Home Tumbuh Kembang Anak Latih Si Kecil Berekspresi Dengan Warna

Latih Si Kecil Berekspresi Dengan Warna

2017-01-12 05:22:05 Latih Si Kecil Berekspresi Dengan Warna

Bunda, kali ini kita akan belajar bersama tentang cara mengembangkan kreativitas anak.

Ya, salah satunya yaitu dengan mengenalkan bentuk dan warna pada anak, dimana cara ini bisa menjadi jembatan baginya untuk berekspresi. Meskipun anak Bunda belum memasuki bangku sekolah, namun mengenalkan warna sejak dini juga bagus lho untuk perkembangannya. Yuk Bunda, jangan sampai menunggu anak masuk ke sekolah atau PAUD untuk memperkenalkan anak pada warna.

Rumahlah yang menjadi tempat pertama anak untuk belajar. Dan Bundalah guru pertama dan terbaik bagi anak. Untuk itulah, yuk Bunda jadi guru yang aktif dan kreatif bagi anak.

Jadikan bentuk dan warna sebagai materi yang menyenangkan baginya, yang juga menjadi salah satu media yang turut mencedaskan anak, meningkatkan daya ingatnya, dan melatih  imajinasi dan dunia artistiknya. Dalam hal ini, anak juga akan belajar memahami ruang, keterampilan kognitif, dan pola berpikir yang kreatif.

Menurut Drs. Hapidin, MPd., (dalam tabloidnova.com) menjelaskan bahwa anak harus dikenalkan pada bentuk dan juga warna.  Seorang pakar pendidikan dari Jerman, John Hendrick Pestalozzi, pun juga melontarkan bahwa bentuk dan warna menjadi salah satu komitmen dalam pendidikan anak. Beliau menekankan bahwa, pembelajaran anak batita khususnya, harus menekankan pada AVM yaitu Audiotary, visual, dan Memory. Hal ini bisa berpegaruh pada perkembangan intelektual anak. Dari hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa pengetahuan  yang ada , 74 % diperoleh dari keammpuan visual, sedang 12 persen dari pendengaran. Dan sisanya dari sumber pengetahuan lain. Hal itulah yang menyebabkan, pengembangan auditori visual adalah pintu gerang untuk masuknya ilmu pengetahuan dan perkembangan semua fungsi intelektual anak.

Sejak kapan anak bisa diperkenlakan pada warna dan bentuk?

Bunda, dunia anak sudah terbuka lebar semenjak ia lahir kedunia ini. saat ia melihat warna dari dunia ini, maka sata itu pula anak bisa belajar. Ia akan menangkap, menyimpan, dan mempelajari segala sesuatu yang berasal dari  audio maupun visual yang ia tangkap. Selayaknya terjadi pada warna, sejak usia 40 hari, bayi sudah mulai  melihat dunia luar dengan jelas, sehingga bisa berpengaruh pada daya ingat dan memorinya.

Orang tua bisa menguji apakah kemampuan auditori anak normal atau tidak.

Sehingga tidak heran jika banyak mainan bayi yang dibuat colorful atau penuh dengan warna. Kenalkan  anak pada mainan ini, seperti kerincing warna warni yang bisa menstimulasi auditori dan visualnya. Jika anak memiliki kedua fungsi yang normal, maka ia akan menoleh-noleh dan mencari sumber bunyi dan memperhatikan pada warna mainan tersebut.

 

Warna melatih anak berekspresi

Ternyata, permainan bisa berkembang melalui pola pikir yang kreatif. Caranya sederhana lho Bunda yani dengan mencampur beberapa warna untuk menghasilkan warna baru. Menentukan warna baru ini bisa melatih pola pikir alternatif anak. Dalam program eksperimen warna yang sudah banyak diterapkan di sekolah-sekolah  seperti playgroup, anak dibiarkan bereksperimen untuk menemukan warna baru dengan mencampur warna yang ada.

Bukan hanya pola pikirnya saja yang berkembang, namun juga menggungah rasa ingin tahu anak. Kok bisa? Yah, jadi permainan ini bisa menstimulasi rasa ingin tahu pada kejadian-kejadian yang belum ia pahami sebelumnya. Anak juga akan belajar untuk memahami kejadian-kejadian alam disekitarnya yang ternyata menyimpan sesuatu yang menakjubkan dan luar biasa. Misalnya dengan mencampur air putih dan sirup bisa menjadikan air menjadi merah. Hal kecil ini bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kecerdasannya.

Kalau sudah tahu bagaiamana hebatnya manfaat hal sederhana ini, maka Bunda bisa lekas memperkenalkan warna dan juga bentuk pada anak.

 

Sumber:

http://tabloidnova.com. NOVA. “Mengembangkan Kecerdasan Lewat Bentuk dan Warna”. (02/01/1011) diakses pada 12 Januari 2017.

Tags:

Artikel Terkait