Home Cerita Bunda 4 Tipe Pengasuhan Orangtua pada Anak

4 Tipe Pengasuhan Orangtua pada Anak

2016-12-10 14:16:45 4 Tipe Pengasuhan Orangtua pada Anak

Dear Bunda,

Selama ini, saya sering banget denger curhatan Bunda-Bunda yang lain, terutama nih terkait pengasuhan Si Kecil. Bahkan, ada juga Bunda yang berantem sama Ayah untuk menentukan tipe pengasuhan seperti apa yang harus diterapkan. Dan perlu Bunda ketahui, tipe pengasuhan ini akan berdampak juga loh pada karakter dan perilaku Si Kecil saat dewasa!

Untuk mengenal tipe pengasuhan yang baik, sebaiknya Bunda menilai terlebih dahulu tipe-tipe orangtua yang selama ini Bunda lakukan. Bapak Didik Hermawan, C. Ht ternyata juga udah menjelaskan beberapa tipe orangtua dalam bukunya yang berjudul “Sugestive Parenting”. Coba yuk pahami tipe-tipe orangtua berikut.

  1. They know what they want and they do what they want (orangtua tahu yang mereka mau dan mereka melakukannya)

Tipe ini bisa dikatakan sebagai tipe orangtua yang paling ideal loh Bunda. Kenapa ya kok bisa gitu? Karena tipe orangtua semacam ini dapat menjalankan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Mereka menemukan konsep tentang masa depan anaknya sehingga mereka mendidik anaknya dengan perencanaan dan pendekatan yang matang. Jadi, orangtua yang seperti ini mampu mengoptimalkan potensi yang ada pada diri anak.

Orangtua semacam ini biasanya selalu mau berkembang dan belajar serta selalu positif dalam memperlakukan anaknya dalam situasi apapun. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa ungkapan-ungkapan dan sikap positif mampu memperkokoh jiwa anaknya.

Mereka mampu bekerjasama dengan anak-anak mereka dan tidak menggunakan kekuasaan secara berlebihan. Anak-anak juga dibiarkan belajar untuk berfikir dan dibiarkan untuk melakukan kesalahan demi suatu kemajuan pemahaman dan pengertian. Ketika anak melakukan kesalahan pun, orangtua ini mampu bersikap tenang saat marah dan bersikap konsisten. Anak yang punya orangtua dengan tipe seperti ini pasti menjadi manusia yang unggul dengan segala potensi yang dimilikinya dan tidak ada pemaksaan.

  1. They know what they want and they don’t do what they want (orangtua tau yang mereka mau dan mereka tidak melakukannya)

Tipe ini merupakan kondisi saat orangtua sebenarnya tau tentang konsep mendidik Si Kecil, tau potensi Si Kecil, tau hal-hal yang benar dan salah, tapi kondisi memaksanya sehingga tidak mampu melangkah seperti yang diinginkan.

Ekspektasi dari orangtua ini terlalu tinggi namun tidak melihat kemampuan anaknya. Misalnya nih Bunda, anak tetangga yang berusia 6 bulan sudah bisa duduk sendiri, sedangkan anaknya yang berusia sama namun belum mampu duduk sendiri dan masih harus dipegangin, orangtua ini justru memaksa anaknya untuk bisa duduk sendiri. Duh Bunda, kasian kan jadinya :(

Sulitnya berkomunikasi positif pada Si Kecil membuat orangtua tipe ini menjadi tidak sabaran dan cenderung mencari pembenaran sendiri. Selain itu, orangtua juga mudah terpancing emosi karena “kenakalan” yang dilakukan Si Kecil. Misalnya, melakukan hal-hal negatif pada Si Kecil, melabeli anak, atau mengancam, dan sebagainya.

Orangtua dengan tipe ini sangat tau apa yang terbaik buat anak-anaknya. Namun, belum mampu menjalankannya dalam praktik sehari-hari. Mereka terkadang tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya bisa berakibat negatif untuk anak-anaknya.

  1. They don’t know what they want and they just do (orangtua tidak tau apapun dan mereka hanya menjalankannya)

Tipe ini berbahaya banget loh Bunda, terutama bagi perkembangan anak dibandingkan kedua tipe sebelumnya. Loh kenapa? Karena mereka hanya melakukan sesuatu tanpa tau apa tujuan dan latar belakangnya. Mereka cenderung memanjakan anak, namun disisi lain juga memaksakan Si Kecil untuk berkegiatan yang terlalu banyak.

