Home Daya Tahan Tubuh Ketika Anak Sakit Perut, Apa Yang Perlu Bunda Lakukan?

Ketika Anak Sakit Perut, Apa Yang Perlu Bunda Lakukan?

2017-01-19 02:49:44 Ketika Anak Sakit Perut, Apa Yang Perlu Bunda Lakukan?

Sakit perut adalah keluhan yang sering terjadi pada anak-anak. Benar atau tidak, Bunda?  Kasus ini banyak terjadi pada anak usia 4 hingga 8 tahun. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan gejala ini, seperti anak yang makan makanan tertentu, stress, dan juga alasan lain. Jika biasanya, ketika anak Bunda sakit perut, langsung buru-buru di bawa ke dokter atau puskesmas yang ujung-ujungnya anak harus minum obat, maka alangkah bijaknya jika Bunda mencoba hal-hal berikut untuk mengobati sakit perut anak (dilansir dari parent.com):

  1. Segelas teh Chamomile

Jenis teh ini memang belum terlalu akrab bagi banyak Bunda. Namun, saat ini, jenis teh ini makin mudah ditemui. Seorang ahli, bernama Andrew Weil, M.D., menyatakan bahwa teh chamomile merupakan obat herbal yang baik untuk sakit perut karena mengandung antiinflammatory, dan zat sedative yang membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.

  1. Jahe

Ketika anak sakit  perut, tidak masalah memberinya minuman yang agak keras, seperti jahe. Zat yang ada di jahe salah satunya adalah gingerol, merupakan  salah satu antioksidan yang kuat untuk membantu mengurangi produksi radikal bebas yang bisa merusak tubuh manusia. Selain itu, jahe juga merupakan anti imflammatory atau anti radang yang meningkatkan proses pencernaan dan mentralkan  asam dalam perut.

  1. Teh peppermint

Sajikan segelas teh peppermint yang bisa merefreshkan sakit perut anak. Peppermint membantu menenangkan  otot perut yang biasanya menjadi penyebab sakit perut pada anak. Menurut pusat Obat di University of Maryland, peppermint memiliki kemampuan untuk meningkatkan aliran empedu yang digunakan tubuh untuk proses pencernaan. Jika anak Bunda menolak untuk minum teh, maka sajikan saja permen peppermint untuk meredakan sakit perutnya. Namun ingat, jangan berikan peppermin ini untuk bayi atau anak yang masih belum mampu mengunyah, karena bisa menyebabkan  anak tersedak.

  1. Menghangatkan perut

Perut yang hangat bisa menjadikan kondisi anak menjadi nyaman. Untuk itu, Bunda bisa meletakkan botol yang berisi air hangat pada perut anak ketika ia duduk atau tiduran. Hal ini bisa meredakan  rasa sakit. Robyn Strosaker, M.D, seorang dokter anak di rumah sakit Rainbow Babies & Children’s di Cleveland, menyatakan  bahwa “hangat”  memperlancar aliran darah pada permukaan kulit, yang  dapat mengurangi rasa sakit yang berasal dari abdomen dalam.

  1. Gosok kakinya

Laura Norman, seorang ahli refleksiologi mengatakan  bahwa ada ribuan saraf pada kaki dan tangan. Ketika teknik tertentu diterapkan maka dapat menyebabkan seluruh tubuh rileks dan merasa nyaman. Untuk masalah perut, maka letak saraf yang berhubungan adalah di lengkungan pada kaki kiri. Untuk cara yang satu ini butuh teknik dan metode tertentu.

  1. Sajikan makanan lunak

Jika anak Bunda tidak nafsu makan saat sakit perut, maka biarkan anak makan dalam jumlah sedikit dengan menu makanan yang lunak, seperti menu nasi, oatmeal, yoghurt, pasta, dan berbagai makanan lainnya. Jauhkan ia dari saus dan bumbu, karena makanan yang disajikan akan lebih baik jika memiliki rasa yang netral atau hambar saja. Makanan ini akan lebih baik disajikan dalam keadaan lunak. Karena makanan lunak akan mengurangi iritasi pada perut dan mengurangi keinginan muntah, dan membuat perut normal kembali lebih cepat.

  1. Sajikan yoghurt

Menyajikan snack sehat berupa yoghurt saat anak sakit perut bukanlah satu hal yang buruk. Yoghurt efektif untuk kram perut, dan merupakan obat yang populer untuk kondisi diare. Dr. Sears, menyatakan bahwa bakteri “baik” yang ada dalam yoghurt bisa membantu proses pencernaan. Minum yoghurt menyuplai bakteri “baik” yang melancarkan proses perncernaan hingga normal kembali, apalagi jika si kecil cenderung mengalami diare saat ia sakit perut, maka yoghurt bisa diberikan untuknya.

 

Sumber:

http://www.parents.com. PARENTS. “9 All-Natural Tummy Ache Remedies”. Diakses pada 17 Januari 2017.

Tags:

Artikel Terkait