Home Tumbuh Kembang Anak Mengapa Slogan "berani kotor itu baik?" Itu Benar?

Mengapa Slogan "berani kotor itu baik?" Itu Benar?

2016-06-22 02:03:55 Mengapa Slogan "berani kotor itu baik?" Itu Benar?

 

Mungkin Bunda pernah melihat iklan di televisi yang mengatakan bahwa berani kotor itu baikdengan visualisasi anak kecil yang asyik bermain bola dan bajunya menjadi begitu kotor. Lalu, apakah memang begitu? 

Si Kecil tentu saja membutuhkan banyak semangat dari Bunda entah ketika mereka sedang belajar, bermain ataupun berpetualang dengan dunia di sekitarnya. Menyemangati Si Kecil untuk bermain dengan gembira meskipun berkotor-kotoran dengan lumpur bukanlah hal yang jelek, Bunda. Justru, Si Kecil akan merasa nyaman dengan itu dan akan begitu berpengaruh pada sikap percaya diri yang akan ada pada dirinya di masa yang akan datang

Adalah suatu hal yang wajar bagi orangtua melindungi anaknya dari rasa sakit, merasa takut atau membuat kesalahan. Namun, jika Bunda terlalu ikut campur dengan mencoba melakukan hal-hal yang Bunda pikir terbaik buat dia sedangkan dia sendiri punya seleranya sendiri, maka itu tidak akan baik juga untuk mereka.

"Meskipun masih anak-anak, mereka perlu tahu juga tentang kegagalan dan sebuah hal yang normal untuk merasa sedih, cemas, marah" kata Robert Brooks, PhD, coauthor dari Raising Resilient Children seperti dilansir dari parenting.com.

Sikap over protective yang berlebihan pada anak malah akan membuatnya sulit bergaul dan kurang percaya diri.

Untuk menjadi anak sukses dan percaya diri, mereka mendapatkannya setelah mengatasi rintangan dan bukan karena Bunda menghalangi rintangan itu untuknya. Jika terus dihalangi, maka dia tidak akan tahu apa yang dinamakan usaha. Bisa jadi dia malah akan menjadi anak manja yang tidak bisa menjadi mandiri karena hidupnya tidak menemui rintangan dan kegagalan dalam mencapai sesuatu. Meskipun dibebaskan, orangtua tentu saja harus cerdas dalam hal ini. Tetap tetapkan batasan dan pengawasan. Membuat dia bermain bola dan berkotor-kotoran tentu saja jangan dilakukan setiap hari yang bisa menyebabkan dia lelah dan sakit, namun kegiatan itu perlu untuk sesekali dilakukan. Dengan itu, dia bisa lebih bisa bersosialisasi dengan teman sebayanya juga. 

“Menjadi penting untuk anak mencoba bermain atau mengambil resiko tanpa merasa bahwa orangtuanya akan mengkritik mereka atau mengkoreksi mereka karena telah melakukan hal yang salah”, kata Kathy Hirsh-Pasek, PhD, Profesor Psikologi dari Temple University, Philadelphia.

Ajaklah Si Kecil Berkebun

"Jika kamu ingin memiliki dunia yang lebih baik, ajarilah si kecil untuk berkebun." Ini adalah kutipan anonim, berkebun untuk si kecil akan memberi dampak positif.  Anda harus memahami bahwa si kecil sangat ingin tahu tentang lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka mencoba untuk mengetahui masalah apa pun dengan seksama jika itu menyenangkan.

Jadi berkebun untuk si kecil adalah belajar sekaligus bersenang-senang agar mereka tahu tentang berkebun. Bunda bisa membawa si kecil ke halaman belakang rumah untuk mulai menanam benih pohon.

Mebiasakan anak anak di alam terbuka akan berdampak positif bagi kesehatanya ajaklah si kecil bersantai di taman atau mungkin di gazebo  yang Bunda miliki, jika Bunda tidak memiliki sebuah gazebo, ajaklah si kecil untuk membangunya, mengingat harga gazebo yang lumayan mahal membangun satu untuk halaman rumah Bunda adalah ide yang menarik.

Membiarkan Si Kecil bermain dan berkotor-kotoranpun adalah salah satu bentuk Cinta Bunda pada mereka juga. Kotor sesekali tidak masalah, karena Si Kecil sejatinya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga karena bisa riang bermain dengan teman sebayanya :) (ls)

 

Tags:

Artikel Terkait