Mereka ini terlalu cuek terhadap masa depan anaknya, termasuk pada kondisi spiritual dan emosional anak. Anak dibiarkan dididik oleh lingkungannya sebebas-bebasnya, seperti membiarkan anak berbohong dan bersikap arogan terhadap teman-temannya. Nah Bunda, anak yang tumbuh besar dibawah pengasuhan tipe ini, cepat atau lambat pasti akan bermasalah.

Nanti nih Bunda, waktu Si Kecil mengalami masalah, orangtua pasti langsung menyalahkan anaknya dan orang lain, atau mungkin lembaga pendidikan tempat anaknya bersekolah. Ada juga nih Bunda, orangtua ini justru buru-buru membawa anaknya ke terapis. Tipe ini jarang sekali melakukan introspeksi bahwa masalah yang dihadapi anaknya disebabkan oleh kekeliruan orangtua dalam mendidiknya.

  1. They don’t know what they want and they don’t do anything (orangtua nggak tau yang mereka mau dan mereka nggak melakukan apapun)

Wah ternyata tipe yang kaya gini nih Bunda tipe yang paling berbahaya diantara tipe orangtua lainnya. Tipe ini merupakan tipe orangtua yang menyadari sepenuhnya fungsi sebagai orangtua, tetapi tidak menganggap anak sebagai tanggung jawabnya. Bahkan mereka merasa bahwa anak adalah beban untuk mereka. Anak yang terlahir dari tipe orangtua seperti ini pastilah menjadi korban, yakni kekerasan secara fisik dan mental.

Selain tipe-tipe orangtua, ada juga 4 tipe pengasuhan orangtua, diantaranya:

  • Otoriter. Orangtua menganggap semua peraturan yang diterapkan demi kebaikan Si Kecil, sehingga mereka berpendapat bahwa anak harus mematuhi semua peraturan. Bila anak tidak patuh, maka orangtua berhak menghukum anaknya, bahkan akan memberikan hukuman fisik jika perlu. Untuk mengetahui lebih jelas tentang tipe pengasuhan otoriter, Bunda bisa membacanya di artikel kami " Yuk Kenali Pola Asuh Otoriter Yang Berdampak Pada Perkembangan Si Kecil "
  • Neglectful. Orangtua yang menerapkan gaya pengasihan seperti ini tidak terlalu perduli pada kehidupan anak. Akibatnya, anak sering merasa terabaikan karena Bunda terlalu sibuk dengan kepentingan mereka sendiri. Biasanya, anak akan tumbuh menjadi seseorang yang kurang percaya diri ,merasa dirinya kurang berharga dibandingkan orang lain, dan kesulitan dalam bersosialisasi.
  • Indulgent. Orangtua dengan gaya pengasuhan seperti ini selalu menuruti keinginan anak dan cenderung membiarkan anak berbuat semaunya. Orangtua selalu menganggap hal itu adalah wujud rasa sayang tanpa menyadari bahwa hal ini bisa menjerumuskan anak, membuat anak cenderung egois, dan tidak mampu mengontrol diri.
  • Otoritatif. Gaya pengasuhan orangtua ini selalu mendorong anak untuk mandiri, namun menerapkan batasan yang jelas. Orang tua cenderung akan memberikan kasih sayang yang penuh dan bersikap hangat. Sehingga, Si Kecil pun akan tumbuh menjadi seseorang yang selalu berbahagia, pandai bersosialisasi, dan mampu menyelesaikan masalah dengan lebih mudah.

Kira-kira gaya pengasuhan mana yang sudah Bunda terapkan selama ini? Selagi belum terlambat nih Bunda, sebaiknya arakan gaya pengasuhan menjadi gaya otoritatif. Gaya pengasuhan ini membuat anak merasa memperoleh kesempatan untuk didengar dan diperhatikan, namun kontrol tetap berada di tangan Bunda.

Yuk Bunda, selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk Si Kecil, demi masa depannya yang gemilang ;)

Sumber: Tim Admin Grup Sharing ASI-MPASI (SAM). 2015. Superbook for Supermom. Jakarta: FMedia.

Tags:

Artikel Terkait