Home Daya Tahan Tubuh Dampak Pertengkaran Orang Tua Terhadap Mental Anak

Dampak Pertengkaran Orang Tua Terhadap Mental Anak

2020-07-10 10:40:52 Dampak Pertengkaran Orang Tua Terhadap Mental Anak


Orang tua yang bertengkar di depan anak dapat mempengaruhi mental anak, kesehatan, performa akademik hingga kehidupan sosial yang dapat melibatkan pertemanan dan hubungan cinta di masa depan.

Dalam sebuah studi juga menyatakan anak yang tumbuh di dalam lingkungan penuh konflik akan memiliki masalah kesehatan fisik, emosional dalam jangka panjang. Ketika anak sering melihat orang tua bertengkar mereka akan menjadi cemas, khawatir bahkan sampai merasa frustasi.

Dengan begitu membuat mereka akan melampiaskan dengan cara rewel, tantrum hingga prestasi dalam sekolah menjadi menurun. Walaupun bertengkar merupakan salah satu cara para orang tua menyelesaikan konflik namun dampak pertengkaran orang tua terhadap mental anak sangat tidak baik.

 

Dampak Pertengkaran Orang Tua Terhadap Mental Anak

Dalam kehidupan pernikahan berbeda pendapat dengan pasangan merupakan hal yang biasa, namun usahakan untuk jangan sampai anak melihat orang tua nya bertengkar di depan mereka karena dampak pertengkaran orang tua terhadap mental anak sangat buruk. Berikut dampak pertengkaran orang tua terhadap mental anak:

 

1.Anak Menjadi Stres

Dampak pertama dari pertengkaran orang tua mereka yaitu membuat anak menjadi stress dan marah kepada situasi yang terjadi. Hati anak akan terluka, terlebih bila pertengkaran orang tua dibumbui dengan ucapan kotor dan tidak baik untuk didengar oleh anak. Kondisi ini dapat berlangsung lama kepada anak, perasaan stress dapat mempengaruhi kepada anak yang malas, tidak disiplin dan sulit untuk dinasihati.

 

2.Anak Menjadi Trauma

Kejadian pertengkaran orang tua yang kerap terjadi dapat berimbas kepada rasa trauma kepada anak. Ketakutan hebat, sedih, marah dan bingung harus berbuat apa. Sebagai orang tua yang bijak sebaiknya menjaga bagaimana pertengkaran tidak sampai terdengar dan tidak di hadapan anak, karena dampak mental yang sangat mendalam kepada anak dapat memicu trauma berkepanjangan.

 

3.Anak Menjadi Peniru

Selanjutnya dampak pertengkaran orang tua terhadap mental anak ialah anak akan mudah meniru apa yang dilakukan oleh orang tua nya. Pertikaian, ocehan, caci maki bahkan bentrokan fisik sering menjadi contoh bagi anak. Dengan begitu anak akan melakukan hal yang sama kepada teman sebayanya ataupun kepada orang lain, jadi berhati hati lah dalam memberi contoh dan teladan bagi anak karena sangat penting dalam perkembangan mental anak.

 

4.Anak Menjadi Pemurung

Dampak pertengkaran orang tua terhadap anak dapat mempengaruhi jiwa anak contohnya anak akan menjadi pemurung. Anak akan mudah menjadi murung, sedih, tertutup akibat dari perselisihan orang tua yang si anak lihat setiap harinya. Bila hal ini tidak dilakukan cara pencegahan dan orang tua tidak paham akan kondisi anak maka lambat laun kejiwaan anak akan menjadi berubah.

 

5.Anak Menjadi Ketakutan

Dampak dari pertengkaran orang tua yang terjadi dapat berdampak kepada anak yang merasa ketakutan, terlebih bila pertengkaran tersebut sampai terjadi pertikaian fisik dan melempar benda hal inilah salah satu hal yang dapat memicu anak tidak nyaman takut dan juga histeris. Bila hal seperti ini berlangsung lama dapat berakibat rusaknya mental dan jiwa anak karena akan menimbulkan dendam di hati anak.

 

6.Anak Menjadi Penakut

Akibat dari pertengkaran orang tua dapat membuat anak menjadi seorang penakut. Anak menjadi mudah takut akan hal yang berbau kekerasan, suara terikan, caian, makian dan juga umpatan. Akibat pertengkaran orang tua yang sering di dengar oleh anak dapat membuat psikologi anak terganggu. Bila rasa penakut yang dimiliki oleh anak tidak diterapi dengan tepat maka di masa dewasa anak akan menjadi seseorang rendah diri, tidak percaya diri dan juga tertutup.

