Home Cerita Bunda Si Kecil Lebih Asyik Berbicara Sendiri Dengan Teman Khayalannya! Apa Yang Harus Bunda Lakukan?

Si Kecil Lebih Asyik Berbicara Sendiri Dengan Teman Khayalannya! Apa Yang Harus Bunda Lakukan?

2017-02-13 03:53:17 Si Kecil Lebih Asyik Berbicara Sendiri Dengan Teman Khayalannya! Apa Yang Harus Bunda Lakukan?

Dear Bunda,

Teman khayalan biasanya muncul dari imajinasi aktif Si Kecil. Teman khayalan dapat membantu Si Kecil untuk mengekspresikan perasaan Si Kecil. Selain itu, adanya teman khayalan juga dapat sebagai teman bermain Si Kecil untuk melatih kemampuan sosial mereka.

>> Apa itu teman khayalan?
Teman khayalan merupakan sahabat dari Si Kecil yang ia buat sendiri dalam imajinasinya. Teman khayalan bisa dalam berbagai bentuk dan ukuran. Teman khayalan dapat didasarkan dari seseorang atau tokoh, karakter yang telah diketahui Si Kecil, atau mainan dengan kemampuan seperti manusia. Atau ada juga teman khayalan yang murni dari imajinasi Si Kecil dengan bentuk yang mungkin Bunda tidak bisa membayangkannya.

Teman khayalan Si Kecil bisa selalu menemani Si Kecil atau terkadang datang dan pergi tergantung keinginan Si Kecil. Mereka dapat hadir di tempat-tempat tertentu, misalnya dekat kotak bermain Si Kecil atau meja makan Si Kecil. Dan mereka dapat muncul dan menghilang tanpa ada alasan yang jelas selama Si Kecil bermain.

>> Kapan teman khayalan muncul dan berapa lama mereka akan bertahan?

Teman khayalan biasanya akan muncul ketika Si Kecil memasuki usia 2.5 tahun. Si Kecil dan teman khayalannya akan berhenti dengan sendirinya, tergantung dari kesiapan Si Kecil. Namun, ada juga anak yang justru masih memiliki teman khayalan hingga ia berusia 3 tahun.

>> Mengapa anak-anak memiliki teman khayalan?

Si Kecil cenderung memiliki teman khayalan karena mereka dapat mendengar dan mendukung Si Kecil, ikut bermain dengan Si Kecil, dapat melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan Si Kecil, hanya dimiliki oleh Si Kecil saja, dan tidak menyalahkan Si Kecil atas apa yang telah ia perbuat.

Biasanya, Si Kecil sendiri yang bertanggung jawab atas perbuatan teman khayalannya, dan menentukan siapa saja yang boleh bermain dengan teman khayalannya. Kelebihan ini dapat diberikan Si Kecil atas permintaan teman Si Kecil karena biasanya teman khayalannya hanya untuk teman bermainnya seorang.

Teman khayalan memungkinkan anak-anak untuk mengekplorasi dunia imajinasi yang telah ia buat sendiri. Bahkan, Si Kecil akan lebih imajinatif dengan permainan fantasinya dan cerita yang ajaib. Dari teman khayalannya, Bunda dapat mengetahui cara Si Kecil bermain atau berbicara dengan teman khayalannya. Teman khayalan Si Kecil dapat memberikan informasi tentang dunia Si Kecil, apa yang ia rasakan, dan apa saja yang disukai dan tidak disukai Si Kecil.

>> Menangani Si Kecil dan teman khayalannya

Tidak semua teman khayalan Si Kecil memberikan kesan yang positif, ada juga teman khayalan yang “sedikit mengganggu” pekerjaan Bunda. Ini yang dapat Bunda lakukan untuk menanganinya:

  1. Melakukan sesuatu untuk teman khayalan Si Kecil

Bunda pernah dimintai Si Kecil untuk menahan pintu agar tetap terbuka? Atau sekedar membuatkan tempat tidur khusus untuk teman khayalan Si Kecil? Daripada Bunda menuruti semua keinginan Si Kecil, ada baiknya Bunda meminta Si Kecil untuk menyiapkannya sendiri untuk teman khayalannya. Selain sesuai dengan keinginan Si Kecil, hal ini juga dapat mengembangkan ketrampilan Si Kecil loh Bunda ;)

  1. Berbicara dengan teman khayalan

Beberapa anak bersikeras untuk bertanya kepada teman khayalannya terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. “Bentar Bunda, Clara mau tanya Chaca dulu ya”. Si Kecil mungkin juga akan meminta Bunda untuk berbicara kepada teman khayalan Si Kecil. Apabila Bunda mulai frustasi dengan keinginan Si Kecil, maka Bunda perlu mencoba untuk mengatakan bahwa Bunda ingin mengetahui apa yang Si Kecil pikirkan, bukan apa yang teman khayalannya pikirkan.

  1. Menyalahkan teman khayalan

Terkadang Si Kecil melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya mereka katakan, dan Si Kecil pun akan menyalahkan teman khayalannya. Bunda perlu bersikap tegas bahwa teman khayalan Si Kecil tidak bisa melakukan itu semuanya. Kemudian Bunda dapat menindaklanjutinya dengan strategi yang tepat, misalnya membuat Si Kecil membersihkan kekacauan yang telah ia perbuat.

2 dari 3 anak memiliki teman khayalan, bisa jadi Si Kecilnya Bunda juga memiliki teman khayalan pada tahap tertentu di usianya. Wah jadi maklum saja ya Bunda apabila Si Kecil sering berbicara sendiri ;)

 

 

Sumber: raisingchildren.net.au

Tags:

Artikel Terkait