Home Tumbuh Kembang Anak 5 Hal Yang Tidak Bunda Sadari Dapat Menyakiti Perasaan Anak

5 Hal Yang Tidak Bunda Sadari Dapat Menyakiti Perasaan Anak

2016-12-29 06:21:18 5 Hal Yang Tidak Bunda Sadari Dapat Menyakiti Perasaan Anak

Tidak ada orang di dunia ini yang dapat mengukur besarnya kasih sayang ibu.  Saat seorang anak baru menyapa dunia ini dengan tubuhnya yang lemah, tangan lembut seorang ibu selalu memeluknya, menyuapinya, dan melindunginya. Saat seorang anak sudah bisa berlarian dan menjelajah dunia ini lebih luas lagi, tangan ibu selalu hadir untuk membimbingnya agar tidak terjatuh, dia siap mengulurkan tangannya untuk membantu anak bangkit. Bahkan ketika anak tak bisa lagi di dekat ibunya, doanya selalu mengalir dari lisannya yang selalu mengiringi setiap nafas anaknya. Inilah cara Tuhan menjaga kita, yakni lewat doa-doa ibu kita yang tak lelah terucap baik siang maupun malam.

Segala curahan cinta ibu ini selalu ia lahirkan ke dalam berbagai sudut kehidupan seorang anak. Ada banyak hal yang ingin ibu ajarkan untuk anaknya, perilaku jujur, mandiri, disiplin, saling menyayangi, menghargai sesama, menghormati, dan juga banyak hal lainnya.

Melalui lisan dan prilaku seorang ibu, ia sudah berhasil mendidik anaknya. Namun, Bunda perlu hati-hati dalam berkata pada anak, karena ada saatnya hati anak mudah tersakiti, bisa jadi dengan teguran atau dengan sesuatu yang tak Bunda sadari. Oleh karena itu, untuk melengkapi keseharian anak agar ia hidup dalam cinta dan kasih sayang, Bunda perlu menyadari beberapa hal berikut ini yang bisa menyakiti hati anak:

  1. Memberi label pada anak

Ada satu bentuk kasih sayang seorang Bunda, seperti contohnya memberikan label pada anak “malaikat kecil yang sempurna”. Kata ini terdengar menjadi bentuk cinta ibu, namun perlu Bunda tahu bahwa hal ini bisa menyebabkan anak berkeinginan untuk terus berperilaku yang sempurna dan tak pernah melakukan kesalahan. Label yang Bunda berikan pada anak bisa memberikan pengaruh besar pada psikologisnya.

Dengan label di atas contohnya, anak akan cenderung bersikap perfeksionis. Hal ini juga membuat ruang gerak anak terbatas dan  tidak bisa mengeksplor dirinya lebih banyak lagi. Anak akan takut melakukan  sesuatu karena ia takut membuat kesalahan. Padahal di usianya, anak berhak dan boleh melakukan kesalahan, karena dengan begitu, ia akan banyak belajar.

  1. Membandingkan anak dengan anak yang lain

Banyak orangtua yang membanding-bandingkan anaknya dengan tujuan memberikan motivasi pada anak untuk menjadi lebih baik. Namun Bunda, hal ini akan menjadi sangat menyakitkan bagi anak. Hati anak bisa terluka. Anak akan sulit tumbuh bersama dengan anak lainnya. Karena anak yang satu akan merasa superior dan yang lainnya akan merasa menjadi pecundang.

Jangan pernah lakukan ini Bunda! Bunda harus tahu bahwa setiap anak berbeda. Boleh jadi anak Bunda lemah dalam hal akademis, namun justru ia bisa saja tangguh dibidang yang lain, seperti olahraga, menulis, melukis, atau bakat yang lain.

Potensi dan keistimewaan anak berbeda, karena setiap anak sejatinya adalah bibit yang unggul, yang jika dipupuk dan disiram setiap hari akan menjadi pohon yang bermanfaat bagi orang banyak.

  1. Hal yang tanpa sadar dikatakan oleh Bunda: “Oh, kamu anak yang mengecewakan”

Bunda, meskipun saat marah, tetap kontrol apa yang akan Bunda katakan. Karena apa yang keluar dari Bunda bisa saja menyakiti anak. Jika Bunda mengatakan kalimat seperti di atas, tidak akan membuat anak menjadi lebih baik, namun justru ia bisa tumbuh dengan sifat kemarahan dan kebencian yang bisa mempengaruhi kehidupannya. Luka batin ini akan lebih sulit sembuh jika dibanding luka pada kulit.

  1. Memberikan kritik

Meskipun kritik bisa saja menjadi hal yang membangun, namun jika tidak hati-hati disampaikan, maka kritik bisa menyakiti batin anak dan mempengaruhi perkembanagn emosional dan psikologisnya. Kritik yang Bunda berikan bisa saja membebani batin seorang anak.

Jika anak membuat kesalahan, akan lebih baik jika Bunda menyampaikan apa yang mesti dilakukan untuk memperbaikinya, bukan malah memberinya kritik. Hal ini justru akan menimbulkan komunikasi yang menyenangkan dan memberi motivasi pada anak untuk melakukan yang lebih baik.

  1. Saat Bunda lelah, mengalihkan stress dan frustasi pada anak

Bunda bukanlah malaikat, Bunda hanyalah manusia biasa yang terkadang marah, letih, kecewa, dan tidak bahagia. Jika saat ini datang, maka jangan alihkan perasaan negatif Bunda ini pada anak. Anak bagai air putih dalam gelas kaca yang bening. Jika Bunda memberikan kopi yang hitam pekat, maka  air itu akan menghitam pula. Jadi, jangan lontarkan atau perlihatkan sikap marah Bunda akan sesuatu pada anak. Biarkan anak melihat sisi positif Bunda.

Menjadi orang tua tidak pernah mudah. Apalagi tantangan orangtua di jaman ini makin besar. Ada banyak tantangan tersendiri yang Bunda rasakan. Namun diatas segala kesulitan dan tantangan yang dihadapi oleh Bunda, anak tetap berhak mendapat kasih sayang dan beri kesempatan ia untuk tumbuh dalam kasih dan cinta.

Sumber:

Tabloid Nova. http://tabloidnova.com. “5 Omongan Orangtua yang Menimbulkan Luka Bati Anak”. Selasa, 27 Januari 2015. Diakses pada 28 Desember 2016

Tags:

Artikel Terkait