Home Cerita Bunda Pentingnya Dongeng Pada Anak

Pentingnya Dongeng Pada Anak

2016-12-13 14:40:22 Pentingnya Dongeng Pada Anak

Dongeng memang identik dengan dunia anak. Berbagai cerita dongeng seperti Timun Emas, si Kancil, dan juga Cinde Laras menyediakan cerita penuh makna dan pelajaran bagi anak. Dongeng pada jaman dahulu begitu sering didengar, baik di sekolah, maupun di rumah. Ayah dan Ibu kita dulu begitu sering menceritakan dongeng sebelum tidur kepada anak-anaknya hingga kita bisa mengenal sosok si Kancil nan cerdas, Bawang Putih yang baik Hati, dan juga Cinde Laras yang pemberani. Namun di era digital sekarang, dongeng lebih jarang diperdengarkan untuk anak. Benar atau tidak Bunda?

Seberapa sering (pernahkah) Bunda menceritakan dongeng anak dibandingkan dengan memberikan anak gadget  dan sajian tayangan televisi. Dongeng sendiri memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk mendekatkan ikatan antara Bunda dan anak, namun juga untuk membangun perkembangan anak.

Dongeng adalah media komunikasi antara si pendongeng dengan penyimaknya. Ada banyak nilai yang bisa disampaikan pendongeng lewat cerita yang disampaikannya. Kegiatan macam ini saat ini sudah jarang dilakukan. Padahal, cara ini adalah salah satu alternatif untuk membentuk kepribadian anak. Dongeng terbaik yang bisa disampaikan untuk anak adalah dongeng yang mengandung pesan dan nilai positif bagi perkembangan psikologis maupun moral anak.

Bunda, berikut ini manfaat dongeng bagi anak (Lily Alfiyatul Jannah dalam Ida Vera Sophya. 2014):

  1. Mengembangkan daya imajinasi pada anak

Mendongeng erat kaitannya dengan membangun daya imajinasi anak. Manfaat mendongeng ini jauh lebih besar daripada jika Bunda menyajikan tayanagn televisi. Dengan mendengar dongeng, maka anak dapat memvisualisasikan sendiri cerita yang ia dengar hingga daya imajinasinya bisa berkembang.

Bunda, perlu diketahui bahwa dunia anak adalah dunia penuh imajinasi, sehingga dongeng bisa menjadi media efektif untuk menanamkan nilai pada anak nilai dan juga moral yang positif, seperti rasa empati, kejujuran, kesetiakawanan, rendah hati, maupun kerja keras.

  1. Meningkatkan keterampilan bahasa

Dongeng merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan keterampilan bahasa anak. Dongeng merangsang kemampuan anak untuk berbahasa, khususnya bagi anak perempuan, karena anak perempuan lebih fokus dan konsentrasi daripada anak laki-laki. Tahukah Bunda, bahwa kemampuan verbal bagi anak adalah awal untuk memicu perkembangan otak kanan? Dengan dongeng, maka bisa memperkaya kosa kata anak dan juga bahasa.

  1. Membangkitkan minat baca pada anak

Dongeng bisa menarik perhatian anak hingga muncul rasa penasaran yang membuat anak ingin tahu. Dengan begini, etos membaca anak bisa terbentuk secara alami karena ia sendiri ingin mengetahui kelanjutan dongeng yang diceritakan. Dengan begitu, keinginan untuk membaca bisa meningkat secara berkala.

Dengan sering membacakan dogeng, maka bisa menumbuhkan ketertarikan anak pada buku. Buku dongeng bisa menjadi pemicu, hingga lama-kelamaan ia akan suka membaca buku lain.

  1. Membangun kecerdasan emosional anak

Untuk dongeng yang ditujukan pada anak sekolah, maka kita bisa memilihkan cerita yang mengandung nilai teladan, pesan, nilai moral, dan juga problem solving. Dengan demikian, maka diharapkan anak bisa menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Dongeng akan menjadi pemicu untuk membangkitkan kecerdasan emosional dan juga merekatkan hubungan ibu dengan anak dan juga Bunda maupun guru.

Mungkin kita akan sulit menanamkan nilai moral dan teladan yang baik, maka dengan dongeng diharapkan anak bisa belajar banyak dari sana, tanpa ada paksaan dan secara alamiah anak bisa menerima nilai tersebut.

  1. Membentuk rasa empati pada anak

Dongeng menstimulasi kepekaan anak usia 3 hingga 7 tahun dengan situasi soasial di sekitar kita. Dengan cerita dongeng pilihan Bunda, maka anak akan bisa belajar berempati terhadap lingkungan sekitar. Stimlasui dari dongeng juga bisa merangsang kepekaan pendegarannya. dongeng bisa memicu juga nilai positif untuk bisa berempati pada orang lain.

Banyaknya manfaat dongeng bagi anak nampaknya harus meningkatkan keinginan kita untuk memperkenalkan dongeng untuk anak. Mari kita memilih cerita dngeng berkualitas dan juga mendidik agar anak bisa mendapatkan bekal terbaik untuk masa depannya. Jadikan dongeng menjadi stimulasi untuk aneka rangsangan positif, dibanding dengan menyajkan televisi maupun gadget.

 

Sumber:

Ida Vera Sophya. 2014. “Membangun kepribadian anak dengan dongeng”. Jurnal Thufula. vol 2 (1), 186-199.

Tags:

Artikel Terkait