Home Anak Susah Makan Tepatkah Menunda Memberi Makan Si Kecil yang Lapar?

Tepatkah Menunda Memberi Makan Si Kecil yang Lapar?

2017-02-13 07:00:50 Tepatkah Menunda Memberi Makan Si Kecil yang Lapar?

Dear Bunda, kebutuhan protein dan kalori Si Kecil begitu tinggi. Penting bagi Bunda untuk tidak mengabaikan saat Si Kecil lapar, karena lapar adalah indikator bahwa tubuhnya memerlukan zat-zat gizi dari makanan. Lapar akan membuatnya rewel, gelisah, dan tidak nyaman. Untuk menjaga keteraturan makan Si Kecil, Bunda bisa menjadwalkan makan besar dan camilan sehat untuknya. Menjadwalkan makan bersama anggota keluarga juga menjadi salah satu kebiasaan baik. Bila Si Kecil menyukai aktivitas fisik seperti olahraga, ia membutuhkan kalori yang lebih banyak daripada temannya yang tidak menyukai olahraga. Dengan pola makan yang tepat, Bunda dapat mengkombinasikan makan besar dan camilan sehat.

  1. Hindari makan besar dan ngemil dalam waktu yang dekat

Bila Bunda menghadirkan camilan yang tidak teratur untuknya, maka Si Kecil cenderung tidak merasa lapar ketika jam makan besar tiba. Jadi, coba batasi waktu ngemilnya, minimal satu hingga dua jam sebelum makan besar. Camilan sehat merupakan bagian dari pola makan yang sehat.

  1. Sediakan camilan yang sehat

Anak-anak membutuhkan kalori yang banyak, sehingga tak perlu heran bila ia suka ngemil. Camilan ringan sehat seperti susu, buah-buahan, sayuran, atau biji-bijian dapat Bunda sediakan. Ajaklah Si Kecil ngobrol tentang camilan yang sehat. Anak sehat dan semangat membutuhkan makanan sehat untuk mengawal tumbuh kembangnya. Bagaimana bila Si Kecil tetap tak mau camilan yang sehat? Cari yang terbuat atau sebagian besar terdiri dari bahan biji-bijian, buah, atau camilan yang di dalamnya terdapat sayur ya Bunda.

• Tidak digoreng. Lebih baik pilih yang dibakar atau dipanggang.

• Kalaupun digoreng, pilih yang bernutrisi seperti rumput laut.

• Snack juga bisa berupa cairan, jadi kalau anak tidak mau makanan, bisa disajikan jus buah segar, susu, ataupun es krim (kalau bisa homemade).

  1. Sempatkan waktu makan bersama seluruh anggota keluarga

Dengan makan bersama, Bunda dan Ayah memiliki waktu mengobrol bersama Si Kecil. Mengenalkan kepadanya aneka makanan sehat. Bahkan saat Si Kecil tidak merasa lapar sekalipun, Ia akan tertarik bergabung di meja makan. Namun, bila memang Si Kecil belum mau makan, jangan paksa Si Kecil untuk makan ya Bunda. Biarkan ia menikmati kebersamaan bersama anggota keluarga di meja makan.

  1. Sediakan makanan dalam porsi kecil

Tak usah terpaku memberikan makan dalam porsi besar, terutama pada saat jam makan utama. Sajikan makanan dalam porsi kecil. Bila Si Kecil menghabiskannya, Bunda bisa menawarkan untuk menambah porsinya. Meskipun porsinya kecil, pastikan makanan tersebut padat gizi dan mengandung sumber energi utama seperti karbohidrat, lemak, dan protein untuk mendukung aktivitasnya yang tinggi.

 

Jadi, tepatkah menunda memberi makan si kecil yang lapar? Tentu tidak tepat ya Bunda,. Bunda mungkin kadang berpikir bahwa Si Kecil selalu meminta makanan sebagai cara untuk mendapatkan perhatian. Namun, faktanya memang sebagian anak aktif memerlukan lebih banyak kalori setiap hari. Si Kecil tahu secara naluriah berapa banyak makanan yang dibutuhkan tubuhnya, dan Bunda harus menghormati itu. Jadi jika Si Kecil makan makanan seimbang dalam jumlah yang cukup serta makanan ringan yang sehat, namun ia masih lapar sepanjang waktu, pastikan Bunda tetap memberinya makanan tambahan atau mengirim makanan ringan yang sehat ke sekolahnya.

 

 

Sumber :

https://www.babycenter.co

Tags:

Artikel Terkait

Belum ada komentar

Bergabung sekarang untuk memberikan komentar