Home Daya Tahan Tubuh Zat Besi untuk Balita

Zat Besi untuk Balita

2017-02-21 06:15:06 Zat Besi untuk Balita

Bunda, usia 1 hingga 5 tahun adalah masa dimana si kecil membutuhkan nutrisi yang sempurna untuk bekal tumbuh kembangnya. Jadi tidak salah jika ada Bunda yang memperhatikan betul kebutuhan nutrisi ini, sampai memberikan asupan khusus untuk si kecil.

Namun sebenarnya Bunda, nutrisi ini bisa Bunda dapatkan dari makanan dan minuman yang ada di dapur hanya saja, untuk pemilihan jenis makanannya sendiri harus mendapat perhatian khusus. Jangan sembarangan memberikan makanan kaleng dan juga berpengawet. Banyak ahli yang menyarankan untuk memberikan sayur dan buah segar dibanding buah dan sayur kaleng.

Lalu, sebenarnya, apa saja sih yang si kecil butuhkan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak? Ini dia Bunda, ada jenis nutrisi yang disarankan pemberiannya kepada anak usia balita, berdasarkan Government of Western Australia, Department of Health. Salah satunya adalah zat besi.

Kekurangan zat besi merupakan kasus yang banyak dialami oleh anak. Zat besi sendiri merupakan jenis mineral yang bisa ditemukan dalam banyak produk makanan. Fungsinya adalah untuk membangun dan mengembangkan fungsi tubuh dan juga untuk otak anak. Zat besi ini membantu pembentukan hemoglobin darah, dan mendistribusikan oksigen ke dalam darah. Komponen di dalamnya termasuk enzim-enzim yang dibutuhkan untuk membentuk energi berupa glukosa untuk bahan bakar otak dan juga untuk fungsi dalam tubuh.

Tahukah Bunda, makanan apa saja yang mengandung zat besi?

Sereal untuk sarapan (dengan zat besi) 1 cup 3.0 mg iron
Daging sapi tanpa lemak (matang) 100 g 2.0-3.0 mg iron
Daging domba tanpa lemak (matang) 100 g 2.0-2.5 mg iron
Polong ½ cup 2.0-2.5 mg iron
Salmon 100 gr 1.1-1.3 mg iron
Tuna 100 gr 1.0-1.3 mg iron
Telur 67-70 g 1.0 mg iron
Dada ayam tanpa kulit 100 g 0.4-0.9 mg iron

 

Kekurangan zat besi

Banyaknya kasus kekurangan zat besi pada anak diakibatkan oleh ketidakcukupan jumlah zat besi dalam kandungan makanan yang dikonsumsi. Beberapa hal yang bisa membuat anak kekurangan zat besi, diantaranya karena:

  • Kurangnya makan sayur

Meksipun dalam daging terdapat zat besi yang mudah diserap oleh tubuh, namun menyajikan sayuran juga bisa mencukupi kebutuhan zat besi untuk tubuh si kecil. Kita bisa menggunakan sumber dari zat besi yang berasal selain dari produk hewani. Beberapa contoh jenis sayuran ini adalah seperti: roti, sereal, polong, dan buncis.

Agar kandungan zat besi lebih mudah diserap oleh tubuh, maka ada baiknya turut serta mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C pada makanan yang sama. Sumber vitamin C ini bisa berasal dari buah yang berasa asam. Dengan demikian,  maka zat besi akan lebih mudah terserap tubuh.

  • Milkaholic

Istilah milkaholic mungkin masih terasa asing bagi banyak Bunda. Anak yang meminum susu sapi atau jenis susu lainnya pada jumlah berlebihan (yakni lebih dari 500 ml/ hari)  maka dapat mengakibatkan anak kekurangan zat besi. Kenapa demikian?

Karena susu bukan sumber zat besi yang direkomendasikan. Bahkan konsumsi susu ini bisa mengurangi nafsu makan anak, hingga membuatnya kekurangan zat besi yang seharusnya ia dapat dari berbagai jenis makanan, seperti sayur dan daging.

  • Penyuka teh

Tahukah Bunda, bahwa di dalam teh yang disebut dengan istilah tannin, merupakan senyawa polifenol dari tumbuhan, yang rasanya pahit dan juga kelat. Senyawa ini menghalangi penyerapan zat besi. Karena itulah, anak yang menyukai dan suka minum teh, akan cenderung kekurangan zat besi.

 

Sumber:

Government of Western Australia, Department of Health. Child and Antenatal Nutrition Manual. Toddler 1-3 years. May 2010. Page 7-9.

Tags:

Artikel Terkait