Home Tumbuh Kembang Anak Memahami Fase Egosentris Pada Si Kecil. Ternyata Ini Penyebab Si Kecil Enggan Berbagi!

Memahami Fase Egosentris Pada Si Kecil. Ternyata Ini Penyebab Si Kecil Enggan Berbagi!

2017-02-21 07:59:42 Memahami Fase Egosentris Pada Si Kecil. Ternyata Ini Penyebab Si Kecil Enggan Berbagi!

Dek, itu loh Riza mau pinjem mobil-mobilannya boleh?

Enggak boleh!

 

Dear Bunda,

Sepertinya hal ini sudah sering Bunda denger ya? Hehe Si Kecil susah sekali untuk meminjamkan mainannya, meskipun untuk teman bermainnya. Kok gitu ya Bunda? Padahal kan Bunda juga sudah mengajari Si Kecil untuk berbagi.

Seorang peneliti perkembangan anak, Jean Piaget mengidentifikasi hal tersebut sebagai egosentris pada anak. Dan ternyata, egosentrisme ini merupakan bagian dari perkembangan kognitif masing-masing balita loh Bunda. Piaget menyebutnya sebagai perkembangan dari tahapan preoperational, yang ditandai dengan cara Si Kecil melihat hal-hal hanya dari sudut pandangnya sendiri. Teori ini menjelaskan perilaku Si Kecil yang khas seperti menginginkan sesuatu dengan cara mereka sendiri dan keengganan mereka untuk berbagi.

>> Perkembangan egosentrisme

Perkembangan dari egosentrisme pada balita biasanya sesuai dengan usianya. Egosentrisme memungkinkan Si Kecil untuk fokus pada diri mereka sebagaimana mereka mengembangkan keterampilan yang diperlukan, seperti berjalan, berbicara, dan awal pembelajarannya.

Pada awalnya, mungkin Bunda gemas ya ketika Si Kecil tidak mau berbagi atau tidak peduli bahwa kelakuannya mengganggu orang lain. Namun hal tersebut penting loh Bunda bagi Si Kecil karena fokus tersebut mereka butuhkan dalam tahap perkembangan kognitif.

>> Perilaku umum dari egosentrisme

Perilaku egosentris dari balita salah satunya adalah berperilaku seperti bos, ketidakmampuan untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan kesulitan dalam menyederhanakan apa yang mereka ketahui tentang diri mereka sendiri kepada orang lain. Si Kecil mungkin paham mana tangan kanan dan kirinya, namun ia tidak bisa menunjukkan kanan dan kiri pada orang lain.

Si Kecil terkadang memiliki cara sendiri untuk bermain dan berbagi apa yang ia miliki. Mungkin, Bunda pernah menemui Si Kecil lebih asyik bermain sendiri daripada bermain dengan temannya yang lain. Hal ini terjadi karena Si Kecil mencoba untuk mengeksplorasi diri mereka sendiri, dan merupakan bagian dari egosentrisme. 

>> Membangun hubungan yang menyenangkan

Si Kecil mungkin pernah berada dalam perbedaan pendapat dengan temannya, lalu kemudian mereka saling marah karena sudut pandang egosentris mereka. Sebagai orangtua, Bunda dapat membantu Si Kecil untuk bersosialisasi dengan memberikan contoh baik dan mengajari Si Kecil bagaimana menyampaikan apa yang ia rasakan.
 

Ajarkan Si Kecil untuk berani mengatakan apa yang ia inginkan, misalnya Si Kecil ingin membangun lego sendiri, namun apabila ada anak lain yang ingin bermain lego, ada baiknya Bunda meminta beberapa lego dari Si Kecil. Ajarkan Si Kecil bagaimana caranya menjadi teman yang baik dengan berbagi dan bergiliran. Si Kecil pun akan belajar untuk membangun hubungan positif, bahkan pada fase egosentrisnya.
 

>> Berhadapan dengan egosentrisme Si Kecil

Apabila Bunda mulai berhadapan dengan Si Kecil yang memiliki egosentris, maka Bunda membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Bunda perlu memberikan batasan kepada Si Kecil bahwa ia tidak dapat selalu menjadi bos.

Bunda dapat mengajak Si Kecil untuk membaca buku dan mendiskusikan perasaan dari karakter pada buku tersebut. Kemudian ajak Si Kecil untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Sesekali doronglah Si Kecil untuk menyelesaikan masalahnya dan menjelaskan apakah perilaku yang ia lakukan tersebut benar atau salah. Bicarakan tentang perilaku Si Kecil tersebut dan bertanya kira-kira apa yang orang lain rasakan apabila Si Kecil melakukan perilakunya tersebut.

Dalam menghadapi Si Kecil yang sedang dalam proses tumbuh kembang, Bunda sangat membutuhkan kesabaran dan konsistensi nih. Gimana Bunda? Sudah siap kan? ;)

 

Sumber: oureverydaylife.com

Tags:

Artikel Terkait