Home Tumbuh Kembang Anak Cara Mendidik Anak Agar Tumbuh Percaya Diri

Cara Mendidik Anak Agar Tumbuh Percaya Diri

2016-12-22 01:30:20 Cara Mendidik Anak Agar Tumbuh Percaya Diri

Anak yang baru lahir merupakan kertas putih yang masih bersih. Kita sebagai orang tua bisa mengisi kertas tersebut dengan apa yang kita inginkan. Namun, yang perlu dan penting diketahui oleh orang tua adalah bagaimana mendidik anak dengan baik.

 Memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini memang langkah terbaik. Seperti ketika menumbuhkan sikap dan sifat anak, termasuk dalam membentuk percaya diri anak.

Menumbuhkan percaya diri pada anak memang bisa dibentuk sejak dini. Jika orang tua paham dan mendidik anak dengan benar, maka hal ini tidak akan sulit untuk menumbuhkan percaya diri pada anak.

Kepercayaan diri dibentuk untuk membuat anak lebih berani dalam segala hal, seperti pada kreatifitas dan tanggung jawab anak untuk mengambil keputusan dalam hidup. Itulah sebabnya rasa percaya diri sangat penting.

Namun, banyak orang tua yang salah mengartikan bahwa percaya diri itu merupakan bawaan lahir. Padahal rasa kepercayaan diri bisa dibentuk dan ditumbuhkan pada diri anak kapan saja. Tapi hal tersebut membutuhkan peran orang tua dalam mendidik dan mengarahkannya.

Jika anak tidak memiliki rasa percaya diri dalam hidupnya, kelak di masa depannya akan menjadi kendala dan musuh tersendiri bagi anak. Anak akan cenderung mudah patah semangat dan selalu takut mengambil keputusan.

Faktor Penyebab Anak Tidak Percaya Diri

Sudah banyak dampak dari kurangnya rasa percaya diri pada anak yang mampu mengakibatkan banyak hal di masa depan. Khususnya pada masa karir anak kelak. Sudah disebutkan di atas, bahwa rasa percaya diri bukanlah bawaan lahir si kecil. Rasa percaya diri mampu ditumbuhkan sejak dini oleh orang tua.

Dan orang tua juga perlu tahu apa saja yang dapat menjadi faktor anak tidak percaya diri. Sebab, banyak sekali orang tua yang tidak paham akan hal ini.

Rasa percaya diri anak mampu dibentuk sejak dini dengan arahan orang tua. Hindari hal-hal yang dapat mematahkan percaya diri si kecil. Berikut faktor penyebab yang membuat anak tidak percaya diri:

  1. Sering meremehkan anak
  2. Sering memarahi anak
  3. Pengaruh besar memiliki orang tua yang kurang percaya diri
  4. Sering mengeluarkan kekurangan daripada kelebihan anak
  5. Sering melarang anak
  6. Sering menyalahkan anak di depan orang lain

Jadi, percaya diri anak bukan bawaan lahir yang anak bawa dan kantongi begitu saja. Rasa percaya terhadap diri juga menjadi penentu bagi anak. Karena banyak orang tua mematahkan percaya diri anak sebelum hal tersebut berkembang pada diri anak.

Mengetahui faktor penyebab yang membuat anak tidak percaya diri dapat menjadi landasan untuk orang tua dalam mendidik anak. Ilmu parenting disini sangat penting untuk mendampingi masa perkembangan dan pertumbuhan anak.

Jangan sampai menghambat rasa percaya diri anak tumbuh dengan melakukan hal-hal yang menjadi faktor penyebab anak tidak percaya diri. Anak membutuhkan dukungan yang tepat dari orang tua.

Jadi, peran orang tua sudah jelas sangat penting dalam membentuk dan menumbuhkan berbagai macam sifat dan sikap baik dalam diri anak, termasuk rasa percaya diri.

Membimbing dan mendidik anak agar selalu tumbuh kembang dengan baik memang gampang-gampang susah. Orang tua harus memiliki kesabaran dan ilmu lebih untuk hal itu.

Agar anak tumbuh dan berkembang sesuai yang anak inginkan, namun tetap dalam arahan yang tepat oleh orang tua.

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Ternyata, anak yang percaya diri itu bisa dibentuk dan ditumbuhkan, Bunda. Jadi, bukan berarti anak yang cenderung penakut atau minder tidak bisa diubah karakternya. Dalam hal ini, cara Bunda mendidik anak pun turut mempengaruhi terbentuknya semua sifat pada diri anak.

