Home Tumbuh Kembang Anak Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

2016-12-08 16:40:19 Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Bunda, Pernahkan mempunyai pertanyaan, “kenapa anakku sering batuk pilek, apalagi dimusim pancaroba”? Pertanyaan ini seringkali diajukan oleh Bunda.

Untuk mengetahui penyebabnya dan juga cara mengatasinya, terlebih dahulu, mari belajar tentang sistem imunitas dulu, Bunda. Sudah tahukah Bunda tentang sistem imunitas pada anak?

Mengenal lebih jauh tentang sistem imun pada anak

Sistem imun adalah sistem yang berfungsi sebagai sistem koordinasi terhadap respon biologic dengan tujuan untuk memberikan perlindungan integritas dan identitas individu. Selain itu, sistem ini juga berfungsi untuk mencegah terjadinya invasi organisme serta zat-zat berbahaya di lingkungan yang dapat merusak dirinya. (Zakiudin, 2001, dalam Jurnal sari Pediatri).

Dalam jurnal ini pula dijelaskan bahwa sistem imun memiliki 3 fungsi penting, yakni:

  1. Mengenal dan membedakan aneka molekul target sasaran dan juga mempunyai respons spesifik
  2. Membedakan antigen diri dengan antigen asing
  3. Sebagai fungsi memori, yakni melalui pengalaman kontak yang telah terjadi sebelumnya dengan zat asing pathogen dengan tujuan untuk bisa bereaksi lebih cepat dan juga lebih kuat dari pada kontak pertama yang telah terjadi.

Bagaimana cara kerja atau mekanisme sistem imun terhadap bahaya antigen?

Sistem imun yang bertugas sebagai sistem pertahanan tubuh, sistem imun bekerja untuk mengatasi agen berbahaya di lingkungannya dengan cara:

  1. Memberikan pertahanan fisik dan juga kimiawi. Pertahanan ini bisa melalui kulit, sekresi atau pengeluaran asam lemak serta asam laktat yang dikeluarkan melalui kelenjar keirngat dan sebasea. Sekresi lainnya yaitu dalam bentuk lender, pergerakan silia, airmata, urin, serta asam lambung.
  2. Melakukan simbiosis dengan bakteri flora normal normal yang menghasilkan zat untuk mencegah invasi mikroorganisasi seperti halnya laktobasilus.
  3. Innate immunity; dengan mencegah masuknya dan menyebarnya mikroorganisme di dalm tubuh sehingga mampu mencegah terjadinya kerusakan jaringan.
  4. Memberikan imunitas spesifik yang diperoleh.

Mungkin banyak Bunda yang belum paham kalau fungsi imunitas begitu kompleks dan begitu pentingnya fungsi sistem imunitas atau sistem daya tahan tubuh. Namun demikian, terkadang sistem imun bisa saja menurun. Beberapa penyebab daya tahan tubuh menurun adalah seperti; lingkungan, kelelahan, kekurangan nutrisi, dan bisa juga karena cuaca ekstrim. Jika sistem  menurun, maka dampaknya adalah sistem imunitas tidak bisa bekerja maksimal sehingga serangan bakteri dan antigen berbahaya bisa dengan mudah merusak tubuh. Inilah awal dari munculnya berbagai penyakit yang dialami anak, seperti serangan virus influenza, bakteri tuberculosis, dan berbagai ancaman penyakit pada anak.

Membangun sistem daya tahan tubuh

Untuk memastikan anak mendapatkan hari terbaiknya, maka kekebalan tubuhnya harus sengaja dibangun karena setiap hari, ia akan banyak berinteraksi dengan lingkungan dan juga banyak orang yang semakin memperbesar resiko terinfeksi bakteri maupun virus. Seperti virus batuk dan pilek misalnya adalah salah satu jenis penyakit yang paling sering ditemui pada anak.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Euis Heryati, sebenarnya sejak bayi anak sudah mendapat warisan kekebalan tubuh dari sang ibu. Setelah usianya menginjak 6 bulan, pembangunan sistem kekebalan tubuh ini dilanjutkan dengan cara memberikan imunisasi yakni memasukkan vaksin agar merangsang tubuh untuk membuat zat antibody tertentu. Jika kekebalan tubuh terbentuk, maka anak bisa kebal sempurna terhadap sejumah penyakit, seperti polio, TBC, difteria, hepatitis, tetanus, campak, dan juga beberapa jenis penyakit lainnya.

Tapi, perlu Bunda tahu bahwa meskipun kita memberi imunisasi , namun hasilnya tidak akan optimal jika status gizi tubuh tidak bagus. Tubuh yang kekurangan gizi, akan memberikan respon tubuh yang kurang sempurna dalam membangun zat antibody.

Bunda, untuk memenuhi kebutuhan gizinya, tentu ada banyak cara yang Bunda lakukan, seperti: Memilih menu bergizi seimbang yang memenuhi semua kebutuhan tubuh untuk masa tumbuh kembangnya yang meliputi karbohidrat, kalori, energi, protein, aneka vitamin dan mineral.

Darimana Bunda bisa mendapatkan kecukupan anak ini semua?

Jawabannya, bisa Bunda dapatkan dalam madu. Yang di dalamnya mengandung:

Nilai Gizi Madu Setiap 100 gr:

  • Air : 17.1 gr
  • Energi : 304 kcal
  • Protein : 0.3 gr
  • Lemak : 0 gr
  • Karbohidarat : 82.4 gr
  • Serat : 0.2 gr
  • Gula : 82.12 gr

Mineral:

  • Kalsium (Ca) : 6 mg
  • Besi (Fe) : 0.42 mg
  • Magnesium (Mg) : 2 mg
  • Fosfor (P) : 4 mg
  • Potasium (K) : 52 mg
  • Sodium (Na) : 4 mg
  • Zinc (Zn) : 0.22 mg

Vitamin:

  • Vitamin C : 0.5 mg
  • Riboflavin (Vit.B-2) : 0.038 mg
  • Niacin (Vit. B-3) : 0.121 mg
  • Vitamin B-6 : 0.024 mg
  • Folat (DFE) : 2 µg

Sumber: National Nutrient Database for Standard Reference dalam http://ndb.nal.usda.gov

Tahukan Bunda, bahwa 1 kg madu sama dengan:

  • 1.680 kg daging sapi
  • 50 telur
  • 5.675 liter susu
  • 40 jeruk

Bunda tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Untuk itulah, sumber pemenuhan asupan baik untuk tumbuh kembang maupun untuk membentuk sistem daya tahan tubuhnya, haruslah dipilih yang terbaik pula. Bunda bisa ikut bergabung menjadi Bunda lainnya yang percaya pada kebaikan Vitabumin, madu ikan gabus pertama di Indonesia yang baik untuk damping tumbuh kembangnya.

 

referensi:

Munasir, Zakiudin. 2001. “Respons Imun Terhadap Bakteri”. Sari Pediatri. 2 (4), 193-197.

Heryati, dr. Euis. 2009. “Makalah Membangun Kekebalan Tubuh, Menghapus sertaus Penyakit.”

http://ndb.nal.usda.gov

Tags:

Artikel Terkait