Home Tumbuh Kembang Anak Temukan Potensi Unggul Anak Agar Kelak Sukses dan Bahagia

Temukan Potensi Unggul Anak Agar Kelak Sukses dan Bahagia

2017-01-11 11:57:26 Temukan Potensi Unggul Anak Agar Kelak Sukses dan Bahagia

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya kelak menjadi sukses dan bahagia. Namun bagaimana caranya?

Bunda bisa melakukan beberapa hal pada anak sejak usia dini agar kelak ia bisa sukses dan bahagia, yaitu dengan melakukan pemetaan potensi unggul anak.  Mengapa demikian? Karena jika Si Kecil mendalami suatu bidang berdasarkan potensi dan minatnya, maka kelak Si Kecil akan merasa bahagia dengan apa yang ia kerjakan. Tekankan pada Si Kecil untuk menguasai satu bidang yang sangat ia sukai. Satu hal yang menjadi keunggulannya.  Didik anak agar kelak menjadi money magnet. Materi yang akan mengikutinya, bukan sebaliknya. Jadikan anak sebagai pakar dan profesional yang bahagia, karena menggeluti bidang yang ia sukai. Jangan didik anak menjadi sebaliknya, menjadi pekerja yang unhappy (tidak bahagia) karena merasa jenuh dan tidak menyenangi pekerjaan yang dilakukan.

Ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk memetakan potensi unggul anak. Langkah awal yang bisa Bunda lakukan yaitu menyusun program stimulasi untuk Si Kecil.

Menyusun Program Stimulasi

Sukses dimulai dengan menemukan bidang yang paling kita cintai. Maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalahh membantu anak untuk menemukan aktivitas apa saja yang disukainya. Anak usia dini tentu belum bisa mengungkapkan apa yang menjadi minatnya. Selain itu bisa jadi mereka belum mempunyai cukup informasi untuk menentukan. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas Bunda-lah untuk memperkenalkannya. Salah satu caranya dengan menggunakan stimulasi. Yang dimaksud stimulasi adalah memperkenalkan anak pada berbagai macam profesi. Ajak Si Kecil untuk sesering mungkin melihat sebanyak-banyak aktivitas dan profesi yang ada di dunia. Ada banyak cara yang dapat dilakukan dan tentu saja menyenangkan untuk Si Kecil, di antaranya:

  1. Bacakan buku tentang aneka profesi kepada Si Kecil.

Saat ini di toko buku sudah banyak sekali tersedia buku anak berkualitas, baik yang lokal ataupun impor. Bunda dapat menemukan banyak buku yang membahas tentang beraneka ragam profesi dan membacakannya pada Si Kecil.

  1. Temani Si Kecil menonton film yang tidak hanya menarik tapi juga menambah wawasan anak tentang berbagai macam profesi.

Bagi anak-anak yang masih belia,misalnya film kartun Handy Manny (memperkenalkan profesi mekanik) , Doc McStuffins (memperkenalkan profesi dokter), Zou (memperkenalkan aneka profesi lewat Zou si zebra yang selalu berimajinasi dengan profesi berbeda di setiap episode), atau Higglytown Heroes (juga memperkenalkan beragam profesi)

  1. Ajak Si Kecil mengunjungi aneka pameran.

Bunda dapat mengajak Si Kecil ke berbagai pameran mulai dari pameran dirgantara, kerajinan tangan, wisata, furnitur, properti, otomotif, dan masih banyak lagi. Apakah saat pameran Bunda pernah menemui orang asing melihat-lihat sambil menggendong anaknya di bahu? Itu bukannya tanpa arti lho Bunda. Mereka sedang melakukan stimulasi pada anak-anaknya, agar anaknya bertanya tentang apa saja yang dilihatnya di pameran tersebut.

