Home Tumbuh Kembang Anak Untuk Membangun Anak Yang Kuat: Jangan Katakan ini Padanya, Bunda!

Untuk Membangun Anak Yang Kuat: Jangan Katakan ini Padanya, Bunda!

2016-12-30 06:58:16 Untuk Membangun Anak Yang Kuat: Jangan Katakan ini Padanya, Bunda!

Bunda tentu ingin agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang kuat. Namun, ada banyak hal yang selama ini Bunda lakukan dan katakan yang justru membuat anak cenderung manja, bergantung pada Bunda, dan tidak mandiri. Hal inilah yang akan membuat anak menjadi takut untuk menghadapi kesulitan dalam setiap langkah kehidupannya. Untuk itulah, penting bagi Bunda untuk belajar cara mendidik anak yang baik.

Ingat ya Bunda, semua hal tanpa terkecuali apa yang Bunda lakukan dan Bunda katakana di depan anak adalah bagian dari mendidik anak, baik mendidik dalam artian yang positif maupun negative, jadi berhati-hatilah dalam berkata di depan anak. Nyatanya, banyak orangtua yang tanpa sengaja membuat anak sakit hatinya, marah dan bahkan bingung oleh perkataan Bunda yang sebenarnya sangat sepele.

  • “Jangan ganggu bunda!” – “Bunda lagi sibuk!”

Kita semua sadar, menjadi orangtua tidaklah mudah, kadang urusan mendidik anak bukan satu-satunya pekerjaan yang Bunda lakukan. Banyak kok Bunda yang punya karir dan bekerja. Saat lelah datang dan kesibukan sudah mendera, tidak jarang, Bunda merasa terganggu jika si kecil mengajak Bunda untuk bermain, minta minum, minta makan, minta mainan, minta ini dan  itu.

Kalau keadaan Bunda sedang sibuk dan stress, biasanya kalimat ini akan mudah sekali terucap, “Jangan ganggu Bunda! Bunda lagi sibuk!”

Tahukah Bunda, kalau kata sepele tersebut bisa berdampak pada psikologi anak?

Apa yang anak tangkap ketika Bunda mengatakan hal ini?

Dalam parenting.com, seorang ahli dari pusat pendidikan bahasa, Suzette Haden Elgin, Ph.D, mengatakan bahwa anak akan berpikir kalau tidak ada gunanya mereka berbicara pada Bundanya karena ia selalu tidak dihiraukan. Jika Bunda mulai mengucapkan kata-kata ini ketika usia anak masih sangat dini, maka ketika anak beranjak besar, ia akan menjadi lebih jarang mengajak Bunda berbincang dan  bercengkerama. Jadi, jangan kaget ya Bunda, kalau sekarang si kecil jadi lebih sering diam, mungkin kalau kita kembali ke masa dulu, bisa jadi Bunda pernah bilang kata-kata tersebut di atas hingga membuat anak berbeda perilakunya.

  • “Kamu itu…”

Tidak sedikit lho Bunda yang suka ngasih label ke anaknya. Baik langsung atau tidak langsung, label yang diberikan kepada anak akan mempengaruhi kehidupannya lho Bunda. Mungkin Bunda tidak bermaksud melabeli anak, ketika Bunda sedang berbincang dengan Bunda lain, kadang ada Bunda yang bilang, “Tio itu anaknya pemalu, takut sama orang baru.”

Nah, kalau Bunda berkata seperti itu maka anak yang mendengarnya akan mempercayai perkataan Bunda, bahwa “ia pemalu”. Jadi label yang Bunda berikan pada anak bisa benar-benar dipercayai si anak dan tanpa sadar mampu membentuk dirinya seperti label yang Bunda berikan.

  • “Jangan nangis”

Sering gak sih Bunda bilang gini pada anak, “Udah jangan nangis!”, “Jangan cengeng!”.

Anak menangis karena alasan sepele atau takut pada sesuatu adalah hal yang kerap terjadi, khususnya pada anak Balita. Ia sering kali menangis. Kenapa anak menangis? Karena anak kesulitan atau tidak bisa mengungkapkan perasaannya dalam kata-kata hingga ia hanya bisa menangis dan membuat mereka sedih dan takut.

Tahukah Bunda, tenyata kata “jangan!” yang diutarakan pada anak bisa mempengaruhi perilaku anak. Debby Glasse, Ph.D, mengatakan bahwa kata “jangan!” yang Bunda katakan tidak akan membuat anak merasa jauh lebih baik. Kata tersebut bisa diartikan anak bahwa ia tidak boleh takut atau sedih, bahwa menangis itu hal yang tidak benar.

Bunda, daripada menyangkal perasaan  anak, akan lebih baik jika Bunda nyatakan alasan kesedihan anak, misalnya dengan mengatakan “Iya, ombak ini memang sangat menakutkan, itu karena kamu belum  terbiasa melihatnya. Kamu dan Bunda akan berdiri di sini bersama dan biarkan ombak itu menggelitik kaki kita. Bunda janji akan memegang tanganmu kuat,”

Dengan membantu anak menyatakan kesedihannya maka anak akan belajar bagaimana mengutarakan perasaannya, dan ia akan belajar pula tentang rasa empati. Dengan begitu ia tidak akan sering menangis dan bisa mengungkapkan dan menggambarkan perasaannya, dibanding hanya langsung menangis dan ketakutan.

Nah Bunda, dengan mengetahui beberapa hal diatas itu artinya kita sudah belajar sedikit tentang cara mendidik anak yang baik, bahwa perkataan dan ungkapan yang sepele ternyata bisa sangat berdampak pada anak. Bunda, mari kita cerna baik-baik kata apa yang hendak kita katakan pada anak, agar ia tumbuh menjadi anak yang kuat dengan mental yang tangguh.

Sumber:

http://www.parenting.com. Parenting. “Positive Reinforcement: 9 Things You Shouldn’t Say to Your Child”. Oleh Paula Spencer.

Tags:

Artikel Terkait