Home Cerita Bunda Benarkah Semua Anak Itu Jenius? Inilah Peran Bunda Agar Otak Si Kecil Makin Jenius!

Benarkah Semua Anak Itu Jenius? Inilah Peran Bunda Agar Otak Si Kecil Makin Jenius!

2016-12-21 06:33:44 Benarkah Semua Anak Itu Jenius? Inilah Peran Bunda Agar Otak Si Kecil  Makin Jenius!

Dear Bunda,

Taukah Bunda bahwa jenius ternyata merupakan gabungan dari berbagai factor, baik factor internal maupun factor eksternal? Informasi ini ternyata benar loh Bunda! Tentang hal tersebut, Kurt Heller telah menemukan bagaimana otak menjadi jenius.

Menurut Heller, ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kejeniusan seorang anak. Faktornya apa saja ya Bunda?

  1. Talenta. Factor ini terkait dengan potensi yang tersembunyi di dalam diri setiap anak, dan belum digali dengan maksimal. Factor ini terdiri dari kreativitas, kemampuan intelektual, kompetensi social, kecerdasan praktikal, potensi artistic, potensi musikalitas, dan ketrampilan psikomotorik.
  2. Karakteristik non-kognitif. Factor ini bersifat internal dan di luar kemampuan kognitif anak, namun kelak akan membentuk konsep dirinya. Factor tersebut meliputi daya tahan terhadap stress, tingkat motivasi untuk berprestasi, strategi belajar dan berkarya, kemampuan menghadapi kecemasan, dan kemampuan mengontrol harapan.
  3. Kondisi lingkungan. Factor ini berasal dari luar diri anak (lingkungan), yang juga berpengaruh atas kejeniusannya. Factor tersebut meliputi lingkungan belajar yang ramah dan kondusif, kondisi keluarga (unsur genetis dan pola asuh), kondisi kelas di sekolah, kualitas instruksi atau petunjuk, dan momen kehidupan yang penting.

Dukungan dari karakteristik non-kognitif dan kondisi lingkungan akan memperkuat talenta istimewa Si Kecil, sehingga akan terbentuk performa jenius. Performa inilah yang mewujud sebagai kecerdasan ganda atau multiple intelligences.

 

>> Lantas, bagaimana otak bisa jenius?

 

Jawabannya, GALI dan ASAHLAH segala potensi positif dari Si Kecil. Bunda pun perlu membangun konsep diri Si Kecil secara positif. Untuk itu, Bunda dapat memanfaatkan aneka aktivitas menarik ataupun permainan. Lalu ciptakan atau temukan lingkungan yang kondusif dan humanis bagi proses tumbuh kembang Si Kecil.

Namun dalam kasus ini, menurut kami genetis bukanlah hal utama untuk mencetak anak jenius. Anggap saja hal tersebut adalah bonus atau hadiah dari Tuhan yang tidak mungkin ditolak begitu saja. Bunda tidak perlu berkecil hati mengenai hal ini. Namun cobalah sekitar Bunda! Banyak anak-anak jenius yang terlahir dari orangtua yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, yuk Bunda kita fokuskan pada potensi dan konsep diri Si Kecil, serta lingkungan tempatnya bertumbuh dan belajar. Bunda dan guru pun diharapkan mau berperan aktif untuk menciptakan semuanya agar kejeniusan anak tidak bersifat sementara. Artinya, jika Si Kecil hanya cerdas, kreatif, dan percaya diri jika hanya berada di rumah saja. Namun ketika ia keluar dari rumah, tiba-tiba kecerdasannya pun menghilang.

Hal tersebut kerap kali dijumpai pada balita dalam bulan-bulan awal masa sekolahnya, misalnya di playgroup. Ada anak yang mampu beradaptasi dan ramah kepada orang yang baru dikenalnya, namun ada pula anak yang pemalu dan pasif.

Disinilah guru hendaknya mengerti bagaimana masing-masing karakter muridnya, lalu melakukan pendekatan kepada mereka. Bunda pun perlu menjalin komunikasi kepada guru Si Kecil. Dengan demikian, apapun perkembangan Si Kecil di sekolah perlu Bunda tindaklanjuti di rumah. Atau guru bisa membantu memancing keluar apa yang sudah dikuasai oleh Si Kecil di rumah, agar kemampuan tersebut dapat ditingkatkan lagi di sekolah.

Bunda siap menciptakan Si Kecil yang jenius? Yuk Bunda mulai dari rumah dan bantu Si Kecil untuk mengembangkan potensi yang ia miliki!

Tips : Lakukan 13 Langkah Ini Untuk Melejitkan Kapasitas Otak Si Kecil!

 

Sumber: Kusuma, R. 2015. Setiap Anak Berhak Menjadi Jenius. Jakarta: Bestari.

Tags:

Artikel Terkait