Home Cerita Bunda Melempar Mainan Sudah Menjadi Kebiasaan Si Kecil. Bagaimana Agar Si Kecil Berhenti Melempar?

Melempar Mainan Sudah Menjadi Kebiasaan Si Kecil. Bagaimana Agar Si Kecil Berhenti Melempar?

2017-02-14 06:12:29 Melempar Mainan Sudah Menjadi Kebiasaan Si Kecil. Bagaimana Agar Si Kecil Berhenti Melempar?

Dear Bunda,

Mungkin ini adalah permasalahan hampir semua Bunda ya. Pada usia tertentu, Si Kecil akan seneng banget buat melempar apapun yang ada di dekatnya, bisa mainan atau makanannya. Dan Bunda pasti sebel campur khawatir ketika Si Kecil sudah melempar semuanya. Pasti lah ya Bunda ada ketakutan rusaknya barang atau terkena orang lain. Nah untuk membantu mengatasinya, yuk Bunda kita coba ikuti beberapa tips berikut.

  1. Mengenali perilaku Si Kecil sebagai panggilan untuk meminta bantuan atau berkomunikasi

Hal pertama yang perlu Bunda pahami adalah mereka masih belajar berkomunikasi. Mereka mungkin akan mencoba mengeksplorasi bahan yang ada di sekitar mereka dan mencoba untuk mengetahui kegunaannya. Ketika Bunda berusaha untuk mencari tahu kenapa Si Kecil melempar barang sekitarnya, mungkin akan membuat Bunda lebih mudah untuk menghentikannya.

  1. Hindari reaksi yang berlebihan

Kadang sulit ya Bunda untuk tidak mengatakan sesuatu tentang apa yang Si Kecil lakukan, terutama jika Si Kecil mulai menyakiti Bunda atau anggota keluarga lainnya berulang kali. Apabila Bunda menanggapi perilaku Si kecil tersebut dengan emosi, maka dampaknya akan lebih parah lagi, bahkan Si Kecil akan lebih sering melakukannya. Reaksi yang berlebihan dari Bunda akan membuat Si Kecil mendapatkan “kekuatan” lebih untuk mengontrol situasi sesuai dengan keinginan mereka.

  1. Ajak komunikasi dan berikan pilihan

Bunda perlu memilih kata yang mudah dimengerti Si Kecil apabila mereka mulai melempar benda atau mainannya. Bunda dapat menjelaskan apa saja yang dapat Si Kecil lakukan dengan mainan tersebut dan tidak membiarkan Si Kecil untuk melemparnya lagi. Bunda sepertinya juga perlu menunjukkan cara menggunakannya agar Si Kecil lebih memahaminya. Untuk Si Kecil yang lebih dewasa, Bunda dapat memberikan konsekuensi yang tegas, sehingga Si Kecil memiliki kesempatan untuk merubah perilakunya dan membuat pilihan yang terbaik. Misalnya dengan menyingkirkan mainan dan tidak mengizinkan Si Kecil untuk bermain dengan mainan tersebut untuk sementara waktu.

  1. Alternatif lain

Fokuskan tentang apa yang dapat Si Kecil lakukan, bukan hanya sekedar melarangnya ya Bunda. Misalnya, Bunda menyediakan mainan lunak yang dapat Si Kecil lempar, sehingga tidak akan menyakiti siapapun.

Terkadang Si Kecil hanya bereksplorasi dan mereka tidak mengetahui apa yang sedang ia lakukan dengan benda tersebut. Apabila Si Kecil mulai mengamuk lagi, Bunda dapat menyampaikan kepada Si Kecil untuk melakukannya pada waktu dan tempat yang tepat, misalnya bermain bola basket.

Si Kecil biasanya melempar benda untuk menarik perhatian Bunda atau saudaranya. Apabila Si Kecil sudah bisa bermain peran, Bunda dapat mempraktekkan bagaimana caranya mengajak bermain. Contohnya, dengan menyentuh bahu dan mengatakan “ayo kita bermain”. Sehingga Si Kecil akan terbiasa untuk mengajak bermain dengan perkataan, bukan dengan melempar benda.

  1. Membiarkan Si Kecil meluapkan perasaannya

Si Kecil mungkin akan merasa kesal dan marah, hingga akhirnya menangis karena konsekuensi yang Bunda berikan. Selama Si Kecil marah, Bunda sepertinya perlu berada di dekat Si Kecil dan jauh dari mainan yang baru saja ia lempar. Setelah Si Kecil mengeluarkan emosinya, Bunda perlu mengakui emosi Si Kecil. Dan Bunda juga perlu membantu untuk melepas dan mempercepat masa emosi Si Kecil.

  1. Bersikap sabar dan tenang.

Jangan sekali-kali merespon perilaku mereka ya Bunda, mereka hanya ingin berkomunikasi dan membutuhkan bantuan, jadi Bunda perlu menanggapi mereka dengan sabar dan tenang. Tenangkan diri Bunda dan jangan segera merespon apabila Bunda belum merasa tenang. Si Kecil hanya menguji Bunda dan melihat apakah benar ancaman yang Bunda katakan. Oleh karena itu, Bunda perlu sabar dan tenang ya dalam menghadapi Si Kecil.

Yuk dicoba Bunda, sepertinya sangat dibutuhkan kesabaran dan sikap tenang yang ekstra ya Bunda. Selalu berikan yang berbaik untuk Si Kecil ya Bunda

 

Sumber: toddlerapproved.com

Tags:

Artikel Terkait