Home Tumbuh Kembang Anak Perlukah Mengenalkan Etika Makan Pada Balita?

Perlukah Mengenalkan Etika Makan Pada Balita?

2017-02-21 02:26:57 Perlukah Mengenalkan Etika Makan Pada Balita?

Dear Bunda,

Pernahkah Bunda mengalami kejadian seperti ini : sedang ngobrol dengan teman Bunda di restoran, teman Bunda memasukkan banyak makanan ke mulut tapi tetap mengajak ngobrol Bunda. Apa yang Bunda katakan ke teman Bunda? “ditelen dulu kek makannya, dikit-dikit dulu gitu masukin ke mulut”, kira-kira kata-kata itu ya yang akan Bunda katakan ke teman Bunda. 

Nah, bicara soal etika makan, nampaknya Si Kecil juga perlu diperkenalkan sejak dini apa saja etika makan. Dikutip dari parenting.co.id, Anna Surti, psikolog dari Klinik Terpadu UI, mengungkapkan, sejak anak mampu duduk mandiri, sebenarnya sudah bisa diajarkan etika makan. “Umumnya, di usia 7-8 bulan. Sejak anak memasuki usia ini, Bunda bisa ajarkan anak kebiasan makan di meja makan, duduk di kursi sendiri (atau high chair), dan tidak berjalan-jalan.”

Apa saja etika makan yang perlu Bunda kenalkan kepada Si Kecil yang berusia 1-5 tahun ?

  1. Memulai makan dengan mencuci tangan dan berdoa
  2. Ajak Si Kecil makan sambil duduk di kursi makan
  3. Menyendok makanan dengan tangan kanan
  4. Memasukkan makanan secukupnya ke mulut
  5. Menutup mulut saat bersendawa 

Kendati demikian, Bunda jangan sampai berharap terlalu muluk ya. Misalnya, berharap Si Kecil duduk diam anteng tanpa rewel sampai selesai makan. Perlu diingat, bahwa balita yang lagi aktif-aktifnya mengeksplor lingkungan sekitarnya akan sulit duduk manis walau hanya sebentar.

Maka, ini yang perlu Bunda perhatikan saat hendak mengajarkan etika makan kepada Si Kecil usia 1-5 tahun :

  1. Mengajari Si Kecil etika makan membutuhkan proses, dan proses membutuhkan kesabaran dan usaha yang terus menerus.
  2. Diskusikan rencana Bunda kepada anggota keluarga agar Bunda bisa mengajarkan etika ini secara konsisten.
  3. Jangan memaksa Si Kecil bila tak mau patuh, tetaplah untuk membuat acara makan yang menyenangkan.
  4. Bicaralah pada Si Kecil mengapa perlu ada etika ketika makan. Obrolan santai dengan Si Kecil bisa dimulai dengan menjelaskan mengapa perlu duduk saat makan. Beritahu Si Kecil tentang manfaat mengerti etika di meja makan. Misalnya Bunda bisa contohkan mengunyah makanan sambil berbicara adalah hal yang sulit, selain itu suara Bunda jadi tidak terdengar jelas.
  5. Berikan pujian kepada Si Kecil karena sudah patuh pada arahan Bunda
  6. Membuat aturan yang simpel dan terjangkau oleh Si Kecil di awal pelajaran. Misalnya, cuci tangan sebelum makan, tidak boleh bawa mainan ke atas meja makan, tidak boleh membuang makanan (melepeh), dan biasakan mengatakan tolong atau terima kasih."

Seiring berjalan waktu, setelah ia bisa makan sendiri, sekitar 2-3 tahun, Si Kecil biasanya lebih mengeksplorasi pengetahuannya tentang etika makan. Misalnya, jika ingin mengambil makanan gunakan sendok lauk, bukan sendok makannya. Atau, jika ingin menambah makanan bisa minta bantuan orang lain dengan sopan menggunakan kata tolong. Hal lain yang bisa ia eksplor misalnya mencuci tangan sendiri di wastafel dan menaruh piring kotor ke tempat cuci piring.

Nah, itulah Bunda beberapa informasi mengenai pentingnya mengenalkan Si Kecil etika makan. Pendidikan yang baik selalu membutuhkan kesabaran dari pendidiknya. Maka jangan pernah bosan ya Bunda untuk selalu mengingatkan Si Kecil bila lalai pada hal yang sudah Bunda ajarkan kepadanya.

 

 

Sumber :

Parenting.co.id

Tags:

Artikel Terkait