Home Tumbuh Kembang Anak Mengapa Bunda Tidak Boleh Memukul Si Kecil? Ternyata Ini Alasannya!

Mengapa Bunda Tidak Boleh Memukul Si Kecil? Ternyata Ini Alasannya!

2017-02-17 10:02:15 Mengapa Bunda Tidak Boleh Memukul Si Kecil? Ternyata Ini Alasannya!

Dear Bunda,

Miris ya Bunda karena kita sering banget mendengar berita tentang penganiayaan kepada murid atau anak. Sayangnya, mereka membolehkan hal tersebut dengan tujuan mendisiplinkan Si Kecil. Benarkah demikian?

Padahal sebenarnya, hukuman fisik ini berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil loh Bunda! Bahkan, psikiater, sosiolog, dan peneliti juga melarang para Bunda untuk memukul atau memberikan hukuman fisik.

Berikut beberapa fakta yang membuat Bunda harus mengurangi dan berhenti melakukan hukuman fisik kepada Si Kecil.

  1. Membuat Si Kecil menjadi penyiksa.

Menurut penelitian, ternyata ada hubungan antara hukuman fisik dengan perilaku agresif atau kekerasan ketika ia beranjak dewasa loh Bunda! Bahkan, hampir semua penjahat itu mendapatkan ancaman dan hukuman ketika mereka masih kecil. Karena dari kekerasan tersebut, Si Kecil mendapatkan contoh dan mereka akan cenderung mempraktekkannya. Oleh karena itu, Bunda wajib nih memberikan contoh yang baik kepada Si Kecil.

  1. Anak berkelakukan buruk karena orangtua yang mengabaikan kebutuhan dasar Si Kecil.

Pada waktu yang sibuk, terkadang Si Kecil merengek ya Bunda agar mendapatkan perhatian dari Bunda. Sedangkan, kebutuhan terbesar seorang anak adalah perhatian penuh dari Bundanya. Jadi sangat tidak adil nih jika Bunda menghukum Si Kecil yang hanya menginginkan apa yang mereka butuhkan. Jadi, hukuman ini rasanya tidak efektif dan tidak adil bagi Si Kecil ya Bunda.

  1. Bunda sebagai contoh dalam menyelesaikan masalah.

Apabila Si Kecil tidak melihat Bunda yang memecahkan masalah dengan cara yang kreatif, maka Si Kecil akan sulit untuk memecahkan masalahnya sendiri. Si Kecil akan berkesimpulan bahwa hukuman fisik merupakan cara yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan untuk memecahkan masalah.

  1. Hukuman tidak mengajari Si Kecil caranya menyelesaikan masalah.

Dengan pemberian hukuman, Si Kecil hanya akan belajar bergelut dengan rasa marahnya dan memiliki keinginan untuk balas dendam, sehingga ia akan kehilangan kesempatan untuk belajar cara yang lebih efektif untuk si kecil dalam memecahkan masalahnya. Sehingga Si Kecil yang sering dihukum akan cenderung sedikit belajar caranya menghadapai masalah yang akan ia temui kelak.

  1. Mengganggu ikatan antara Bunda dengan Si Kecil.

Manusia memiliki sifat tidak akan memberikan kasih sayangnya kepada seseorang yang pernah menyakitinya, termasuk Si Kecil. Namun, hubungan atau kerjasama antara Bunda dan Si Kecil yang didasarkan pada rasa hormat, maka hal tersebut akan bertahan selamanya.

  1. Banyak Bunda yang tidak pernah belajar dari masa kecil mereka bahwa ada cara lain yang lebih positif untuk menghadapi anak-anak.

Ketika hukuman yang ringan tidak mampu mencapai tujuan Bunda sebagai orangtua, dan apabila para Bunda tidak menyadari adanya alternative lainnya, maka hukuman bisa saja meningkat hingga menjadi hukuman yang lebih berat dan lebih sering. Sehingga, hukuman tersebut pun cenderung berbahaya pada perkembangan Si Kecil.

  1. Si Kecil tidak bisa mengekspresikan kemarahan dan frustasinya.

Kemarahan dari Si Kecil yang ia pendam selama beberapa tahun bisa saja meledak dan membuat Bunda terkejut. Hukuman fisik mungkin hanya akan membuat Si Kecil berperilaku baik di awal saja, namun Bunda harus bersiap menghadapi Si Kecil ketika ia mulai beranjak remaja dan dewasa. Mereka bisa saja meluapkan emosi mereka dan cenderung tumbuh menjadi seseorang yang memberontak.

  1. Hukuman  fisik berupa pukulan dapat berbahaya secara fisik pada Si Kecil.

Pukulan yang diterima Si Kecil di sekitar tulang belakangnya akan mengirimkan sinyal di sepanjang tulang belakangnya, bahkan dapat melukai Si Kecil. Asal usul nyeri punggung bawah orang dewasa diduga karena pada jaman mereka masih kecil, mereka mendapatkan pukulan pada sekitar tulang belakang mereka. Beberapa anak menjadi lumpuh karena adanya kerusakan syaraf yang ia terima dari pukulan. Bahkan ada anak yang meninggal hanya karena terjatuh, dan diduga karena adanya komplikasi medis yang tidak terdiagnosis sebelumnya.

  1. Hukuman fisik memberikan pesan berbahaya.

Terlihat menakutkan ya Bunda, namun begitulah kenyataannya jika Si Kecil terlalu sering mendapatkan hukuman fisik. Si Kecil akan menyimpulkan sendiri bahwa ia diizinkan untuk memukul anak-anak yang lebih kecil dan lebih lemah dari mereka. Sehingga, Si Kecil akan mengalami keterhambatan dalam pembentukan hubungan yang sangat penting dalam kehidupannya.

Bunda sebenarnya hanya membutuhkan pengarahan yang lembut, cinta, dan hormat kepada Si Kecil untuk membentuk perilaku yang terpuji, bukan dengan cara yang dibentuk dari rasa takut. Yuk Bunda mulai sekarang kita hindari penggunaan hukuman fisik kepada Si Kecil.

Sumber: naturalchild.org

Tags:

Artikel Terkait