Home Tumbuh Kembang Anak Cara Melatih Si Kecil Biar Tidak Ngompol Lagi

Cara Melatih Si Kecil Biar Tidak Ngompol Lagi

2017-02-18 05:33:50 Cara Melatih Si Kecil Biar Tidak Ngompol Lagi

Si Kecil masih suka ngompol? Padahal usianya sudah gede? Kadang hal ini membuat Bunda sedikit merasa frustasi. Kenapa begitu? Karena membiasakan anak biar tidak lagi ngompol itu bukan perkara mudah. Perlu kesabaran, konsistensi, dan juga semangat pantang menyerah yang luar biasa. Meskipun sering kali Bunda menyuruh si kecil untuk pipis terlebih dahulu sebelum tidur, nyatanya Si Kecil kadang pula masih suka ngompol di kasur.

Jika mengalami masalah ini, Bunda tidak sendirian. Bahkan di Amerika saja, presentase anak yang masih suka ngompol di usia 5 tahun masih mencapai 15 persen. Jadi jangan merasa sendirian menghadapi masalah pelik ini, Bunda.

Untuk membantu Bunda dan orangtua lainnya, Halima Janjua, MD, pediatric nephrologist, serta Audrey Rhee, MD, seorang pediatric urologist memberikan pendapat mereka tentang bagaimana menangani hal ini.

Apa yang dikatakan para ahli?

Dr. Janjua mengatakan bahwa ngompol bukanlah masalah yang serius sebelum anak berusia 5 tahun. Jika sudah diusia ini dan anak sering ngompol, maka tindakan perlu dilakukan untuk menghentikan kebiasaan ini. Bahkan jika perlu Bunda butuh konsultasi ke ahli nephrologist atau urologist untuk mencari solusinya.

Pada artikel ini akan dibahas apa yang ahli katakan tentang masalah ini, Bunda:

  • Mengatur pola minum anak

Solusi pertama yang bisa Bunda terapkan adalah dengan membiasakan anak minum lebih banyak pada awal hari, dan menguranginya pada malam hari. Hal ini bisa memperkecil kemungkinan anak akan ngompol.

  • Biasakan ke kamar mandi sebelum berangkat tidur

Ajarkan anak untuk pipis secara rutin. Ritmenya bisa setiap 2 atau 3 jam. Biasakan pula anak untuk ke kamar mandi sebelum tidur, hingga urin yang akomodasi sudah dikeluarkan sebelum beranjak tidur.

  • Berikan harapan pada anak

Buatlah agar anak merasa menjadi anak yang lebih baik, dengan mengikuti aturan yang Bunda tetapkan. Bila ia bisa sedikit demi sedikit sukses mengurangi rutinitas ngompolnya, maka beri ia hadiah, agar usahanya untuk berhenti ngompol merasa dihargai.

  • Kurangi asupan tertentu

Pada malam hari, ketika anak sudah akan berangkat tidur, maka kurangi konsumsi beberapa makanan dan minuman. Contohnya seperti caffeine yang ada dalam susu coklat.

  • Jangan biarkan ia merasa “sangat” haus

Jika sekolah mengijinkan, maka bekali anak sekolah dengan botol air minum sehingga ia bisa minum setiap saat ketika haus sewaktu-waktu. Hal ini bisa mengurangi rasa haus yang “sangat” dari anak yang bisa membuatnya minum banyak air ketika di rumah.

  • Pertimbangkan masalah konstipasi

Masalah konstipasi pada anak bisa menyebabkan ia mengalami masalah pada kandung kemihnya hingga membuat ia ngompol saat malam hari.

  • Tidak perlu membangunkan anak

Ada Bunda yang di waktu tidur membangunkan anak untuk menyuruhnya pipis agar tidak ngompol. Efektifkah cara ini? Jawabannya tidak. Hal ini malah akan membuat tidur anak tidak nyenyak.

  • Tidak perlu menerapkan hukuman ke anak

Bunda boleh merasa sedikit kesal, namun jangan lampiaskan hal ini pada anak dengan marah atau memberi hukuman untuknya. Sikap marah Bunda ini tidak akan membuat anak belajar. Seharusnya proses pembelajaran pada Si Kecil tidak menghasilkan konflik pada Bunda dan Si Kecil.

Selain beberapa hal di atas yang perlu Bunda pahami, ada pula beberapa poin yang wajib Bunda ketahui perihal ngompol pada anak ini, seperti yang dilansir dari raisingchildren.net.au:

  • Mengompol bukanlah kesalahan siapapun. Penyebabnya bukanlah karena anak yang malas ke kamar mandi atau hanya karena ingin mendapat perhatian saja. Masalah ini disebabkan karena anak tidak mampu terbangun saat kandung kemihnya sudah penuh dan segera perlu ke kamar mandi.
  • Kebanyakan anak yang mengompol terlihat tidur dengan pulas dan susah untuk bangun. Artinya, mereka tidak mampu untuk bangun di malam hari untuk pipis.
  • Bisa jadi ada masalah medis. Jadi tidak ada salahnya untuk cek ke dokter perihal masalah ngompol pada anak ini. Masalah medis ini salah satunya seperti rendahnya tingkat hormone yang mengontrol berapa banyak urin yang diproduksi pada malam hari.
  • Ngompol bisa juga merupakan riwayat keluarga. Maksudnya, bukan hanya anak kita saja yang mengalami masalah ini. secara garis keluarga, ada pula ayah,  ibu, paman atau keluarga yang juga memiliki riwayat yang sama dan pernah mengalami masalah sering ngompol waktu kecil.
  • Ada anak yang suka ngompol ketika di rumah, namun ketika ia tidur di tempat yang asing, dia malahan tidak ngompol dan tidak bisa tidur degan nyenyak. Namun ketika ia kembali ke rumah, ia bisa tidur dengan nyenyak kembali dan mengulangi kebiasaan ngompolnya.
  • Bagi anak yang tadinya sudah melepas kebiasaan ngompol, bisa mengulangi kebiasaan ngompol lagi ketika ia stress atau sesuatu terjadi dan membuatnya tidak nyaman, seperti memulai hari pertama di sekolah, merasa sakit. Ngompol yang seperti ini biasanya akan berhenti dengan sendirinya ketika ia sudah mulai merasa baikan dan tidak lagi stress atau tertekan.

Sumber:

https://health.clevelandclinic.org. “How to help Your Child Stop Wetting the Bed”. Diakses pada 14 Februari 2017.

http://raisingchildren.net.au/. “Bedwetting”. Diakses pada 14 Februari 2017.

Tags:

Artikel Terkait