Home Tumbuh Kembang Anak Tips Agar Si Kecil Tak Mogok Sekolah

Tips Agar Si Kecil Tak Mogok Sekolah

2017-01-03 05:18:44 Tips Agar Si Kecil Tak Mogok Sekolah

Apakah Bunda mengalami masalah ini?

  • Anak mogok sekolah?
  • Suka rewel kalau di suruh ke sekolah?
  • Anak tidak bersemangat ke sekolah?

Kalau Bunda mengalami masalah di atas, Bunda tidak sendirian, pasalnya ada banyak Bunda yang memiliki masalah yang sama.

Anak mogok sekolah yang berlama-lama benar-benar bikin Bunda frustasi, hingga akhirnya Bunda mengeluarkan berbagai ancaman agar anak mau berangkat sekolah, meskipun dengan berat hati, tidak jarang juga, anak sampai nangis dan rewel demi bisa menginjakkan kaki hingga gerbang sekolah.

Bunda, daripada semua ancaman Bunda kepada anak itu dikeluarkan,  alangkah lebih baik jika bersama kita pelajari kenapa anak sampai tidak mau sekolah. Bisa saja dia mengalami masalah tertentu, entah karena teman, pelajaran ataukah dengan kesehatan fisiknya. Atau bisa juga karena sekolah bukan lagi menjadi tempat yang menyenangkan buat anak.

Coba Bunda lihat permasalahan ini dari sudut pandang anak. Tentu tak ada asap kalau tidak ada api, bukan. Begitu juga dengan masalah ini.  oleh karena itu tidak ada salahnya jika Bunda mau belajar psikologi anak SD agar lebih mengenal emosi anak di usia ini. Ada banyak hal lho yang Bunda belum tahu tentang dunia anak, termasuk psikologinya.

Bunda, mari pahami akar permasalahan anak yang menolak sekolah

Sudah pernahkah  Bunda dengar istilah truancy? Berdasarkan Kearney (2006), truancy bisa diartikan sebagai permasalahan anak dimana membuat Bunda menyebut seorang anak “nakal”. Truancy juga merupakan satu masalah dimana anak tidak mau, sulit, atau menolak untuk sekolah.

Truancy atau perilaku membolos ini untuk menunjukkan anak yang tak ingin masuk sekolah karena kurangnya motivasi, ketidakpatuahan pada otoritas, dan juga sebagian karena masalah emosi pada anak. Anak yang membolos sebenarnya ingin masuk sekolah, namun karena distress emosi yang dialami, seperti rasa takut, cemas, atau depresi hingga membuat anak menolak sekolah. Karena hal inilah, lalu muncul istilah school phobia, social phobia, dan separation anxiety.

Karakteristik anak yang masuk dalam kategori truancy ini adalah sebagai berikut (menurut Kearney, 1996):

  1. Anak tidak masuk sekolah dalam kurun waktu yang cukup lama dan menunjukkan periode absen sekolah yang sifatnya periodik.
  2. Anak masuk sekolah namun tidak mengikuti kelas tertentu. Bisa juga anak meninggalkan kelas sebelum pelajaran usai.
  3. Anak menunjukkan perilaku bermasalah di pagi hari sebelum ia berangkat ke sekolah, misalnya,rewel, menangis, dan bilang “tidak mau sekolah”.
  4. Anak pergi ke sekolah, namun dengan keluhan fisik dan keluhan lain yang sengaja ia utarakan agar ia tidak jadi pergi ke sekolah.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan masalah di atas terjadi. Berikut beberapa faktor yang bunda harus ketahui :

  • Kekecewaan atau ketakutan anak terhadap perubahan yang terjadi di sekolahya. Misal takut tidak mampu mengikuti pelajaran, takut diminta mengerjakan soal yang sulit, dan ketidaksiapan anak menghadapi perubahan di sekolahnya.
  • Faktor lain bisa datang dari keluarga atau lingkungan, misalnya orangtua sakit, ketidakbahagiaan dalam keluarga, dan beberapa masalah lain dalam keluarga yang membuat anak tidak nyaman dan terbebani.

Kalau sudah begini tugas Bunda adalah untuk mencari jalan keluarnya dan mencari cara mengatasi malas belajar pada anak. Mari kita lihat apa yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk membantu anak dalam hal ini! Beberapa saran berikut ini bisa Bunda terapkan jika anak mengalami mogok sekolah:

  • Jangan panik ya Bunda, Jangan emosi dan mengeluarkan ancaman yang justru menyakiti hati anak. Lupakan sejenak rasa marah, dan gunakan energi Bunda untuk mencari jalan keluar yang bijak.
  • Ada baiknya konsultasikan keadaan ini dengan guru atau kepala sekolah. Bunda tidak mengetahui selama berjam-jam anak di sekolah, apa saja yang ia lakukan, bagaimana pergaulan nya di sekolah, bagaimana lingkungan pertemanannya, dan juga bagaimana ia menghadapi pelajaran di sekolah. Oleh karena itu, dirasa penting bagi Bunda untuk mengetahui semua itu lewat guru atau kepala sekolah anak. Dengan begitu, Bunda bisa mencari informasi yang sedang terjadi dikelas atau sekolah hingga bisa mencari tahu alasan anak tidak masuk sekolah.
  • Mari dengarkan anak. Perasaan dan pendapat anak juga perlu didengar Bunda. Bisa jadi ia mengalami kekhawatiran atau ketakutan, namun tidak berani berbicara sejujurnya pada Bunda. Mari bicara dari hati ke hati dengan anak. Tanyakan kesulitan anak di sekolah, apa yang ia lakukan ketika dapat tugas yang sulit, dan cari tahu pula bagaiamana reaksi anak ketika ia diejek temannya. Jawaban anak mungkin tak akan pernah Bunda duga, namun jangan sepelekan jawaban anak, meskipun sepele bagi Bunda merupakan hal yang serius bagia anak.
  • Cari bantuan ahli. Jika Bunda sudah mencoba membujuk anak, berkonsultasi dengan guru, dan juga sudah membimbing anak tentang apa yang harus ia lakukan untuk mengatasi masalahnya di sekolah, tetapi tidak juga bisa membuat anak masuk sekolah, konsultasikan pada ahli. Bertemu dengan dokter anak untuk menghilangkan kemungkinan gejala-gejala yang mungkin ditunjukkan anak dan mengarah pada jenis penyakit tertentu.

Selain itu, psikolog juga bisa membantu Bunda untuk menyusun siasat yang tepat untuk membantu anak mengatasi masalahnya.

Sumber:

Armytalia Nur Pipit Handayani Suseno. 2015. “Penolakan Sekolah (School Refusal) Pada Siswa sekolah Dasar”. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pnedidikan. Universitas Negeri Semarang.

http://www.parenting.co.id. “Tips Atasi Anak Mogok Sekolah”. Parenting Indonesia. Diakses pada 31  Desember 2016.

Tags:

Artikel Terkait