Home Cerita Bunda Kata TIDAK Dapat Pengaruhi Masa Depan Si Kecil. Bagaimana Mengatakan TIDAK Yang Tepat?

Kata TIDAK Dapat Pengaruhi Masa Depan Si Kecil. Bagaimana Mengatakan TIDAK Yang Tepat?

2017-03-10 05:56:43 Kata TIDAK Dapat Pengaruhi Masa Depan Si Kecil. Bagaimana Mengatakan TIDAK Yang Tepat?

Dear Bunda,

Namanya juga anak-anak ya Bunda, mereka pasti memiliki rasa penasaran yang tinggi. Anak-anak pasti akan mencoba untuk mencari tahu sejauh mana sesuatu tersebut tidak menjadi berbahaya bagi mereka. Selama mereka belum mengetahuinya, Si Kecil pun akan terus mencobanya nih Bunda. Mereka tidak akan mengetahui dan memahaminya kecuali Bunda memberi tahukan Si Kecil batasan mana yang tidak boleh mereka lakukan.

Salah satu alasan Bunda untuk mengatakan TIDAK kepada Si Kecil, yaitu agar mereka selanjutnya akan belajar perlahan. Apabila Si Kecil sering mendengar kata TIDAK dari Bunda, maka mereka akan belajar tentang kekecewaan, frustasi, dan menunda kepuasaan. Si Kecil tidak akan belajar ketiga hal tersebut apabila SI Kecil selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.

Pada awalnya Si Kecil mungkin akan menangis dan kecewa kepada Bunda. Tenang Bunda, hal tersebut mungkin hanya akan berlangsung selama beberapa tahun saja. Selanjutnya, Si Kecil pun akan berterimakasih kepada Bunda karena telah memberikan pelajaran yang sangat berharga ;)

 

>> Bolehkah Bunda mengizinkan Si Kecil untuk sesekali?

Tidak sedikit ya para Bunda yang juga bekerja selain menjadi ibu rumah tangga. Akibatnya, Bunda-Bunda tersebut pun merasa lebih lelah dan hanya memiliki sedikit waktu dengan Si Kecil. Bunda pasti juga tidak ingin menghabiskan waktu tersebut dengan berdebat, bertengkar, atau mendengar rengekan Si Kecil.

Maka, Bunda akan lebih memilih untuk menghindari konflik dengan memberikan atau mengizinkan apa yang Si Kecil inginkan. Waktu yang sedikit tersebut menjadi terlihat menyenangkan ya Bunda, namun ternyata hal ini berdampak buruk di masa depan Si Kecil loh Bunda.

Si Kecil yang tidak diberikan batasan yang jelas atau selalu mendapatkan apa yang ia inginkan, kelak ia akan mengalami kesulitan bermain. Si Kecil memiliki kesulitan dalam bersosialisasi karena  ia tidak pernah mengalami penolakan atau kesulitan dalam mendapatkan sesuatu.

Si Kecil tidak tahu bagaimana menunda kepuasan karena mereka selalu mendapatkan apa yang ia inginkan. Terutama apabila Si Kecil sudah sekolah, ia pun tidak akan mendapatkan sebagian besar yang ia inginkan dengan cepat. Akibatnya, ia pun menjadi kecewa dan cenderung menyalahkan orang lain dan tumbuh menjadi seseorang yang tidak bertanggung jawab.


>> Bagaimana mengatakan TIDAK dengan tepat?

Sebenarnya Bunda, ada banyak cara untuk mengatakan TIDAK secara langsung, salah satunya dengan mengatakan YA sebelum TIDAK. Si Kecil yang berusia batita umumnya tidak mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan hal benar yang dapat dilakukan. Bunda mungkin berfikiran bahwa Si Kecil menentang Bunda, namun sebenarnya Si Kecil hanya tidak mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan.

Misalnya Si Kecil yang senang melompat di kursi ruang tamu yang baru. Untuk melarangnya, Bunda tidak hanya serta merta untuk melarang Si Kecil melompat di kursi tersebut. Bunda perlu mengakui bahwa Si Kecil senang melompat, namun tidak di kursi tersebut. Bunda dapat memberikan alternatif tempat melompat bagi Si Kecil, misalnya tempat tidur.

Bunda mengakui apa yang disukai dan diinginkan Si Kecil, dan Bunda mengizinkan Si Kecil untuk mendapatkannya, namun dengan alternatif lain. Tidak ada jaminan nih Bunda jika Si Kecil dapat langsung menerimanya. Namun, bukankah terlihat lebih menyenangkan dari pada langsung mengatakan TIDAK? ;)

Ucapan TIDAK yang terlalu sering dari Bunda ternyata juga berdampak buruk kepada Si Kecil loh. Si Kecil akan berhenti untuk berusaha dan mencoba sesuatu. Dan seiring bertambahnya usia Si Kecil, Bunda tidak hanya melarang Si Kecil, namun juga wajib memberikan alasan kenapa Bunda melarangnya atau melakukan hal yang lain.

Bagaimana pun, Bunda tidak hanya mengatakan TIDAK saja kepada Si Kecil, namun Bunda juga perlu memberikan alternatif, alasan, dan melakukannya secara konsisten. Yuk Bunda kita biasakan untuk membentuk karakter Si Kecil sejak dini ;)

 

Sumber: themotherco.com

Tags:

Artikel Terkait

Belum ada komentar

Bergabung sekarang untuk memberikan komentar