Home Tumbuh Kembang Anak Mengenali Tanda-tanda Si Kecil Terlambat Bicara

Mengenali Tanda-tanda Si Kecil Terlambat Bicara

2017-03-31 10:01:22 Mengenali Tanda-tanda Si Kecil Terlambat Bicara

Usia 0 hingga 6 tahun bisa dikatakan sebagai masa keemasan bagi Si kecil. Pada rentang usia ini, Si Kecil akan bisa membangun semua perkembangan dalam dirinya, termasuk perkembangan bicara, berjalan, dan juga berpikir. Nah, lalu bagaimana jika pada usia ini Si kecil belum bisa berkembang secara maksimal? Salah satu yang menandai bahwa perkembangannya kurang optimal adalah Si Kecil mengalami persoalan terlambat bicara. Pada usia 3 tahun seharusnya Si Kecil sudah mulai bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa selayaknya orang dewasa.  

Sebelum membahas tanda-tanda Si Kecil terlambat bicara, terlebih dahulu kita akan membahas perkembangan normal kemampuan berbicara Si Kecil:

  • Sebelum usia 1 tahun : ia suka mengoceh dan berceloteh. Mendekati usia satu tahun, ia sudah siap berucap “mama”, “papa”.

  • Usia 12 hingga 15 bulan : Si Kecil sudah bisa mengenal kata dan berucap huruf p, b, m, n, d, dan n.  Ia akan mampu meniru apa yang diucapkan oleh Bunda. 

  • Usia 18 hingga 24 bulan : meskipun perkembangan setiap anak tidak sama, namun secara umum pada usia ini Si Kecil mampu menguasai setidaknya 20 kata hingga 50 kata. Ketika usianya sudah menginjak 2 tahun, maka ia bisa mengkombinasikan kata-kata tersebut dan dirangkai menjadi kalimat sederhana.

  • Usia 2 hingga 3 tahun : Bunda bisa mengamati perkembangan bicara Si Kecil yang pesat pada usia ini. Kosakatanya makin bertambah dan sudah bisa merangkai kalimat secara sempurna dan berkomunikasi secara baik dengan Bunda.

Amatilah apakah ada hal-hal yang seharusnya sudah bisa dicapai Si Kecil tetapi kenyataannya belum dapat ia capai sesuai tahapan usianya. Untuk memantau perkembangan bicara Si Kecil, maka amatilah tanda-tanda ketika ia mengalami gangguan terlambat bicara.

Bagaimana tanda-tanda Si Kecil terlambat bicara?

  1. Pada usia 1 tahun

Pada usia ini seharusnya Si Kecil sudah suka mengoceh meskipun dengan bahasa yang sulit dipahami oleh Bunda dan orang dewasa. Jika pada usianya ini ia cenderung lebih banyak diam dan tidak suka mengoceh serta tidak merespon ketika Bunda berbicara, maka Bunda perlu mewaspadai bahwa ini adalah salah satu tanda yang kurang baik bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

  1. Usia 18 bulan

Tanda Si Kecil mengalami keterlambatan bicara pada usia ini ialah ketika ia tidak bisa mengatakan minimal satu kata pun.

  1. Usia 2 tahun

Pada usia ini, Si Kecil yang seharusnya sudah  mempelajari banyak kosa kata, hanya mampu mengatakan beberapa kata saja. Dan komunikasinya banyak ia lakukan dengan mengomel atau menunjuk pada sesuatu. Jumlah kosa katanya berkurang dan ia tak berbicara banyak.

  1. Usia 2,5 tahun

Tanda ia terlambat bicara pada usia ini ialah ketika ia hanya berbicara dengan satu suku kata saja, dan menghilangkan konsonan terakhir. Jumlah kosa kata yang ia kuasai tidak lebih dari 50 kata saja.

  1. Usia 3 tahun

Pelafalannya sulit dipahami, terutama oleh orang asing. Ia hanya mampu berbicara frase yang terdiri dari dua kata saja.

Bunda yang menyadari gejala tersebut pastinya merasa khawatir kalau-kalau Si Kecil tidak bisa berkembang selayaknya anak lain seusianya. Kekhawatiran ini pun meningkat ketika Si Kecil sudah harus masuk sekolah dan  bergaul dengan teman sebayanya yang secara otomatis membutuhkan bahasa dan kemampuan bicara yang memadai sehingga membuatnya lebih percaya diri dan diterima dalam pergaulan.

Bunda, Si Kecil yang terlambat bicara bukan berarti ia tak akan mampu bicara. Hal ini bisa saja akibat memang dia memiliki perkembangan yang cenderung lamban. Terus asah kemampuan bahasa Si Kecil dengan sering mengajaknya berkomunikasi dan mengenalkannya dengan kosa kata baru. Tidak ada salahnya pula jika Bunda berkonsultasi dengan dokter anak  agar mendapatkan pengarahan dan penanganan yang terbaik.

 

Sumber:

http://www.parenting.co.id. “Tanda Tanda Si Kecil Terlambat Bicara”. Diakses pada 21 Maret 2017.

http://kidshealth.org. “Delayed Speech or Language Development.” Diakses pada 21 Maret 2017.

Tags:

Artikel Terkait