Home Tumbuh Kembang Anak Jangan Panik Bila Si Kecil Terlambat Bicara

Jangan Panik Bila Si Kecil Terlambat Bicara

2017-02-20 22:00:29 Jangan Panik Bila Si Kecil Terlambat Bicara

Dear Bunda,

 

Si Kecil sudah 1 tahun lebih, tapi kok belum cerewet seperti teman-temannya? Jangan panik duluan Bunda! Kepanikan orang tua dengan kecenderungan membanding-bandingkan tumbuh kembang buah hatinya dengan anak-anak lain justru menjadikan Si Kecil seakan-akan penuh dengan kekurangan. Sebelum panik, mari cek hal-hal berikut ini Bunda :

  1. Saat usianya 1 tahun :  apakah Si Kecil sudah bisa mengoceh? Apakah Si Kecil merespon saat Bunda mengajaknya bicara?
  2. Saat usianya 1,5 tahun : apakah Si Kecil sudah bisa mengucapkan minimal 1 kata seperti papa atau mama?
  3. Saat usianya 2 tahun : apakah Si Kecil dapat mengucapkan beberapa kata dan mengerti apa yang Bunda katakan?
  4. Pada usianya 2,5 tahun : apakah Si Kecil sudah punya perbendaharaan kata minimal 50 kata dan mampu menyusun kalimat pendek?
  5. Pada usianya 3 tahun : apakah Si Kecil sudah mampu berbicara 1 kalimat penuh dengan frase yang lengkap?

 

Menurut situs nakita.id, bila saat berusia 2,5 tahun Si Kecil masih belum menguasai kemampuan di atas, maka Bunda perlu melakukan terapi sederhana ini di rumah. Apa saja?

  1. Matikan televisi saat tidak ditonton. Suara televisi mengganggu konsentrasi anak mendengar percakapan.
  2. Gunakan flash card bergambar sederhana, dan minta Si Kecil menyebutkan dan mengulangi apa yang dilihatnya.
  3. Berlatih meniup sedotan misal meniup kapas di meja. Cara sederhana ini membantu menguatkan otot wajah dan mulut yang banyak digunakan saat bicara. Si Kecil juga bisa dilatih dengan minum menggunakan sedotan. Pilihkan sedotan unik sehingga Si Kecil merasa tertarik melakukan aktivitas ini.
  4. Taruh benda kesukaan di luar jangkauan, sehingga Si Kecil terpancing bicara meminta bantuan untuk mengambilnya. Ajarkan Si Kecil meminta bantuan menggunakan bahasa isyarat dan ajarkan cara pengucapannya.
  5. Selalu puji Si Kecil saat berusaha atau berhasil melakukan berbagai aktivitas tersebut.

 

Nah Bunda, kunci dari terapi sederhana di atas adalah kesabaran Bunda dalam melatih dengan cara menyenangkan dalam beraktivitas untuk si kecil. Sebagai penyemangat bunda, ingatlah bahwa para ilmuan berikut ini baru mampu mengucapkan kata-kata saat umur mereka sudah 2 tahun, bahkan sampai ada yang 4 tahun ! Siapa saja mereka? Mereka adalah Albert Einstein, Sir Isac Newton, Da Vinci, Gary Becker (ekonom pemenang Hadiah Nobel), Arthur Rubinstein (seorang pianis), Edward Teller (fisikawan dan perintis tenaga nuklir) dan masih banyak lagi. Dikutip dari tulisan konsultan Parenting dari Indonesia Strong From Home, Ayah Edy, seorang bernama Prof. Roger Sperry (pemenang hadiah Nobel) berhasil menemukan perbedaan fungsi antara otak kiri dan otak kanan manusia maka mulailah terkuak misteri mengapa ada anak yang lebih cepat atau lebih lambat bicara.

 

Otak kiri manusia memiliki fungsi utama untuk menganalisis, logika dan berbahasa, sementara otak kanan memiliki fungsi utama seni dan kreatifitas. Jadi, menurut Ayah Edy, jika seorang anak cepat bicara artinya perkembangan otak kirinya lebih dominan dari pada otak kanannya dan begitu juga sebaliknya.

Apakah anak yang lebih dominan perkembangan otak kanan anak ini berkelainan dan perlu di terapi? Menurut pengalaman Ayah Edy sebagai konsultan sekaligus pengajar, fakta seperti itu adalah proses yang alamiah saja, perlu menjadi perhatian, namun jangan terlalu dikhawatirkan sampai melupakan potensi alamiah Si Kecil.

 

Kesimpulan

Bunda, selama Si Kecil berada di lingkungan orang-orang yang berbicara, maka ia lambat laun akan pandai berbicara. Bunda hanya perlu memberi stimulasi bicara Si Kecil, salah satunya dengan mencarikan teman sebaya yang suka bicara untuk teman bermainya. Mengapa? karena biasanya child learn from child better. Anak lebih cepat belajar dari teman sebayanya ketimbang di berikan terapi yang membuatnya justru malah stress. Nah, itulah Bunda beberapa informasi bagaimana menghadapi kenyataan Si Kecil yang masih terbatas bicaranya. Tetap semangat ya Bunda !

 

 

Sumber :

http://www.parenting.com

http://detik.com

Tags:

Artikel Terkait