Home Tumbuh Kembang Anak Cara Menangani Anak Yang Cerewet

Cara Menangani Anak Yang Cerewet

2017-01-31 06:10:19 Cara Menangani Anak Yang Cerewet

Bunda, apakah Bunda salah satu orangtua yang ingin anak menjadi pribadi yang aktif dan berani mengekspresikan pikiran dan perasaannya? Banyak memang orangtua yang lebih senang memiliki anak yang aktif dibanding yang aktif dan cenderung banyak diam. Tapi Bunda seiring anak Bunda beranjak usianya, anak yang cerewat dan terlalu banyak bicara justru akan menjadi sesuatu yang ingin Bunda rubah. Saking cerewetnya anak, bisa jadi dia tak kenal tempat dan waktu hingga dapat mengganggu banyak orang.

Bukan tidak mungkinkan Bunda menerima keluhan dari guru di sekolah atau dari orang lain dengan tingkah anak yang sangat cerewet. Bisa jadi hal inilah yang mendasari anak yang terlalu banyak ngobrol di kelas hingga dia tidak memperhatikan pelajaran di kelas. Kasus lain, bisa jadi Bunda akan mendapati anak yang terlalu sering bertanya pada orang dewasa dan terkesan cerewet, dan hal ini juga akan menganggu orang tersebut. Bisa jadi pula anak Bunda akan membicarakan dengan orang lain ketika bertemu di supermarket dan bercerita banyak hal tentang kehidupan dalam rumah, seperti Bunda dan Ayah yang bertengkar kala di rumah.

Kalau sudah begini, maka Bunda harus segera bertindak ya, jangan jadikan anak yang cerewet sebagai kebiasaan yang akan ia bawa hingga dewasa dan menganggu lingkungan pertemannya. Bunda tidak mau dong anak Bunda dijauhi oleh temannya karena ia terlalu talk active.   

Seperti yang dilansir oleh tekno.kompas.com, Gray Direnfeld, seorang pekerja sosial di Dundas, Ontario menyatakan bahwa sebagai orangtua kita perlu melihat lebih jauh dan mengetahui sebenarnya kenapa sih anak kita cenderung cerewet dan banyak bicara?

Bisa jadi Bunda, anak Bunda itu kurang perhatian dan butuh seseorang untuk mendengarkannya bercerita. Jika Bunda tidak punya waktu, maka anak akan mencari alternatif lain di mana ia bisa mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Alasan lainnya adalah kelainan dalam otak yang membuatnya tidak bisa mengerem mulutnya.

Jika ditinjau dari sisi perkembangannya, maka anak mulai akan mengajukan banyak pertanyaan ketika ia memasuki usia 3 tahun atau empat tahun. Banyak hal yang akan anak ajukan, seperti pertanyaan “kenapa”. Dan mereka tidak akan berhenti sebelum mereka memperoleh jawaban yang memuaskan mereka. Pada usia ini anak akan terlihat normal saja jika ia cerewet dan banyak bertanya.

Baru di usia 7 atau 8 tahun, jika anak tetap suka menyela, bertanya saat orangtua mengobrol, dan juga menimpali saat orang lain berbicara, maka attitude seperti ini sebaiknya segera ditangani dan dihentikan ya Bunda. Karena tentu akan menganggu orang lain.

Untuk menangani hal ini bisa Bunda mengambli langkah, seperti: berbicara dari hati ke hati kepada anak. Cobalah membuat anak memahami apa dampak dari kebiasaan anak tersebut bagi orang lain.

Lalu, ingatkan anak saat ia berada di momen suka cerewet dan menyela orang lain. Bunda bisa menyepakati hal ini dengan anak. Seperti Bunda menumpuk punggung anak untuk membuatnya sadar bahwa sebaiknya ia diam atau tidak menyela orang ketika bicara.

Mudah kan Bunda? Kerjasama antara Bunda dan si kecil bisa menjadi alternatif terbaik untuk ciptakan anak yang memiliki attitude yang baik.

 

Sumber:

http://tekno.kompas.com. “Menghadapi Anak yang Cerewet” (6/3/2013). Diakses pada 23 Januari 2013.

Tags:

Artikel Terkait