Home Tumbuh Kembang Anak Mengenal Helicopter Parenting

Mengenal Helicopter Parenting

2017-02-07 04:39:11 Mengenal Helicopter Parenting

Kata Helicopter parent pertama kali diperkenalkan pada tahun 1969, pada sebuah buku berjudul Parents & Teenagers ditulis oleh anak remaja yang menyatakan bahwa orang tua mereka bagaikan helicopter yang melayang-layang dia atas mereka, selalu mengawasi dan juga membayangi mereka, seperti halnya sebuah helikopter.

Di tahun 2011, istilah ini mulai populer, yang berarti tipe pengasuhan orangtua yang terlalu fokus terhadap anaknya. Carolyn Daitch, Ph.D., mengatakan bahwa orangtua tipe ini terlalu mengambil tanggung jawab terhadap setiap hal yang dilakukan oleh anak, terutama dalam hal yang mengacu pada keberhasilan atau kegagalan.

Jadi, orangtua tipe ini selalu ingin terlibat dalam setiap langkah anak, dia tak mau melepas tangan anak dan membiarkan ia menikmati dunianya sendiri. Orangtua terlalu takut anaknya gagal dan terluka, makanya ia tak pernah melepas anak dan selalu membayang-bayanginya. Tipe orang tua ini bisa juga disebut overprotecting, over controlling, dan overperfecting. 


Keterlibatan orangtua dalam kehidupan anak bisa menyeluruh hingga ke detail kehidupan anak, seperti:

  • Terlibat dalam hal akademik sekolah

Orangtua yang overprotecting akan mengikuti perkembangan akademik anak. Bahkan ketika anak mendapat nilai jelek, mereka tak segan memanggil sang guru untuk mempertanyakan perkara nilai tersebut. Tindakan ini bisa diikuti dengan pengaturan jadwal dan juga mengatur semua kegiatan belajar anak. Orangtua ini juga selalu membantu anak mengerjakan PR dengan porsi yang terlalu besar, hingga menjadikan anak menjadi tidak percaya diri ketika mengerjakan PRnya sendiri. Orangtua tipe helicopter ini terlalu mengambil alih dunia anak hingga ia menjadi pribadi yang tidak mempunyai karakter yang mandiri.

  • Terlibat dalam dunia bermain anak

Bukan hanya dalam hal akademik, saat anak bermain pun, anak juga seringkali dibayangi orangtua yang memiliki tipe helicopter parenting. Mereka akan selalu bermain dengan anak dan selalu mengarahkan apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh anak.  Setiap kebiasanaan anak akan diatur oleh orangtua.

  • Memilihkan teman dan juga aktivitas untuk anak

Saking ekstrimnya pengasuhan ini, orangtua sendirilah yang memilihkan teman untuk anak, siapa yang pantas diajak bermain, dan aktivitas apa saja yang boleh dilakukan anak pun ditentukan oleh orangtuanya.

 

Kenapa orangtua selalu membayangi si kecil?

  • Takut akan konsekuensi yang mengerikan dari kegagalan yang dilakukan anak

Nilai akademik yang rendah, tidak punya teman, dan tidak memiliki masa depan yang baik ke depannya adalah kehawatiran orangtua. Hal inilah yang menjadikan orangtua selalu ingin membayangi setiap detik kehidupan si kecil, bahkan ketika ia mulai beranjak dewasa. Orangtua tidak ingin anaknya mengalami kesedihan, sakit dalam perjuangan, tidak unggul, kerja keras, dan juga tidak memiliki hasil yang maksimal dari apa yang anak kerjakan.

  • Adanya perasaan cemas

Setiap orangtua pasti mengkhawatirkan kondisi anaknya. Apalagi untuk masalah masa depan anak. Rupanya hal inilah yang menjadi faktor orangtua tipe helicopter parenting. Mereka cemas perihal materi anak, dan segala hal yang bisa membuat anak gagal di masa depan. Sehingga, naluri orangtua dengan sendiri bertindak untuk mengontrol apa yang anak lakukan hingga ia bisa berhasil di masa depan.

  • Merasa tertekan dengan orang lain

Jika ada orangtua yang bertindak overprotecting pada anaknya, maka hal ini bisa memicu orang tua lain untuk melakukan hal yang sama. Orangtua yang tidak menerapkan hal yang sama akan merasa tidak mampu menjadi orangtua yang baik untuk anaknya.

 

Meskipun tujuannya baik, yakni untuk melindungi anak, namun akibat dari helicopter parenting ini bisa sangat mempengaruhi karakter anak.

Dampak dari helicopter parenting pada anak :

  • Anak tidak memiliki rasa percaya diri

Karena segala aktivitasnya dibantu dan dibayang-bayangi oleh orangtua. Mereka merasa akan gagal jika orangtua mereka tidak turut membantu mereka dalam berjuang atau dalam mendapatkan sesuatu. Anak juga tak berani mengambil keputusan sendiri, karena selama hidup anak, keputusan selalu diambil oleh orangtuanya.

  • Anak tidak mampu menghadapi kegagalan

Selama pengawasan dan bayang-bayang orangtunya, anak selalu dibimbing untuk berhasil. Karena setiap kesalahan dan ketidaksempurnaan yang ada selalu dibereskan oleh orangtuanya.

  • Depresi

Ketika anak merasa tak berhak memilih akan apapun dalam hidunya, hal ini bisa membuat anak merasa tak berdaya hingga akhirnya ia bisa depresi.

  • Kurang terampil

Anak yang memilki orangtua tipe helicopter parenting akan selalu membantu anak dalam hal apapun. Termasuk mengikatkan tali sepatunya, membereskan buku-buku dan juga pelajarannya. Sampai dalam hal membereskan mainannya pun dilakukan oleh orangtuanya. Jika hal ini terus berlangsung, maka anak bisa jadi pribadi yang tidak terampil. Ia tak mampu melakukan hal-hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh anak seusianya.

 

Sumber:

http://www.parents.com. “What is helicopter Parenting?”. Diakses pada 6 Februari 2017.

http://smartmama.com. “Mari Kenali Helicopter Parenting”.

Tags:

Artikel Terkait