Home Tumbuh Kembang Anak Cara Bunda Melindungi Si Kecil dari Bullying

Cara Bunda Melindungi Si Kecil dari Bullying

2017-02-13 06:30:03 Cara Bunda Melindungi Si Kecil dari Bullying

Salah satu tanda bahwa ada yang salah dengan lingkungan pertemanan dan pergaulan anak adalah ketika ia mengatakan pada Bunda, “Anak-anak yang lain nakal” atau “Aku tidak mau bermain dengan mereka lagi.”

Kalau si kecil sudah mengatakan hal ini, bisa jadi ia mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di lingkup pertemanannya. Salah satu yang harus Bunda waspadai adalah bullying, yang tidak hanya terjadi pada anak remaja, namun pada anak preschool dan juga anak sekolah dasar pun, mereka juga rentan akan perlakukan bullying.

Banyak Bunda yang tak menyadari bahwa anak-anak usia dini bahkan pada usia 3 hingga 4 tahun juga beresiko menjadi korban bully anak-anak lain. Brenda Nixon, seorang ibu, mantan guru, dan penulis buku ini mengatakan bahwa sebelum anak berusia 3 tahun, mereka belum memiliki kemampuan mengenal rasa empati. Hal inilah yang menyebabkan mereka sering menyakiti anak-anak lain, secara emosional atau bahkan fisiknya. Anak usia ini juga belum tahu benar bagaimana cara bermain bersama teman-temannya. Bunda yang melihat anaknya berperilaku kasar ini sering menyebut mereka dengan kata “nakal”, meskipun sebenarnya, hal ini karena mereka belum paham apa yang namanya empati.

Penyebab lain perilaku bully pada anak ini adalah, karena anak sering melihat atau menonton tindakan serupa sebelumnya, bisa saja dari orangtuanya, dari saudaranya, atau dari temannya.

Bentuk bullying pada anak bisa berupa:

  • Verbal: memberi julukan negative untuk temannya, mencela, mengejek, merendahkan
  • Fisik: mendorong, menendang, menyakiti
  • Relational: menyebarkan rumor, dikucilkan

Memang tidak semua perlakuan impulsive anak bisa kita sebut dengan bullying. Hal ini karena di masa tumbuh kembangnya ini, ia memang sudah seharusnya menjadi anak yang aktif dan impulsive. Selain itu, kadang ada pula konflik dalam ruang lingkup pertemanan anak yang justru bisa membuat anak menjadi lebih kuat, dan membuat mereka belajar banyak hal, seperti tentang kompromi, negosiasi, dan juga memaafkan.

Sedangkan bullying sendiri adalah sesuatu yang dapat memudarkan kepercayaan diri anak yang lain, mereka bisa menyakiti secara emosional maupun secara fisik, seringkali juga menimbulkan keresahan dan kecemasan pada anak.

Cara Bunda lindungi anak

Anak diusia preschool, harus mendapat bantuan dari Bunda dan orang disekitarnya untuk mengatasi perlakuan bullying ini. Meskipun Bunda ingin melindunginya, namun kenyataannya kejadian bullying bisa terjadi diluar jangkauan Bunda. Oleh karena itulah, Joel D. Haber, Ph.D, seorang penulis Bullyprof Your Child for Life, dalam parenting.com mengatakan bahwa cara terbaik Bunda membantu si kecil dari masalah ini adalah dengan mengajarkan cara mengatasinya sendiri, dan juga dengan meningkatkan rasa percaya diri anak. Beberapa siasat yang diterapkan ialah:

  • Menjadi pemberani. Bersikap pemberani bisa menghentikan pelaku bully, misalkan dengan mengatakan padanya, “Jangan lakukan itu lagi!” yang di lontarkan dengan keras dan lantang.
  • Abaikan. Beberapa ahli percaya bahwa jika kita mengabaikannya, maka si pembuli akan berhenti dengan sendirinya.
  • Tetap akrab bersama teman. Banyak kasus dimana pembully ingin mengisolasi atau mengucilkan seseorang. Jika anak Bunda memiliki banyak teman, maka bisa membantunya untuk tidak dibuly dan bisa memiliki banyak kegiatan bersama temannya.
  • Beritahukan pada guru atau orang dewasa lain. Bunda tidak bisa ada di sekolah dan mendampingi anak-anak setiap jamnya. Maka dari itu, jika ia disekolah, maka beritahukan kepada guru perihal keadaan anak, agar ia bisa menjaganya.

Perilaku bullying benar-benar perilaku fatal yang bisa membuat seorang terluka, dan merasa rendah diri serta dikucilkan. Jadi, meskipun bukan anak Bunda yang dibully, maka sebisa mungkin setiap anak harus dilindungi. Kebanyakan dari mereka merasa tersisihkan dan merasa kesepian. Maka dari itu, empati dari orang-orang disekitar anak sangat penting untuk menjadikannya seorang yang lebih berani dan juga lebih percaya diri lagi.

 

Sumber:

http://www.parenting.com. “How to Handle Preschool Bullies”. Deborah Carpenter. Diakses pada 2 Februari 2017.

http://kidshealth.org. “There’s This Kid Who Gets Bullied a Lot by Everyone. What Should I Do?”. Diakses pada 2 Februari 2017.

Tags:

Artikel Terkait