Home Tumbuh Kembang Anak Cara Meningkatkan Prestasi Anak Dengan Cara Yang Menyenangkan, Bunda Berperan Besar Dalam Hal Ini

Cara Meningkatkan Prestasi Anak Dengan Cara Yang Menyenangkan, Bunda Berperan Besar Dalam Hal Ini

2016-12-23 06:02:09 Cara Meningkatkan Prestasi Anak Dengan Cara Yang Menyenangkan, Bunda Berperan Besar Dalam Hal Ini

Setiap orangtua adalah guru bagi anaknya. Jadi, bukan hanya sekolah tempat anak bisa menimba ilmu, melainkan saat ia di rumah justru merupakan tempat dimana ia belajar banyak hal. Ketika anak pulang sekolah, sambut ia dengan raut muka yang menyenangkan dan jadikan rumah sebagai tempat yang istimewa bagi anak. Jangan jadikan rumah sebagai penjara dan tempat ia ingin melarikan diri. Karena untuk membentuk anak yang cerdas dan berprestasi, maka rumah harus pula menjadi tempat ia bisa belajar.

Agar anak cerdas, banyak usaha yang orangtua lakukan dari memilih sekolah yang bagus dan mahal, memasukkan anak ke berbagai les privat, dan membelikan buku yang mahal dan apik, namun banyak bunda yang tidak menyadari bahwa sebenarnya Bundalah yang memiliki peran lebih besar dibanding buku maupun institusi pendidikan manapun untuk membentuk anak cerdas.

Rumah adalah sekolah pertama, dan ibu adalah guru pertama bagi si kecil. Jadi, untuk menciptakan generasi yang cerdas, maka berikut ini ada saran praktis yang bisa Bunda praktekkan yang dijabarkan oleh Munif Chatib, seorang praktisi dan Konsultan pendidikan, dalam buku “Orangtuanya Manusia”:

  1. Lakukan refresh brain saat anak pulang sekolah

Ketika anak pulang sekolah, maka biarkan anak merefresh otaknya. Dari pagi sampai sore anak Bunda sudah menghabiskan hari yang berat di sekolah. Dengan berbagai mata pelajaran, PR, tumpukan tugas, dan tes yang mendera, membuat anak kelelahan. Belum lagi saat anak masih harus les atau menjalani ekstrakulikuler, tentu anak butuh refresh otak. Caranya yaitu:

  • Memberikan anak kesempatan untuk beristirahat, bisa dengan berbaring sebentar, maupun melakukan relaksasi ringan
  • Beri kesempatan pada anak untuk melakukan aktivitas yang ia sukai, misalnya mengamati ikan-ikan peliharaannya, dan aktvitas lain yang ia sukai
  • Bunda bisa bantu anak dengan memijat kaki dan kepala anak agar ia lebih rileks
  1. Biarkan anak belajar dengan gayanya sendiri

Perlu Bunda sadari bahwa untuk membentuk anak cerdas, maka biarkan ia belajar dengan gaya belajarnya sendiri. Setiap anak punya gaya belajar sendiri. Ada yang suka belajar dengan mendengarkan radio atau musik. Ada anak yang belajar dengan melafalkan dengan keras apa yang ia baca, ada anak yang suka keheningan dan ketenangan dalam belajar, bahkan ada anak yang suka ditemanin cemilan saat belajar.

Masing-masing gaya belajar anak nampaknya harus dimaklumi orangtua. Jangan paksa anak untuk belajar dengan gaya yang dipaksakan, karena nantinya ia justru akan jadi stres dan tak bisa belajar dengan baik.

  1. Materi belajar yang lebih hidup degan konsep AMBAK

Ada banyak anak yang mengalami kesulitan dalam belajar dan memahami materi pelajaran. Bahkan bagi orangtua sekalipun, terkadang materi yang ada juga cukup sulit. Jika sudah begini,  maka Bunda bisa menerapkan sistem AMBAK, yaitu Apa Manfaat BAgiKu yang disarankan oleh Munif Chatib.

Untuk mengetahui manfaat dari sebuah materi pelajaran, Bunda bisa baca silabus dalam buku pelajarannya. Jika mengalami kesulitan maka disarankan untuk berkonsultasi dengan guru anak. Dengan menceritakan manfaat dari materi yang dipelajari anak, maka minat belajar anak bisa muncul dan menjadikan ia termotivasi untuk belajar.

  1. Konfirmasi yang menyenangkan untuk menguji anak

Konfirmasi ini adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah anak sudah paham betul materi yang diajarkan sebelumnya. Bentuk konfirmasi ini beragam, bisa secara lisan, kuis, atau minta anak menceritakan dengan santai apa yang ia pelajari.

4 hal di atas adalah peran yang bisa Bunda mainkan untuk membantu anak belajar dan menciptakan anak cerdas dambaan Bunda. Memang, pendidikan di sekolah penting, ekstrakurikuler juga penting, apalagi les, juga tak kalah pentingnya, namun pendidikan dan kebiasaan dari Bundalah yang sebenarnya anak butuhkan untuk membuatnya termotivasi belajar.

 

Sumber:

Chatib, Munif. 2012. Orangtuanya Manusia. Bandung: Mizan Pustaka.

Tags:

Artikel Terkait