  1. Ajak Si Kecil mengunjungi aneka museum.

Indonesia punya banyak museum di berbagai daerah. Salah satu museum yang lengkap yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Dalam sekali kedatangan saja, Bunda sudah bisa memperkenalkan beberapa musem sekalgus, seperti Museum Indonesia, Museum Keprajuritan, Museum Telekomunikasi, Pusat Peragaan IPTEK, Museum Transportasi, dan Museum Prangko.

  1. Kenalkan Si Kecil pada berbagai bidang olahraga.

Bunda bisa mengenalkannya pada olahraga sepak bola, basket, renang, bulutangkis, tenis, dan lainnya. Caranya bisa dengan menonton pertandingan secara langsung, menonton melalui televisi, atau mengajaknya berolahraga.

  1. Perkenalkan anak pada tokoh-tokoh dunia di bidang keahlian yang berbeda.

Misalnya Albert Einstein – si genius penemu teori relativitas, Marie Curie- ilmuwan perintis bidang radiologi, Stephen Spielberg-produser dan sutradara film, dan masih banyak lagi. Bunda bisa mengenalkannya dengan cara membacakan buku cerita mengenai kisah mereka (sekarang ada juga komik yang khusus mengangkat kisah hidup tokoh - tokoh dunia). Bunda juga dapat mendongengkannya pada mereka.

 

Dengan pengenalan berbagai profesi dan aktivitas seperti di atas, lambat laun minat Si Kecil akan mengerucut pada satu bidang tertentu. Bila pada awalnya Si Kecil ogah-ogahan untuk diajak ke pameran apapun, bisa jadi suatu saat setelah mulai tertarik ke salah satu bidang profesi tertentu, ia akan mengatakan, “Ah, aku nggak mau ke pameran kerajinan lagi, aku maunya lihat ke pameran mobil aja.” Atau “Bunda, aku olahraganya basket aja ya. Soalnya itu yang paling asyik Bunda.”.

Bunda juga tak bisa buru-buru mengambil  kesimpulan hanya dengan melakukan tiga atau empat kali stimulasi saja. Beri waktu kepada Si  Kecil  untuk mendapatkan berbagai jenis stimulasi serta mengembangkan minat dan ketertarikannya. Lakukanlah stimulasi secara rutin. Susun jadwal kunjungan akan kemana saja, akan menonton pertandingan atau pertunjukan apa. Kuncinya adalah rutin ! Jadikan kegiatan stimulasi ini  menyenangkan bagi anak. Lebih dini melakukan stimulasi bagi anak, tent lebih baik baginya. Stimulasi bisa dimulai bahkan ketika anak baru berusia satu tahun. Bunda dapat melakukan stimulasi rutin pada Si Kecil hingga SD, SMP , atau hingga ia bisa mengatakan secara pasti dan meyakinkan bahwa ia ingin menjadi…dan seperti si…

“Dari psikologi anak, pada usia berapa kita akan melihat anak mulai membentuk minat khusus dan potensi unggulnya muncul?”

Setiap anak punya waktu yang berbeda-beda. Ada yang sudah terlihat jelas minatnya pada usia lima atau tujuh tahun. Ada pula yang baru terlihat ketika anak menjelang remaja, usia tiga belas tahun atau ketika ia sudah berada di SMP. Rata-rata terihat ketika anak berusia empat belas tahun. Tergantung bagaimana para orangtua membimbing anak saat stimulasi.

Anak-anak yang orangtuanya lebih demokratis dan aktif berdialog dengan mereka biasanya lebih cepat menemukan potensi unggulnya. Demokratis yang dimaksud adalah orang tua tidak memaksakan keinginan pada anak. Ia akan bebas memilih tanpa tekanan bila dilhat dari sudut psikologi anak.

Nah Bunda tetap dampingi dan dukung Si Kecil untuk temukan potensi unggulnya ya !

Sumber :

Ayah Edy. 2014. Rahasia Ayah Edy Memetakan Potensi Unggul Anak : Membimbing Anak Seja Dini Agar Sukses dan Bahagia dalam Kehidupannya. Jakarta Selatan : Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika)

Tags:

Artikel Terkait