Home Cerita Bunda Mendidik Anak ADHD Adalah Hal yang Menyenangkan Dan Penuh Tantangan

Mendidik Anak ADHD Adalah Hal yang Menyenangkan Dan Penuh Tantangan

2016-12-08 17:45:24 Mendidik Anak ADHD Adalah Hal yang Menyenangkan  Dan Penuh Tantangan

ADHD adalah suatu gangguan otak dan dapat berdampak pada perilaku yang umumnya terjadi pada anak-anak masa tumbuh kembang 6 hingga 12 tahun. ADHD merupakan terapan dari bahasa Inggris, yaitu singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Anak terlalu aktif dan agresif bisa dibilang adalah gejala ADHD. Karena mereka cenderung mengalami gangguan pemusatan pada hiperaktivitas dan perhatiannya. Sehingga untuk memastikannya bisa membawa si kecil ke para ahli atau psikolog agar lebih jelas, apakah anak mengidap ADHD atau tidak.

ADHD adalah gangguan pada anak yang berbeda dari biasanya, mereka unik. Dan dalam menangani anak ADHD tentu memiliki trik khusus. Misalnya saja, saat mengasuh anak normal bisa memakan waktu 10-15 menit untuk menyuruh makan atau hal lainnya, berbeda dengan anak ADHD, mereka akan susah untuk dikendalikan. Itu sebabnya mereka disebut unik.

Orang tua dituntut untuk lebih bersabar dan lebih cerdas dalam menangani anak ADHD. Dan itu bukanlah sebuah musibah jika anak sudah didiagnosis ADHD. Tidak lantas para orang tua memperlakukan anak-anak mereka dengan kasar dan keras. Dukungan dari orang tua adalah yang paling utama. ADHD adalah hal yang biasa terjadi pada anak diusia pertumbuhan. Jadi tidak perlu panik dan khawatir dengan masa depan anak. Cukup dengan menjadi orang tua terbaik bagi si kecil adalah yang dibutuhkan.

Ciri-Ciri Anak ADHD atau Hiperaktif

  • Sering gelisah,hal ini dapat dilihat dari gerak tangan atau kaki atau menggeliat-geliat.
  • Sering meninggalkan tempat duduk.
  • Sering lari atau memanjat pada situasi yang tidak sesuai.
  • Sering mengalami kesulitan dalam bermain atau beristirahat.
  • Sering bergerak bukan karena kemauan anak atau anak selalu jalan terus.
  • Sering berbicara secara berlebihan.
  • Sering dengan cepat menjawab pertanyaan yang belum selesai dijawab.
  • Memiliki kesulitan untuk menunggu atau mengantri.
  • Sering memotong pembicaraan.

Mendampingi Anak ADHD

Mendampingi anak ADHD memang berbeda dengan anak-anak normal pada umumnya. Perlakuan dan dalam mendidik anak ADHD pun juga sangat berbeda jauh. Karena anak berkebutuhan khusus seperti ADHD ini perlu dibimbing dengan benar. Agar mereka dapat memusatkan perhatian dan energi mereka ke arah yang baik. Yang perlu dilakukan dalam merawat anak ADHD adalah hal-hal kecil bisa dimulai dengan jujur kepada anak bahwa Ia mengidap ADHD.

Orang tua juga wajib memberitahukan yang sebenarnya tentang ADHD tersebut. Tidak perlu berbohong kepada anak tentang ADHD adalah sebuah gangguan pada otak yang mengakibatkan perilakunya lebih agresif dan lain sebagainya. Kejujuran menjadi kunci bagi orang tua masuk ke dalam dunia anak ADHD. Sehingga para orang tua tidak akan terbebani, malah sebaliknya, akan meringankan para orang oleh stigma ADHD terhadap anak.

Anak-anak yang didiagnosis mengidap ADHD adalah mereka yang berusia lebih dari 3 tahun. Kurang dari 3 tahun ADHD akan sulit untuk dikenali. Oleh sebab itu, kebanyakan anak yang mengidap ADHD berusia di atas 6 hingga 12 tahun. Penyebab anak bisa mengidap ADHD juga bisa beragam. Bisa karena struktur ota anak mengalami kelainan dan atau karena faktor genetic. Yang kedua adalah yang paling valid dan banyak terjadi. Faktor genetic memang tidak dapat lepas dari diri kita sendiri. Namun, kita bisa mengendalikan dan menyembuhkannya jika memiliki kemauan yang kuat.

Cara Mendidik Anak ADHD

Jika di atas sudah dijelaskan bahwa kejujuran merupakan kunci, tentu untuk tahap selanjutnya adalah mendidik anak ADHD dengan tepat. Mendidik anak ADHD adalah hal yang menyenangkan serta penuh tantangan, jika Anda mau menerima dengan ikhlas anak mengidap ADHD. Kadang banyak orang tua yang belum bisa menerima anak mereka mengidap ADHD sehingga ketika merawat dan mendidik anak ADHD akan terasa menjadi sebuah beban.

1.Jangan overprotective pada anak

Membatasi anak untuk belajar mandiri adalah kesalahan. Pengidap ADHD memang anak yang membutuhkan pengawasan dan perawatan yang khusus. Namun seiring berjalannya waktu anak-anak pengidap ADHD ini akan menjadi dewasa.

Jika orang tua terlalu overprotektif pada anak, maka anak akan selalu berpikiran bahwa mereka memiliki kekurangan dan orang tua akan menyelesaikan apa pun masalah yang anak perbuat. Hal ini akan menjauhkan anak dari rasa mandiri. Jadi, jangan overprotective pada anak ADHD ya.

2.Latih Anak untuk Bertanggung jawab

Ketika di awal anak sudah diberitahu bahwa Ia mengidap ADHD, perlu ditegaskan lagi padanya bahwa itu bukan alasan untuk tidak bertanggung jawab. Latih anak untuk bertanggung jawab dengan apa pun kesalahan yang anak perbuat.

Melatih anak ADHD untuk bertanggung jawab sejak dini merupakan langkah yang paling tepat. Seperti mendampingi anak mengerjakan PR atau memberikan konsekuensi secara perlahan-lahan sampai anak mengerti. Memang tidak mudah, namun  harus dilakukan untuk kebaikan anak di masa depan.

3.Membantu Anak Menemukan Bakatnya

Kebanyakan anak ADHD adalah mereka yang terpinggirkan atau terkucilkan. Oleh sebab itu, anak ADHD rentan dengan depresi. Dengan begitu dibutuhkan perang orang tua di sini sangat penting bagi anak. Orang tua wajib untuk mendampingi anak hingga melalui fase terbaiknya hingga dewasa.

Anak ADHD akan lebih mudah putus asa dan merasa rendah diri. Peran orang tua adalah untuk tidak lelah memberikan anak semangat dan pengarahan. Bimbing anak untuk menemukan bakatnya agar anak mampu menyalurkan energinya yang berlebih tersebut dengan lebih baik.

Tags:

Artikel Terkait