Home Tumbuh Kembang Anak Berbagai Tipe Pengasuhan Anak Yang Perlu Bunda Tahu

Berbagai Tipe Pengasuhan Anak Yang Perlu Bunda Tahu

2017-03-06 07:26:30 Berbagai Tipe Pengasuhan Anak Yang Perlu Bunda Tahu

Bunda,

Jenis pengasuhan yang digunakan oleh orang tua dapat memiliki efek signifikan pada perkembangan buah hati serta memiliki dampak yang besar pada jenis hubungan orang tua dan buah hati. Berbagai pendekatan pengasuhan anak dapat mempengaruhi suasana hati dan temperamen Si Kecil menjadi dewasa. Para peneliti telah menemukan empat jenis tipe pengasuhan. Setiap tipe pengasuhan menggunakan pendekatan disiplin yang berbeda

  1. Tipe otoriter (pemaksa)

Orangtua yang otoriter adalah di mana orang tua menetapkan aturan dan berharap bahwa anak-anak akan mengikuti semua arahan mereka tanpa kecuali. Si Kecil memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki keterlibatan dalam upaya mencari solusi atas setiap masalah. Orang tua berharap bahwa Si Kecil akan mengikuti semua aturan sepanjang waktu. Jika Si Kecil menantang aturan atau bertanya mengapa, mereka biasanya mengatakan, "Karena itu yang bunda/ayah mau." Anak-anak biasanya tidak diberikan alasan untuk sebuah aturan dan tentu saja tidak ada proses negosiasi.

Orang tua otoriter sering menggunakan hukuman, bukan konsekuensi. Walaupun Si Kecil yang tumbuh dengan orang tua yang otoriter cenderung mengikuti aturan, namun ada masalah dalam self esteem/harga dirinya. Si Kecil memiliki kecenderungan untuk melawan dan memberontak, apalagi ia melihat bahwa peraturan keras yang dibuat, justru tidak ditaati oleh si orangtua sendiri. Si Kecil juga akan menyimpan sakit hati dan tertekan secara mental. Kemungkinan besar ia akan menjadi pribadi yang sulit bergaul dengan lingkungan sosialnya dan sulit mengemukakan pendapatnya di depan umum.

 

  1. Tipe otoritatif (pemimpin)

Orang tua yang memiliki tipe pengasuhan ini juga memiliki aturan bahwa anak-anak diharapkan untuk mengikuti aturan, namun, mereka memungkinkan beberapa pengecualian. Mereka sering memberitahu anak-anak alasan diterapkannya sebuah aturan dan mereka masih bersedia untuk mempertimbangkan perasaan Si Kecil ketika aturan tersebut diterapkan. Orang tua otoritatif cenderung menggunakan konsekuensi bukan hukuman.

Mereka juga menggunakan konsekuensi yang lebih positif untuk memperkuat perilaku yang baik dan lebih bersedia daripada orang tua otoriter menggunakan sistem reward dan pujian. Si Kecil dibesarkan dengan disiplin otoritatif cenderung bahagia dan sukses. Mereka dapat membuat keputusan dengan baik dan mampu mengevaluasi risiko keselamatan mereka sendiri. Biasanya anak-anak yang diasuh dengan tipe ini tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab yang merasa nyaman mengekspresikan pendapat mereka.

 

  1. Tipe permisif (pemboleh)

Orang tua permisif kurang mendisiplinkan anak mereka. Mereka cenderung ringan dalam kedisiplinan dan hanya dapat melangkah di saat ada masalah serius. Orang tua permisif menginginkan mereka lebih banyak menjadi ‘teman’ daripada menjadi orang tua untuk Si Kecil. Bila kebablasan, sikap memanjakan Si Kecil seringkali diperlihatkan terutama karena tidak ada kedisiplinan dan aturan yang diterapkan.

Orang tua dengan tipe ini mendengarkan semua keluhan Si Kecil seperti halnya teman akrab Si Kecil. Namun, mereka tidak memberikan penilaian terhadap perilaku buruk yang dilakukan Si Kecil. Si Kecil bertumbuh menjadi anak yang manja dan kurang memiliki sopan santun. Mereka seringkali bersikap kurang ajar, termasuk kepada orangtuanya. Kebebasan penuh yang dimiliki anak akan menjadi sangat buruk dan fatal dampaknya apabila Si Kecil masuk ke dalam pergaulan yang salah.

 

  1. Tidak punya tipe (penyia-nyia)

Orang tua tipe ini cenderung lalai atau tidak terlibat dalam pengasuhan Si Kecil. Mereka sering tidak memenuhi kebutuhan dasar Si Kecil dan mungkin mengharapkan Si Kecil untuk mengurus dirinya sendiri. Kadang-kadang ini terjadi karena masalah kesehatan mental orang tua atau masalah penyalahgunaan zat terlarang. Mereka juga mungkin kurang pengetahuan tentang pengasuhan dan perkembangan si kecil atau mungkin merasa kewalahan oleh masalah kehidupan lainnya. Tipe ini memiliki sedikit pengetahuan tentang apa yang dilakukan Si Kecil. Ketika orang tua tidak terlibat dalam pengasuhan, Si Kecil cenderung kurang harga dirinya dan prestasi akademik mereka juga buruk.

 

Sumber :

www.verywell.com

Tags:

Artikel Terkait