan dipipihkan setebal 3  mm, kemudian potong dengan ukuran 10 x 10 cm.
  3. Ambil 1 lembar kulit pai, kemudian taruh 2 sendok teh isi di separuh lembaran kulit pai. Lipat hingga kedua pinggirannya bertemu. Kemudian lipat sedikit pertemuan kedua pinggiran, olesi dengan susu. Kemudian tekan-tekan dengan garpu.
  4. Panaskan minyak goreng dengan api sedang. Goreng pai sampai renyah dan kecokelatan. Angkat dan tiriskan. Sajikan selagi masih hangat.

Tips Cepat Saji :

Setelah pai siap untuk digoreng, taruh di dalam wadah tertutup. Simpan di dalam lemari es hingga saat diperlukan. Pai dan isinya tetap enak sampai 3 hari

Tips Nutrisi :

Meskipun tanpa tambahan gula pasir seperti resep aslinya, rasa isian pai tetap manis. Sebab buah-buahan yang dipakai, seperti apel manis dan buah kering (seperti kismis) menjadi sumber pemanis alami. Jika isian pai terasa kurang manis, tambahkan 50 gram nanas manis yang sudah dicincang, misalnya nanas bogor, nanas palembang atau nanas, semarang. Adonan kulit pai ini tidak menggunakan gula pasir tetapi dibubuhi garam hingga terasa gurih.

Biasakan Si Kecil untuk makan makanan sehat dan bergizi ya Bunda. Dengan asupan nutrisi yang tepat makanan tumbuh kembang Si Kecil dapat optimal seperti yang Bunda harapkan.

 

Sumber :

 Asgary S, Nazari B, Sarrafzadegan N, Parkhideh S, Saberi S, Esmaillzadeh A, et al. Evaluation of fatty acid content of some Iranian fast foods with emphasis on trans fatty acids. Asia Pac J Clin Nutr. 2009;18:187-92.

Bowman SA, Vinyard BT. Fast food consumption of US adults: impact on energy and nutrient intakes and overweight status. J Am Coll Nutr. 2004;23:163-8.

Jagadish C Das. 2015. Fast Food Consumption in Children: A Review. Medical & Clinical Reviews ISSN 2471-299X Vol. 1 No 1:1

Printice AM, Jebb SA. Fast foods, energy density and obesity: a possible mechanistic link. Obesity Rev. 2003;4:187-94.

Wied Harry Apriadji. 2008. Healthy Fast Food : Hidangan Sehat Cepat Saji Favorit Anak-Anak & Seluruh Keluarga. Jakarta : Penerbit Gramedia Pustaka Utama

Tags:

Artikel Terkait