Home Tumbuh Kembang Anak Apakah Si Kecil Pemalu? Bagaimana Cara Mengenali Karakter Si Kecil?

Apakah Si Kecil Pemalu? Bagaimana Cara Mengenali Karakter Si Kecil?

2017-01-07 04:36:47 Apakah Si Kecil Pemalu? Bagaimana Cara Mengenali Karakter Si Kecil?

Rasanya semua Bunda setuju bahwa setiap anak memiliki  tipe kepribadan dan karakter yang berbeda. Nah, Bunda, sudahkah Bunda mengenal betuk karakter anak?

Apakah ia anak yang percaya diri? Ataukah ia pemalu?

Ngomong ngomong, kenapa sih karakter anak ini penting untuk dibahas? Ya, karena banyak Bunda yang galau lantaran memiliki putra atau putri yang terlalu pemalu hingga membuat mereka minder dan sulit membaur serta bergaul dengan lingkungan sekolah, rumah, atau pertemanannya. Bukan hanya itu, anak yang pemalu biasanya juga lebih susah untuk mendapatkan prestasi di sekolah karena di sekolah, anak dituntut untuk percaya diri untuk menunjukkan hasil kerja mereka. Bagaimana jadinya kalau anak enggan tampil di depan kelas? Tentu ia akan kesulitan dalam mendapatkan prestasi yang lebih baik, bukan?

Anak yang pemalu biasanya merasa tidak nyama dengan interaksi sosial yang harus ia lakukan di lingkungannya. Sifat anak yang satu ini biasanya ingin dirubah oleh Bunda agar ia menjadi anak yang berani dan percaya diri.

Apa sih yang salah dengan sifat pemalu anak?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sifat anak yang satu ini. Hanya saja, sebagian Bunda merasa tidak nyaman dengan karakter anak ini. Banyak Bunda yang ingin anak memiliki rasa percaya diri yang kuat agar bisa aktif baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakatnya.

Jika anak Bunda cenderung pemalu, maka langkah  pertama yang harus Bunda lakukan adalah jangan memberi label anak “pemalu”, karena  anak bisa merasa “ada yang salah dengan dirinya”, atau karakter ini tidak akan bisa dihilangkan atau dirubah.

Bagi Bunda, inilah tips jika anak kesayangan Bunda termasuk anak yang pemalu, beberapa diantaranya bisa Bunda terapkan:

  • Damping anak dalam situasi sosial, dengan begitu, anak bisa merasa nyaman untuk berinterkasi dengan yang lan.
  • Puji anak dengan kata “berani”, atau bisa dengan gesture tubuh atau kontak mata saat anak bermain dengan anak –anak yang lain.
  • Tampilkan rasa percaya diri di depan anak. Bunda bisa menjadi model untuk bisa tampil lebih percaya diri. Biarkan anak belajar dari Bunda.
  • Biarkan anak tahu bahwa Bunda adalah sosok yang percaya diri untuk menghadapi situasi sosial bahkan ketika Bunda sebenarnya merasa gugup dan grogi.
  • Jangan bandingkan anak dengan anak yang lain atau saudaranya sendiri yang justru lebih percaya diri.

Jika selama ini Bunda ingin membuat anak tampil lebih percaya diri dan membuang perasaan “pemalunya” maka, beberapa langkah tersebut bisa Bunda terapkan dan aplikasikan untuk membantu anak untuk tampil lebih berani dan percaya diri.

Jika Bunda memiliki anak yang pemalu, maka Bunda tidak sendirian. Tenang saja, ada banyak Bunda yang mengalami masalah yang sama. Jadi, saling berinteraksi dan berbagai kisah yang sama akan membantu Bunda dalam mencari jalan keluar yang lebih efektif. Belajarlah dari pengalaman Bunda lain yang juga memiliki pengalaman mengasuh anak yang sama.

 

Sumber:

http://raisingchildren.net.au. “Shyness and Children”. Raising Children.net.au The Australian Parenting Website.

Tags:

Artikel Terkait