 

7.Anak Merasa Sedih Dan Marah

Dengan melihat kedua orang tuanya yang bertengkar, maka anak akan merasa sedih, marah dan juga kecewa. Tidak bisa melihat kondisi orang tua yang saling bertikai membuat anak bimbang harus berbuat apa. Kondisi yang seperti inilah yang dirasakan anak tidak baik dan menjadi permasalahan yang berat. Belum lagi bentuk kekerasan lain yang terjadi dapat membuat anak menjadi frustasi dan putus asa.

 

8.Anak Sulit Bersosialisasi Dengan Orang Lain

 Bagi anak yang sering melihat orang tua nya bertengkar cenderung akan menjadi sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain, karena anak merasa malu bila teman-temannya tahu bahwa kedua orang tua nya sering bertengkar dan akhirnya membuat anak menjadi sulit berteman.

 

9.Anak Cenderung Menjadi Nakal

Dampak pertengkaran orang tua terhadap anak dapat membuat anak merasa kurang diperhatikan, dengan begitu membuat anak akan mencari perhatian dengan caranya sendiri misal dengan melakukan kenakalan di rumah atau masalah di sekolah.

 

10.Menjadikan Anak Tidak Dekat Dengan Saudara Kandung

Bila pertengkaran orang tua ini berujung pada sebuah perceraian, maka hubungan anak dengan saudara kandungnya akan dapat menjadi renggang. Salah satu dari ayah atau ibu mungkin akan membawa salah satu anak dan tidak keduanya dengan begitu membuat anak menjadi tidak dekat dengan saudara kandungnya.

 

Panduan Bagi Orang Tua Ketika Sedang Bertengkar

Memang suatu hubungan pasti akan selalu mengalami sebuah permasalahan, sehingga pertengkaran juga kadang tidak dapat dihindari. Namun dalam mencegah dampak pertengkaran orang tua terhadap mental anak ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh para orang tua, yaitu sebagai berikut:

Bila ada masalah sebisa mungkin untuk bicarakan dengan kepala dingin dan jangan sampai terbawa emosi

Bila ingin bertengkar, sebisa mungkin hindari bertengkaran di depan anak. Lebih baik mencari tempat yang tenang seperti di dalam kamar atau di luar rumah. Orang tua dapat mencari waktu yang tepat, seperti ketika anak sedang ada di sekolah atau bila perlu si anak dapat dititipkan sebentar di rumah kakek nenek nya.

Bila tidak sengaja bertengkar di depan anak, katakana kepada anak bahwa ayah dan ibu nya hanya berdebat. Berikan sebuah pengertian bahwa mendiskusikan masalah adalah hal yang wajar bagi para orang tua. Bila tidak sengaja mengeluarkan kata kata yang kasar atau terlalu keras jelaskan kepada anak bahwa cara ini salah serta bahwa ibu dan ayah sangat menyesalinya.

Jelaskan dan yakinkan anak bila rumah tangga ayah dan ibu akan tetap baik baik saja setelah terjadi perdebatan ini.

Walaupun sedang tidak sepaham, jangan pernah egois dan hanya mengutamakan pendapat sendiri. Hargai pasangan hidup anda, dengarkan penjelasannya mengenai masalah yang sedang dihadapi karena seringkali pertengkaran terjadi akibat dari yang satu tidak mau mendengarkan satu sama lain. Proses mendengar sangat penting dalam hubungan pernikahan. Jangan menjadi egois dan bertahan pada pendapat anda sendiri dengarkan pasangan dan hargai pendapat pasangan anda.

Bila ayah dan ibu masih serng bertengkar jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog yang khusus menangani konseling pernikahan. Jangan sampai pertengkaran ayah dan ibu semakin besar dan tidak bisa ditutupi sehingga terjadi pertengkaran di depan anak.

Tags:

Artikel Terkait

Beli Vitabumin

Nikmati kemudahan berbelanja online produk Vitabumin
Beli Vitabumin di apotek terdekat Anda
Anda dapat membeli melalui LINE dengan chat ke alamat berikut

VITABUMIN

Anda dapat membeli melalui Telepon/Whatsapp/SMS ke nomor berikut
Madu Anak Vitabumin

Bertanya seputar Vitabumin dan belanja Vitabumin bersama customer service kami
Layanan Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Madu Anak Vitabumin
0800-1-301-668
(Bebas Pulsa)
(0274) 2724711
(Fixed Line)
0811 273 8880
(Telp/SMS/Whatsapp)