Home Cerita Bunda Kenali Rumah Sebagai Mesin Pembunuh Bakat Si Kecil! Adakah Ciri Ini di Rumah Bunda?

Kenali Rumah Sebagai Mesin Pembunuh Bakat Si Kecil! Adakah Ciri Ini di Rumah Bunda?

2016-12-17 01:23:51 Kenali Rumah Sebagai Mesin Pembunuh Bakat Si Kecil! Adakah Ciri Ini di Rumah Bunda?

Dear Bunda,

Untuk hari ini, coba deh Bunda memperhatikan aktivitas dan perilaku Si Kecil seharian. Tentu saja ada aktivitas tertentu yang mereka sukai dan sering mereka ulangi. Rasa suka Si Kecil terhadap suatu aktivitas sangat penting diketahui oleh Bunda loh, karena dari sanalah bakat Si Kecil berasal. Sementara itu, rasa suka terhadap aktivitas tersebut sebenarnya berasal dari keinginan otaknya untuk mengetahui sesuatu.

Dan ketika sesuatu itu sudah diketahui Si Kecil, maka ia akan melakukannya secara berulang-ulang karena menyukainya. Sebaliknya, jika tidak dilakukan berulang-ulang maka aktivitas itu termasuk tidak disukai oleh Si Kecil.

Nah Bunda, dari aktivitas tersebut Bunda dapat menilai bahwa aktivitas yang disukai Si Kecil tersebut berkemungkinan adalah bakatnya. Namun, perlu Bunda pahami bahwa tidak semua aktivitas yang disukai Si Kecil merupakan bakatnya loh. Mungkin saja, Si Kecil hanya mengikuti temannya, lalu hanya dalam beberapa saat Si Kecil pun mulai meninggalkannya.

Yang terpenting, biarkan rasa suka Si Kecil terhadap aktivitas tertentu terus berkembang dan jangan pernah tidak membantu mengembangkannya. Karena bisa saja bakat anak lebih dari satu ;)

Namun, kenyataan yang terjadi justru bibit dari bakat Si Kecil tidak diperhatikan atau tidak dikembangkan oleh orangtuanya, bahkan hal tersebut dilakukan di rumah sendiri. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Berikut ciri-ciri rumah sebagai mesin pembunuh bakat Si Kecil:

  1. Larangan melakukan aktivitas yang disukainya

Ketika Si Kecil melakukan aktivitas baru yang disukainya, jangan langsung dilarang ya Bunda jika kita tidak menyukai kelakukannya. Percayalah, hal tersebut merupakan perintah dari otak Si Kecil untuk mendapatkan pengalaman belajar.

Jika sudah mendapatkan pengalaman belajar, lalu Si Kecil ingin terus melakukan aktivitas tersebut meskipun beresiko negatif, maka Bunda diperbolehkan untuk menghentikannya.

  1. Memberikan label buruk

Jika Bunda selalu memberikan label negatif pada Si Kecil, maka bakat Si Kecil pun tidak akan pernah muncul. Misalnya, menyebut akan dengan perkataan yang kasar ketika ia tidak bisa melakukan suatu hal. Dengan kata lain, kebiasaan tersebut justru membuat Bunda dan rumah menjadi mesin pembunuh bakat Si Kecil.

  1. Tidak memberikan kebebasan berekspresi

Pada usia berapa pun, sebenarnya Si Kecil membutuhkan ruang bebas untuk berekspresi. Jadi, tidak ada salahnya Bunda membiarkan Si Kecil untuk mengikuti suatu organisasi yang mungkin dapat mengembangkan bakatnya.

  1. Hukuman yang tidak mendidik

Biasanya, ada 2 jenis hukuman, yaitu hukuman fisik dan hukuman psikis. Hukuman fisik seperti memukul, mencubit, menampar, menarik rambut, dan sejenisnya; sedangkan hukuman psikis seperti mengomeli, memaki, meneriaki, mengurung, dan sebagainya. Perlu Bunda ketahui, kedua hukuman tersebut sama-sama tidak dianjurkan. Lantas, apakah Bunda sama sekali tidak boleh menghukum Si Kecil?

Menurut kami, istilah hukuman ini harus dirubah menjadi pengajaran atau konsekuensi. Kemudian, Bunda dapat menentukan  jenis konsekuensi yang sesuai dengan usia Si Kecil. Biasanya nih Bunda, konsekuensi yang paling efektif adalah menunda sementara waktu aktivitas paling digemari Si Kecil.

Jadi, sebenernya tidak ada hukuman ya Bunda, yang ada hanyalah konsekuensi. Hukuman justru tidak mendidik, biasanya malah menimbulkan pengaruh buruk pada Si Kecil, di antaranya:

  • Si Kecil akan terbiasa menyerah saat menghadapi paksaan dan punya anggapan bahwa siapa yang kuat, dialah yang menang.
  • Si Kecil akan memiliki anggapan negatif terhadap penghukum sehingga membuat ia keras kepala
  • Si Kecil akan tumbuh menjadi seseorang yang penakut, memiliki kepribadian buruk, dan terganggunya keseimbangan psikologis.
  1. Tekanan terhadap prestasi di sekolah

Terkadang, Bunda berharap agar Si Kecil dapat berprestasi secara akademik di sekolah dengan cara memaksa atau menekannya. Dan sekolah pun tiba-tiba berubah fungsi menjadi penjara bagi anak, karena di dalamnya ada banyak tugas yang harus diselesaikan dan harus mendapatkan nilai yang tinggi.

Kemudian di rumah, orangtua menerima mentah-mentah kondisi ini sehingga bagi anak, rumah adalah penjara kedua setelah sekolah dan tiada hari untuk bersenda-gurau di rumah bersama keluarga. Sehingga yang terjadi, anak pun akan menghabiskan seluruh waktunya untuk mengerjakan pekerjaan rumah demi mengejar prestasi akademis.

Aduh jangan sampai ya Bunda ciri di atas ada di rumah Bunda. Jika ada, ada baiknya mulai mengurangi dan menghilangkan kebiasaan tersebut, sehingga bakat Si Kecil pun akan berkembang pesat.

Bagaimana Bunda? Siap memulainya dari sekarang? ;). Yok bunda kenali dulu apa saja ciri-ciri bakat Si Kecil di aritel kami " Kenali Ciri Bakat Pada Si Kecil! Agar Si Kecil Kelak Tak Salah Arah! "

 

Sumber: Chatib, M. 2012. Orangtuanya Manusia: Melejitkan Potensi dan Kecerdasan dengan Menghargai Fitrah Setiap Anak. Bandung: Kaifa.

Tags:

Artikel Terkait