Home Tumbuh Kembang Anak Untuk Masa Depan Terbaik Bagi Si Kecil, Yuk Bunda Kenali Dulu Faktor Tumbuh Kembang Anak

Untuk Masa Depan Terbaik Bagi Si Kecil, Yuk Bunda Kenali Dulu Faktor Tumbuh Kembang Anak

2016-12-11 14:02:16 Untuk Masa Depan Terbaik Bagi Si Kecil, Yuk Bunda Kenali Dulu Faktor Tumbuh Kembang Anak

Bunda, anak yang cerdas dan sehat adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkannya, maka ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi baik dalam pertumbuhan maupun perkembangannya. Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak. Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang faktor tersebut, maka akan lebih baik jika pahami betul apa itu pertumbuhan dan perkembangan pada anak.

Pertumbuhan atau growth adalah perubahan ukuran besar serta jumlah atau dimensi pada tingkat sel dan organ, maupun individu. Proses ini berifat  kuantitatif sehingga memungkinkan untuk diukur dengan satuan tertentu, baik berat maupun panjang. Ciri pertumbuhan sendiri adalah adanya perubahan ukuran, proporsi, hilangnya ciri lama dan diiringi munculnya ciri baru. Sedangkan  perkembangan atau development  adalah pertambahan pada kemampuan struktur dan beberapa fungsi tubuh yang biasanya lebih kompleks.

Menurut Chamidah (2009), proses pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara simultan dengan proses pertumbuhan. Pertumbuhan yang terjadi pada seorang individu menyebabkan adanya perubahan fungsi pada organ tertentu. Pada seorang indvidu, perkembangan yang terjadi pada fase awal adalah meliputi  beberapa aspek, seperti kemampuan kognitif, motorik, sosial, emosi, dan juga bahasa.

Sudahkah anak Bunda mengalami pertumbuhan dan perkmebangan yang optimal? Jika belum, mari kita cari tahu faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak sehingga sebagai Bunda, kita bisa membantu anak untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang anak, menurut Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No.66 tahun 2014, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembang anak, yakni:

  1. Faktor dalam (internal), meliputi;
  • Ras/ etnik/ bangsa

Seperti yang kita lihat anak yang lahir dengan darah ras Amerika, pasti memiliki pertumbuhan yang berbeda dengan anak yang lahir dari keturunan bangsa Indonesia. Hal ini karena anak yang dilahirkan dari ras Amerika tidak memiliki faktor herediter ras Indoneisa, begitu juga sebaliknya.

  • Keluarga

Jika suatu keluarga ada kecendrungan untuk memiliki postur tubuh gemuk, maka ada kemungkinan seorang anak juga memiliki postur tubuh yang sama. Postur tubuh tinggi, pendek, gemuk, atau kurus bisa dipengaruhi dari faktor keluarga.

  • Umur

Manusia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat pada beberapa masa, yakni pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan seorang anak, dan juga pada saat remaja.

  • Jenis kelamin

Anak perempuan mengalami fungsi reproduksi yang lebih berkembang pesat dibanding laki-laki. Namun demikan, setelah anak mengalami masa pubertas, maka anak laki-laki cenderung mengalami fase pertumbuhan yang lebih pesat.

  • Genetik

Faktor genetik atau faktor bawaan, adalah potensi seorang anak yang akan menjadi diri khasnya.

  • Kelainan kromosom

Kelainan kromosom biasanya disertai kegagalan pertumbuhan seperti pada beberapa kasus; sindroma Down’s dan sindroma Turner’s.


  1. Faktor luar (eksternal)
  • Faktor prenatal

Meliputi: gizi, mekanis, zat kimia/ toksin, endokrin, radiasi, infeksi, kelainan imunologi, anoksia embrio, psikologi ibu.

  • Faktor persalinan

Terjadinya komplikasi persalinan pada bayi (trauma kepala, asfiksia) dapat menjadi penyebab kerusakan pada jaringan otak anak.

  • Faktor pascasalin
  1. Gizi : Guna mencapai tumbuh kembang bayi yang optimal maka diperlukan zat makanan adekuat.
  2. Penyakit kronis : Ada beberapa penyakit kronis yang mempengaruhi tahapan tumbuh kembang anak, seperti tuberkulosis, kelainan jantung bawaan, dan juga anemia.
  3. Lingkungan fisis dan kimia : Lingkungan di sini berarti tempat anaktersebut hidup, yang memiliki fungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak. Faktor lainnya bisa berupa sanitasi, kebutuhan sinar matahari, paparan sinar radioaktif, dan zat kimia tertentu.
  4. Psikologis : Konsdisi psikologis turut mempengaruhi tumbuh kembang anak, misalnya anak yang merasa tertekan akan cenderung megalami hambatan dalam tumbuh kembangnya.
  5. Endokrin : Adanya gangguan hormon seperti penyakit hipotirod bisa menyebabkan anak mengalami berbagai gangguan pada pertumbuhan.
  6. Sosio-ekonomi : Kodisi kemiskinan yang menyebabkan kekurangan makanan, dan kesehatan lingkungan yang tidak bagus, akan turut menghambat tumbuh kembang anak.
  7. Lingkungan pengasuhan : Dalam hal ini, interaksi ibu dan anak sangat mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
  8. Stimulasi : Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan seorang anak butuh rangsangan atau stimulasi, khususnya rangsangan dari keluarga. Adanya sediaan mainan, sosialisasi anak, dan keterlibatan anggota keluarga dalam kegiatan anak menjadi faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan anak.
  9. Obat-obatan : Pada kasus pemakaian kortikosteroid dalam jangka waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan.

Itulah faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Jadi, jika Bunda sudah merasa memenuhi kebutuhan nutrisi anak, baik itu mineral, serat, energi, dan vitamin anak, namun pada beberapa kasus ada anak yang tidak mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Jika hal ini terjadi, berarti perlu dicari faktor penyebab yang ian, seperti faktor genetik ataupun faktor lingkungan yang lain.

Sumber:

Chamidah, Atien Nur. 2009. “Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak”. Jurnal Pendidikan Khusus. 5 (2). 83-93.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (PMK RI) No.66 tahun 2014. Pemantauan Pertumuhan, Perkembangan, dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak.

 

Tags:

Artikel Terkait