Berikut ini ada 9 tips yang bisa diaplikasikan untuk membentuk anak kepercayaan diri anak, yang dilansir dari parents.com yang diadaptasi dari Parents Magzine:

  • Jangan Selamatkan Anak

Bunda, memang sudah insting seorang Bunda untuk menyelamatkan anak dan melindunginya agar ia tak terluka, terjatuh, dan melakukan kesalahan. Namun, ada saatnya pula anak perlu mengalami berbagai pengalaman tersebut.

Anak perlu merasakan kekalahan. Anak harus tahu bagaimana gagal, sedih, cemas, bahkan marah, kata Robert Brooks, Phd (dalam parents.com “9 Secrets of Confidents Kids”). Anak bisa sukses setelah merasakan berbagai rintangan yang ada dihadapannya. Sehingga jika anak mendapati rintangan, bukan berarti Bunda harus menghilangkan rintangan rersebut.

  • Biarkan Anak Membuat Keputusan

Jika anak bunda merasakan perasaan kecewa, maka bantu anak untuk lebih optimis. Karen Reivich, PhD mengatakan bahwa orangtua perlu memberi anak semangat untuk berpikir untuk mencari jalan tertentu untuk mencapai tujuannya sendiri.

Jika anak memiliki masalah membaca dibanding teman-teman sekelasnya, maka beritahu anak bahwa setiap orang memiliki cara belajar sendiri, dan berikan waktu lebih utuk menemaninya belajar membaca.

  • Kembangkan Minat Spesial Dalam Dirinya

Bunda, cobalah untuk mengajak anak mencoba banyak aktivitas yang berbeda, dan dukung selalu anak untuk menemukan sesuatu yang benar-benar ia suka. Bunda harus merasa bangga terhadap apa yang diminati oleh anak dan biarkan ia sukses di bidang yang ia sukai dan minati.

  • Tawarkan Pemecahan Masalah

Myrna Shure, PhD menyatakan bahwa anak akan merasa percaya diri ketika ia mampu bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang ia mau. Penelitian yang ia lakukan membuktikan bahwa kita dapat mengajari anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jika anak mendatangi Bunda dan menyatakan komplain tertentu, maka tanyakan pada anak tentang kira-kira jalan keluar apa yang bagus untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  • Mencoba Menolong Orang Lain

Ada salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri anak, yakni dengan membuatnya bertanggung jawab atas urusan dalam rumah, seperti membantu pekerjaan orangtua di rumah. Hal ini bisa membantunya untuk bekerja di masa depan.

  • Beri Anak Kesempatan Untuk Menghabiskan Waktu Dengan Orang Dewasa

Anak suka bermain dengan anak seusianya. Namun, penting pula untuk mengajak anak mengenal aktivitas orang dewasa. Jadi, menghabiskan beberapa waktu bersama orang dewasa akan memuat anak belajar menghadapi dunia yang beragam, berikan ia kesempatan untuk berpikir dengan cara berbeda.

Anak juga perlu memiliki hubungan dengan orang dewasa, seperti guru, paman, babysitter, orangtua temannya dan juga orang dewasa lain yang akan membuatnya mengenal dunia yang baru.

  • Fantasikan Masa Depan

Jika anak dapat memvisualisasikan diri mereka ketika mereka tumbuh dewasa dapat membuat mereka merasa percaya diri. Bicarakan dengan anak tentang diri Bunda dan orang dewasa kebanyakan tentang karir yang dipilih.

Anak Bunda mungkin bermimpi menjadi penyanyi , astronot, dan banyak hal dan jangan sekali-kali untuk membatasi imajinasi dan fantasi mereka.

Meskipun anak-anak merubah pikirannya, namun hal yang paling penting di sini adalah mereka dapat gambaran tentang tujuannya di masa depan.

Demikianlah cara mendidik anak yang bisa membentuk seorang anak yang penuh rasa percaya diri. Beberapa di atas bisa Bunda terapkan dan biarkan ia menjadi yang terbaik versi dirinya sendiri, karena anak tidak harus menjadi seperti apa yang Bunda inginkan, karena anak diciptakan dengan kemampuan diri, minat, dan bakat yang berbeda yang mungkin tak Bunda sangka sebelumnya.

Tags:

Artikel Terkait