Home Daya Tahan Tubuh Manfaat Makan Sayur untuk Kesehatan Si Kecil

Manfaat Makan Sayur untuk Kesehatan Si Kecil

2017-01-06 02:10:43 Manfaat Makan Sayur untuk Kesehatan Si Kecil

Untuk hidup sehat, salah satu faktor yang harus diperhatikan yaitu makanan apa saja yang dikonsumsi,. Tentu saja Bunda harus memilih makanan yang tepat untuk kesehatan tubuh Si Kecil

Manfaat sayur untuk kesehatan tubuh

Sayur- sayuran adalah makanan yang wajib ada dalam menu harian Si Kecil. Mengapa demikian? Karena sayur punya banyak manfaat bagi tubuh. Bila dilihat dari segi nutrisi, sayuran sudah lama dikenal sebagai sumber vitamin dan mineral, namun sekarang sayuran juga sudah dikenal memiliki manfaat untuk kesehatan. Peran kelompok fitokiimia, antioksidan, fitosterol (plant sterol) dan serat  telah mendapat perhatian yang semakin tinggi bila  dihubungkan dengan kesehatan tubuh ( Garcia-Alonso et al., 2004; Piironen et al., 2003, dan Terry et al., 2001).

1. Vitamin dan mineral

Banya reaksi di dalam tubuh yang memerlukan vitamin (Jones dan Beckett, 1995) Sayur memiliki kandungan vitamin, misalnya saja wortel yang mengandung pigmen karotenoid yang dikenal sebagai suber pro-vitamin A (Pardede, 2013).

2. Fitokimia

Secara harafiah, fitokimia artinya komponen kimia yang terkandung pada tanaman. Namun dalam perkembangannya, istilah fitokimia sekarang merujuk pada komponen kimia yang ada pada tanaman dan memiliki kemampuan memberikan efek perlindungan terhadap penyakit. Fitokimia terdiri dari senyawa-senyawa fenolat yaitu asam-asam fenolat dan flavonoid, serta lignan. Senyawa fenolat, khususnya kelompok flavoid telah diketahui memiliki sifat sebagai antioksidan yang berfungsi sebagai anti kanker (Terry et al, 2001), anti mikrobia serta berfungsi untuk melindungi dari penyakit jantung (Gorinstein et al., 2002).

3. Fitosterol

Fitosterol adalah senyawa sterol yang ada pada tanaman. Sayuran yang memiliki fitosterol yang cukup tinggi antara lain brokoli, wortel, dan bunga kol. Piironen et al  (2000) menjelaskan jumlah fitosterol berkorelasi negatif dengan penyerapan kolesterol serta kandungan kolesterol jenis Low Density Lipoprotein (LDL) dalam serum darah. Hal ini menjelaskan bahwa semakin banyak jumlah fitosterol maka akan menurunkan kolesterol jenis LDL yang buruk untuk kesehatan tubuh. Pada suatu penelitian diketahui bahwa konsumsi 1,5-2 gram fitosterol tiap hari, ditambahkan ke dalam bahan makanan, mampu menurunkan total kolesterol dan kolesterol tipe LDL. Selain itu, penambahan fitosterol berkorelasi terbalik dengan kejadian kanker lambung, yang artinya makin tinggi fitosterol maka akan mengurangi risiko kanker lambung (Piironen et al., 2003).

4. Serat

Serat pangan tidak berkontribusi sebagai sumber nutrisi, tetapi konsumsi serat mempunyai efek positif terhadap kesehatan. Peran utama serat dalam makanan ialah pada kemampuannya mengikat air, selulosa, dan pektin. Serat dalam makanan terbagi menjadi dua komponen utama yaitu serat larut dan tak larut. Menurut penelitian dijelaskan bahwa serat makan tidak larut (IDF)sangat berperan dalam pencegahan disfungsi alat pencernaan, di antaranya kanker usus besar, infeksi usus buntu, ambeien, dan konstipasi (susah buang air besar) (Ide, 2009).

Serat membantu mempercepat keluarnya sisa-sisa makanan di saluran pencernaan untuk  diekskresikan keluar. Tanpa bantuan serat, feses yang mempunyai sedikit kandungan air sedikit akan lebih lama tinggal di dalam saluran usus dan mengalami kesulitan di dalam usus untuk bisa diekskresikan keluar karena gerakan peristaltik usus besar menjadi lebih lamban. Dari suatu penelitian di Amerika,  ditemukan bahwa diet tinggi serat yaitu sebanyak 25 gram per hari dapat memperbaiki pengontrolan gula darah, mampu menurunkan peningkatan insulin yang berlebihan dalam darah serta mengurangi kadar lemak darah (Ide, 2009).

Banyak sekali ya Bunda manfaat sayuran untuk kesehatan Si Kecil ! Oleh karena itu, jangan lupa sajikan sayur-sayuran dalam menu harian Si Kecil ya :)

Buah dan Sayuran Rentan Kehilangan Gizinya Loh Bunda! Ini Yang Harus Bunda Lakukan Untuk Mempertahankan Gizi Pada Makanan Si Kecil!

 

Sumber

Garcia-Alonso, M., Pascual-Teresa, S., Santos-Buelga, C. and Rivas-Gonzalo, J.C. 2004. Evaluation of the antioxidant properties of fruits. Food Chemistry 84: 13 – 18

Gorinstein, S., Martin-Belloso, O., Lojek, A., Ciz, M., Soliva-Furtuny, R., Park, Y., Caspi, A., Libman, I. and Trakhtenberg, S. 2002. J. Sci. Food Agric. 82: 1166-1170

Ide, Pangkalan. 2009. Health Secret of Dragon Fruit Menguak Keajaiban si Kaktus Eksotis dalam Penyembuhan Penyakit. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Jones, H. F. and Beckett, S.T. 1995. Fruits and vegetables, in Beckett, S.T. (Ed.). Physico-Chemical Aspects of Food Processing. Blackie Academic & Professional.

Pardede,Erika.  2013. Tinjauan Komposisi Kimia Buah dan Sayur: Peranan Sebagai Nutrisi dan Kaitannya Dengan Teknologi Pengawetan Dan Pengolahan. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan - Universitas HKBP Nommensen, Medan.Dipublikasikan pada Journal VISI, Vol 21 No.3. ISSN 0853 – 0203: 2013

Piironen, V., Lindsay, D.G., Miettinen, A.A., Toivo, J. and Lampi, A. 2000. Plant sterols: biosynthesis, biologival function and their importance to human nutrition. J. Sci. Food Agric. 80: 939 - 966

Piironen, V., Toivo, J., Puupponen-Pimia, R. and Lampi, A. 2003. Plant sterols in vegetables, fruits and berries. J. Sci. Food Agric. 83: 330-337

Terry, P., Terry, J.B. and Wolk, A. 2001. Fruit and vegetable consumption in the prevention of cancer: an update. Journal of Internal Medicine 250: 280-290

Tags:

Artikel Terkait