Home Tumbuh Kembang Anak Hambatan Saat Mengajarkan Anak Ke Toilet Atau Toilet Training

Hambatan Saat Mengajarkan Anak Ke Toilet Atau Toilet Training

2017-02-21 05:21:15 Hambatan Saat Mengajarkan Anak Ke Toilet Atau Toilet Training

Dear Bunda,

Ketika Si Kecil memasuki usia dua tahun, orangtua mulai mengajarkan anak untuk buang air kecil atau besar di toilet. Transisi dari popok ke toilet terkadang berjalan tidak mulus. Ada saja hambatan yang Bunda hadapi. Apa saja hambatannya?

  1. Si Kecil belum bisa mengungkapkan perasaan ingin buang air. Ini normal Bunda. Bunda perlu mengajarinya bagaiman mengendurkan otot-otot di perut bagian bawah dan kandug kemih.
  2. Kadang Si Kecil penasaran dengan fesesnya. Ia pun tanpa merasa jijik menjadikannya mainan. Bunda dapat menegur tanpa memarahi Si Kecil misalnya dengan mengatakan “Dek, ini kan kotor, jadi bukan buat mainan”.
  3. Si Kecil menolak pergi ke toilet. Penolakan Si Kecil bukan tanpa alasan. Bisa jadi itu waktu yang tepat untuk memulai pelatihan. Ketika Si Kecil tampaknya perlu buang air kecil atau buang air besar, segeralah membawanya ke toilet. Jagalah Si Kecil tetap asyik berada di kamar mandi hingga ia selesai buang air. Lakukan dengan ceria dan santai. Jika dia protes dengan keras, jangan memaksa ya Bunda.
  4. Si Kecil marah bila Bunda menyiram kotoran dalam kloset. Beberapa anak menganggap bahwa kotoran itu bagian dari tubuhnya. jadi ini mungkin menakutkan dan sulit bagi mereka untuk memahami. Maka jelaskan Bunda bahwa kotoran merupakan limbah dalam tubuh yang harus dikeluarkan.
  5. Si Kecil takut tercebur atau tersedot dalam kloset. Untuk memberikan kenyamanan Si kecil, biarkan dia memberi alas pada kloset misalnya dengan kertas atau kain. Ini akan mengurangi rasa takutnya pada suara air di kloset.
  6. Si Kecil ngompol di kasur. Ajak Si kecil  untuk buang air di toilet sebelum dan setelah bangun tidur. Katakan padanya bahwa jika dia bangun di tengah malam dan perlu pipis di malam hari, Bunda selalu siap menemaninya.
  7. Si Kecil nyaman pergi ke toilet dengan satu orang tertentu. Ini normal Bunda. Misalnya saja Si Kecil hanya nyaman ke toilet bersama Bunda dan harus dijaga oleh Bunda. Secara bertahap, Bunda dapat menungguinya di depan pintu toilet.

 

Nah, selain hambatan yang berasal dari Si Kecil, terkadang Bunda juga melakukan kesalahan ketika melakukan toilet training ini, misalnya :

  1. Kurang sabar

Ketika proses belajar toilet training ini sudah dimulai biasanya butuh waktu tiga bulan atau lebih lama. Oleh karena itu Bunda harus banyak bersabar dan tetap mendukung Si Kecil. Kalau ternyata proses belajar ini tidak sukses setelah beberapa minggu dijalankan, bisa jadi Si Kecil memang belum siap. Tunggu beberapa minggu dan coba lagi dari awal.

  1. Memulai di waktu yang salah

Bukan ide yang baik jika Bunda mulai mengajari Si Kecil untuk toilet training ketika ternyata dia akan memiliki adik dalam waktu dekat. Waktu lainnya yang tidak tepat misalnya ketika Si Kecil berganti pengasuh atau masa-masa peralihan lain dalam hidupnya.

  1. Menghukum Anak

Menghukum atau marah pada Si Kecil ketika dia tidak benar-benar mau toilet training justru tak akan menyelesaikan masalah dan bisa membuatnya belajar. Pahamilah kalau penolakan Si Kecil ini wajar dan jika Bunda memberi hukuman belum tentu akan memperlancar Si Kecil dalam belajar BAB atau BAK di toilet. Si Kecil malah akan takut jika dia berbuat kesalahan karena hal itu akan membuat Bunda marah. Berikan respon dengan bijak dan tenang ketika anak misalnya lupa ke kamar mandi untuk BAK.

 

Sumber :

http://www.parents.com

https://wolipop.detik.com

Tags:

Artikel Terkait