Home Daya Tahan Tubuh Mengenali Gejala Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Mengenali Gejala Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

2017-03-15 01:24:32 Mengenali Gejala Alergi Susu Sapi Pada Si Kecil

Dear Bunda, Alergi susu sapi bisa terjadi pada semua umur, tetapi kasus yang sering terjadi adalah pada bayi dan anak-anak. Ketika Si Kecil mengalami alergi susu sapi, imunitas tubuhnya yang selama ini melawan virus dan penyakit yang datang, justru memberikan reaksi berlebih terhadap protein susu sapi.

Setiap Si kecil minum susu sapi ini, tubuhnya merespon negatif dengan menganggap susu yang masuk ke tubuh berbahaya dan sistem imunitasnya bereaksi melawan protein ini. Ini yang menyebabkan tubuh bereaksi atau alergi.

Bayi sering menunjukkan gejala pertama alergi susu dalam seminggu setelah mereka pertama kali diberikan susu sapi formula. Bayi yang disusui memiliki risiko lebih rendah terkena alergi susu daripada mereka yang minum susu formula.

Jika si kecil memang memiliki alergi susu, meski ia tidak minum susu sapi formula, tetap bisa terkena alergi bila sang Bunda yang menyusui Si Kecil mengkonsumsi susu sapi atau produk olahan susu.

Apa beda alergi susu dengan Intoleransi laktosa?

Alergi susu tidaklah sama dengan intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan kejadian ketika tubuh mengalami kesulitan mencerna laktosa yang terkandung dalam susu. Laktosa merupakan tipe gula alami yang terkandung di dalam susu.

Gejalanya adalah diare, kembung, kram perut bagian bawah, dan muntah. Biasanya gejala ini akan muncul 30 menit – 2 jam setelah mengonsumsi susu atau produk olahan susu.

Gejala Alergi Susu Sapi

Pada anak-anak yang menunjukkan gejala langsung setelah mereka minum susu, reaksi alergi dapat menyebabkan:

  1. Sesak napas
  2. Batuk
  3. Suara serak
  4. Sesak tenggorokan
  5. Muntah
  6. Diare
  7. Mata gatal, berair, atau bengkak
  8. Gatal-gatal
  9. Bintik-bintik merah
  10. Pembengkakan
  11. Penurunan tekanan darah menyebabkan pusing atau kehilangan kesadaran

Gejala alergi susu mungkin akan berbeda-beda pada setiap anak. Reaksi ringan yang bisa terjadi misalnya gatal-gatal. Sementara Si Kecil yang menunjukkan respon alergi yang agak lama terhadap susu akan mengalami :

  1. Mencret
  2. Muntah
  3. Penolakan terhadap makanan
  4. Lekas marah atau kolik
  5. Ruam kulit, seperti eksim

Untuk menghindari reaksi alergi Susu Sapi terutama bagi Bunda yang masih menyusui Si Kecil, penting bagi Bunda untuk menghindari konsumsi susu sapi dan produk susu karena protein susu yang menyebabkan reaksi alergi dapat menyatu dengan ASI Bunda. Pastikan untuk membaca label makanan dengan hati-hati terutama bila Si Kecil telah terindikasi memiliki alergi susu sapi.

Kurang Susu Sapi Jadi Kurang Gizi?

Sebagian penelitian memang menunjukkan, bahwa Si Kecil yang tidak mengonsumsi susu sapi cenderung mengalami kekurangan vitamin D. Tapi sebenarnya tidak perlu khawatir, Bunda bisa menyiasatinya dengan memberikan makanan yang dapat menggantikan nutrisinya.

Seperti memberikan makanan yang kaya akan vitamin D, kalsium, serta protein. Makanan yang kaya akan vitamin D antara lain adalah bayam, brokoli, produk olahan kedelai, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur. Bunda juga dapat berikan si Kecil Madu untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Selain itu, Bunda juga bisa mengajak Si Kecil bermain di luar agar terpapar sinar matahari. Hal inilah yang dapat membantu anak Bunda mendapatkan vitamin D. Karena pada saat terpapar UV-B, tubuh kita akan menciptakan vitamin D.

Namun, perhatikan juga berapa lama Si Kecil terpapar matahari dan pada jam berapa. Dengan hanya terpapar tiga kali seminggu selama 10-15 menit, sebenarnya sudah cukup untuk membuat Si Kecil mendapatkan cukup vitamin D.

Tags:

Artikel Terkait